Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Seminggu


__ADS_3

Tidak ada kata bosan dalam kamus hidup seorang Segara Byantara jika berkaitan dengan Brinia. Termasuk memandangi wajah cantik Brinia yang tengah terlelap dari satu jam lalu akibat kelelahan usai digempur sang suami tercinta.


Senyum Gara terus terukir indah mengingat setiap adegan panas yang ia lalui bersama Brinia setelah bertahun-tahun menahan diri untuk tidak merusak Brinia.


Gara bersyukur, dia melakukan sekss dengan Brinia ketika statusnya sudah resmi secara agama sebagai suami istri.


Sebagai lelaki normal dan selalu berdekatan dengan Brinia, tentu menahan diri untuk tidak berciuman saja bukan hal yang mudah. Tapi Gara bisa melakukan itu semua sampai lamarannya diterima oleh Brinia. Itulah bukti cinta Gara yang sesungguhnya untuk Brinia.


Ah akhirnya Brinia sudah menjadi milik Segara seutuhnya. Senin besok, Gara akan segera mengurus pernikahan mereka agar tercatat di catatan negara.


"Terima kasih Bee.. Aku bahagia banget." Gumam Gara pelan sambil merapikan anak rambut sang istri yang berantakan. Rasanya ada ribuan kupu-kupu yang hinggap di dada Gara saat ini.


"Hari ini adalah hari yang aku nanti sejak dulu. Meskipun awalnya memang banyak keraguan untuk segera meresmikan hubungan kita mengingat cita-cita dan impian kita yang belum tercapai ditambah kita yang belum sama-sama dewasa. Tapi melihat kamu yang selalu tersakiti oleh ayah kamu sendiri, aku jadi memiliki keberanian untuk mengambil tanggungjawab atas kamu. Makasih Brinia, aku mencintaimu.." Gara mengecup kening Brinia kemudian memeluk wanita itu dan menyusul Brinia terlelap di alam mimpi.


...**...


Brinia mengerjap pelan kemudian terkejut melihat wajah tampan Gara berada di jarak yang sangat dekat dengan dirinya.


Ini bukan kali pertama ia bangun dalam pelukan Gara, tapi tetap saja Brinia cukup kaget, bagaimana jika Bunda Sekar kembali murka padanya lagi gara-gara tidur dengan Segara.


Namun sedetik kemudian, mantan perawan itu tersenyum menyadari kini statusnya adalah istri seorang Segara Byantara dan semalam usai melakukan kegiatan yang sangat menantang.


Ah untung dirinya tidak heboh duluan karena bangun dalam pelukan Gara dengan kulit yang saling bersentuhan.


Sekarang, dia dan Segara mau melakukan apapun sudah tidak ada yang berani melarang dan memarahi dirinya kan?


Brinia tersenyum, "Betapa beruntungnya aku ketika Tuhan menciptakan kamu untuk aku Ga.. kamu bukan hanya tampan, tapi kamu juga sangat baik, perhatian dan selalu memperlakukan aku dengan istimewa. Makasih sudah menjadikan aku istri kamu, lelaki sejuta pesona..." Ujar Brinia pelan sambil mengusap dengan lembut rahang kokoh sang suami yang di tumbuhi jenggot tipis-tipis yang manis.


CUP!


Brinia tidak dapat menahan dirinya untuk tidak mengecup rahang tegas suaminya hingga membuat sang empu mengerjap-ngerjapkan matanya karena merasa terusik.


CUP


Lagi, Brinia sengaja mengganggu suaminya agar segera terjaga.


"Selamat pagi suami .." Sapa Brinia dengan lembut kala Gara berusaha membuka matanya dan mengernyit saat cahaya matahari yang menerobos dari celah gorden itu menyentuh wajah tampannya.


CUP!


Entah kenapa, Brinia jadi hobi mencium wajah tampan suaminya yang baru bangun tidur itu...


"Selamat pagi istriku..." Jawab Gara dengan suara parau kemudian semakin mengeratkan pelukannya.


"Udah siang mas... bangun yuk! Aku gak enak loh sama Mama dan Papa kamu kalau bangun kesiangan." Ajak Brinia.


Mendengar Brinia kembali memanggil dirinya 'mas' rasanya hati Gara kembali melayang-layang.


"Sebentar lagi .. aku masih ngantuk sayang... mereka mengerti kok kalau kita semalaman sedang berusaha memberikan cucu untuk mereka, jadi mereka tidak akan komentar apapun." Jawab Gara dengan mata kembali terpejam.

__ADS_1


"Tapi mas..."


"Sebentar aja ya .. aku lagi menikmati dada kamu yang sedang bertabrakan dengan dada aku." Blus! Brinia baru menyadari jika kulit mereka saling bersentuhan tanpa menghalang di dalam selimuti.


"Ih.. kamu mesum!"


"Mesum sama istri sendiri juga..." Brinia langsung diam, iya dengan istri sendiri, gak ada salahnya kan.. lagian Brinia juga sangat menikmati momen momen berdua dengan Gara seperti ini kan. Brinia selalu suka apa yang Gara lakukan.


"Be..."


"Hmmm."


"Masih sakit gak itu kamu?"


"Ha?"


"Aku mau lagi boleh gak? rudal aku udah on fire ini." Bisik Gara pada telinga Brinia namun tangannya sudah melalang buana mencari tempat favoritnya saat ini.


"Maaasss..." Desaaahan lolos dari bibir Brinia. Selanjutnya, kalian tahu sendiri kan apa yang terjadi di kamar pengantin baru itu?


...***...


Usia kegiatan panas mereka pagi tadi, Brinia semakin kesusahan berjalan dan merasakan nyeri yang cukup menyiksa dirinya pada pangkal pahanya.


Alhasil, Brinia harus dibantu Gara untuk membersihkan diri kemudian Gara mengambilkan sarapan untuk istri tercintanya agar sang istri tidak perlu turun ke bawah untuk sarapan.


Awalnya Brinia menolak karena tidak enak dengan mertuanya, tapi Gara memaksa. Lagian Brinia benar-benar merasakan nyeri jika dipakai untuk jalan, apalagi menuruni tangga.


Dan di ruang kerja inilah Gara duduk bersama kedua orang tuanya disaat Brinia terlelap di kamarnya.


"Emang wajah mantan perjaka baru itu gak bisa dibohongi ya pa... aura bahagia terpancar begitu saja." Ledek Mama Amelia.


"Hmm... sampai-sampai membuat menantu kita gak bisa jalan. Benar-benar tidak berperasaan." Sahut Papa Andra menggelengkan kepalanya membuat Gara memutar bola matanya jengah.


"Aku udah menahan ini sejak SMA ya pa... teman-teman aku yang pacaran banyak melakukan Sekss tapi aku berpegang teguh sama prinsip aku untuk tidak merusak seorang gadis." Ucap Gara dengan wajah datar.


"Berpegang teguh sama prinsip itu gak sampai DP dulu Segara .. Apaan berpegang teguh sama prinsip tapi tidur di kamar Brinia terus ngasih banyak tanda ****** di leher dan dada atas Brinia." Cibir Mama Amelia.


"Mama kayak gak pernah muda aja sih..." Kata Gara.


"Udah, sekarang apa yang mau papa bahas sama aku?" Tanya Gara mengalihkan pembicaraan ke yang lebih penting.


"Johan sudah kabur lagi ke luar negeri, Papa belum bisa menemukannya." Ucap Papa Andra yang kini mulai memasang wajah serius.


"Lalu?"


"Tidak ada pilihan lain selain kamu harus menyelesaikan kontrak kamu Segara."


"Tapi aku ..."

__ADS_1


"Semua karena kecerobohan kamu sendiri Ga. Jadi kamu harus menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai." Ucap Papa Andra membuat Gara menghela nafasnya panjang.


Melanjutkan kontrak sinetron dan film itu? Gara yakin waktunya pasti akan banyak habis dengan pekerjaannya itu padahal setelah menikahi Brinia, Gara ingin fokus pada kuliah dan keluarga. Gara rela menyudahi impiannya menjadi artis papan atas dengan segudang prestasi demi Brinia.


"Pa.. bagaimana jika aku bayar pinalti aja pa?" Gara masih mencoba mencari celah untuk terbebas dari kontrak JH entertainment.


"Tidak semudah itu Ga.. Johan tidak akan diam begitu saja meskipun dia mendapatkan uang cuma-cuma dengan nilai fantastis. Dia akan berusaha menjatuhkan kamu, dan efeknya juga akan panjang, kamu sudah wan prestasi dengan kontrak yang kamu tanda tangani itu, jadi jika nanti kamu terjun di dunia bisnis, orang akan berpikir dua kali untuk bekerja sama dengan kamu."


Gara terdiam, jika dia membatalkan kontrak itu secara sepihak, memang bukan hanya karier dan namanya yang hancur, tapi juga nama keluarga dan perusahaannya pasti dibawa-bawa. Tahu sendiri kan bagaimana netizen di negara +62 ini?


Belum lagi Melly, bagaimana jika wanita itu benar-benar membuktikan ucapannya. Menyebarkan tentang Brinia yang anak hasil perselingkuhan dan bukan anak kandung bunda Sekar?


Melly? ah Melly? wanita itu....


"Ada perkembangan apa tentang Melly Pa?" Gara menatap sang Papa dengan penasaran.


"Tidak ada yang spesial Ga... tidak ada yang bisa kita gunakan untuk menekan wanita itu kecuali keselamatan anak dan keluarganya yang kita gunakan untuk mengancam. Apa kita harus melakukan itu?"


"Aku tidak setuju pa, kita bukan orang jahat yang tega mengancam keselamatan seorang anak untuk mengancam." Ucap Gara.


"Mama setuju, terkadang kita juga harus sedikit jahat untuk menghadapi penjahat." Sambung Mama Amelia.


"Tapi ma.." Gara tidak tega harus melibatkan anak kecil.


"Jadi orang jangan terlalu naif Ga.. Melly sudah menggunakan Brinia buat mengancam kamu.. kini giliran kita gunakan anaknya doang buat ngancam dia agar dia gak macam-macam. Setidaknya hanya untuk memastikan Melly tidak macam-macam Ga."


Komentar Mama Amelia ada benarnya juga, tanpa berpikir panjang Gara pun menyetujui pendapat sang mama.


Oke, jika seperti ini, Gara akan berbicara pada Brinia mengenai kontraknya dengan JH Entertainment yang harus ia selesaikan dengan Sabrina sebagai lawan mainnya. Tidak masalah kan? toh Sabrina sudah sama Denim jadi tidak akan ada kesalahpahaman lagi kan nantinya.


Dan selama kontrak itu berjalan, Gara bisa bekerja dengan tenang karena Melly gak berani macam-macam jika Papa Andra menggunakan keselamatan anak Melly sebagai ancaman.


"Besok aku akan menemui Melly untuk membicarakan hal ini pa." Kata Gara.


"Lalu kamu kapan mau berbicara dengan Brinia soal latar belakangnya?" Tanya Papa Andra.


Gara menghela nafasnya berat. Dia baru saja merasakan bahagia yang luar biasa dengan Brinia, rasanya Gara belum sanggup melihat Brinia tiba-tiba bersedih mengetahui kenyataan menyakitkan itu.


"Kasih aku waktu satu Minggu pa.. aku mau menikmati hari-hari dan Brinia sebagai pengantin baru tanpa drama rumit itu." Ujar Gara.


"Oke papa setuju, yang penting kamu harus meyakinkan menantu papa itu bahwa semua tidak akan berubah setelah dia tahu latar belakangnya. Dia akan tetap menjadi menantu kesayangan Papa dan Mama, persetan siapa orang tua kandungnya dan bagaimana dia lahir di dunia ini."


"Thank pa..."


"Menantuku yang malang..." Gumam Mama Amelia cemas membayangkan betapa kecewanya Brinia pada kenyataannya itu.


to be continued


Maaf baru bisa update ya...

__ADS_1


banyak drama di dunia nyata yang harus diselesaikan jadi tiap mau nulis selalu writing blok, mentok gak Nemu ilham~


__ADS_2