Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Rencana


__ADS_3

Pemikiran Gara ternyata benar, setelah Gara mengungkapkan perasaannya akan kejadian tadi pagi.. ternyata kecanggungan yang menghantui Gara dan Brinia telah hilang sudah.


Gara justru menikmati wajah malu dari Brinia yang jarang sekali terlihat. Rona mewah di wajah Brinia benar-benar membuat kecantikan Brinia semakin bertambah dan menggemaskan di mata Gara.


Brinia semakin ingin sembunyi dari hadapan Gara setelah Gara dengan tega menuduh dirinya memang sengaja menggoda sang kekasih. Ditengah rasa sakit yang mendera di perutnya akibat maagh, Brinia berusaha menjelaskan pada Gara bahwa dia benar-benar lupa dan tidak sadar sudah berpenampilan seperti pagi tadi.


Brinia juga menyalahkan Gara karena Gara memasuki kamarnya dan membangunkan dirinya saat terlelap. Tetap saja kan, meskipun mengaku salah.. yang namanya wanita ujung-ujungnya mencari pembenaran.


Gara yang semakin gemas dengan Brinia karena Brinia selalu bisa membalikkan keadaan dengan membuat posisinya menjadi yang bersalah. Gara pun lupa jika saat ini penyakit maagh Brinia sedang kambuh sehingga Gara menggelitiki perut Brinia tanpa ampun.


“Garaa… sakittt.. au geli!” Teriak Brinia.


“Ampun Gara.. ampun!!”


"Segara!"


“Gara.. please, perut aku sakit.. sakit banget! Aduuhh!” Ucap Brinia membuat Gara langsung menghentikan aksinya.


“Astaga!” Ucap Gara tersadar.


“Aduuhh sakitt!” Air mata Brinia sudah mulai mentes.


Brinia sampai menggigit bibir bagian bawahnya untuk menahan sakit pada perutnya. Udah sakit Maagh ditambah digelitiki oleh Gara.


“Brinia Sayang, maafkan aku… maaf!” Ucap Gara dengan penuh sesal. Saat berdua dengan Brinia, selalu saja Gara lupa dengan sekitarnya termasuk sakit yang saat ini dirasakan oleh kekasihnya karena saking asyiknya menggoda Brinia yang wajahnya sudah merona merah.


“Sakit bangett… perut aku rasanya kram!” Brinia menekan perutnya dengan mata terpejam.


Secara spontan, Gara langsung memasukkan telapak tangannya ke dalam kaos Brinia dan mengusap perut Brinia secara langsung.


“Sayang… maaf… kamu tenang dan rileks… biar perut ototnya nggak tegang ya…” Gara mengusap perut Brinia dengan sangat lembut dan memberikan kenyamanan pada sang kekasih. Dan saat Gara mengecup kening Brinia, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Yurdha dan Denim yang diikuti Juna dan Nesya masuk ke dalam kamar.


Tatapan keempatnya langsung terfokus pada salah satu tangan Gara yang sudah masuk di dalam kaos Brinia. Otak Juna dan Denim yang sangat minim akhlak pun langsung berkeliaran kemana-mana. Ya mereka mengira Gara sedang bermain dengan benda kenyal di atas perut.


Sedangkan Nesya langsung melotot karena tidak percaya dengan apa yang sedang ia lihat saat ini. Berbeda dengan Yurdha yang melihat ke arah Gara dan Brinia dengan wajah datar dan tatapan yang sulit diartikan.


“Kalian ngapain hayo?” Suara Denim langsung memecah keheningan yang terjadi selama beberapa detik.


“Nggak ngapa-ngapain!” jawab Gara.

__ADS_1


“Terus ngapain itu tangan elu masuk ke dalam kaosnya Brinia? Ha? Minta DP beneran?” Sambung Juna.


Baik Gara maupun Brinia, keduanya langsung menatap pada tangan Gara yang berada di dalam kaos Brinia.


“Gara!”


“Astaga!” Gara langsung menarik tangannya begitu saja dengan wajah yang memerah dan gugup. Begitu juga dengan Brinia. Ekspresi keduanya membuat Juna dan Denim langsung tertawa terbahak-bahak. Dua manusia minim akhlak tersebut langsung menggoda Gara dan Brinia yang seperti anak SMP lagi pacaran karena cinta monyet. Bahkan dengan tidak berperasaannya, Nesya ikut meledek Gara.


Gara sudah menjelaskan bahwa tangannya masuk ke dalam kaos Brinia itu secara spontan karena ingin membuat perut Brinia lebih baik atau lebih enakan. Tidak lebih. Apa para sahabatnya percaya? Tentu saja tidak.


Mereka justru semakin meledek Gara dan Brinia habis-habisan hingga membuat keduanya seperti kepiting rebus.


Nesya sangat yakin, jika dunia tahu bagaimana polosnya seorang Segara Byantara… artis muda tampan yang tengah naik daun dan dikagumi banyak kaum hawa.. pasti fans Gara akan semakin berteriak histeris dan semakin memuja Gara hingga ingin menjadi pasangan hidup Gara. Artis tampan blesteran belanda dan arab benar-benar sangat berbeda ketika berada di dunia ke artisannya dengan di dunia nyatanya.


“Kalian kenapa terus bercanda hal tidak berfaedah di saat Brinia sedang sakit sih?” Suara bariton Yurdha menghentikan tawa Juna dan Denim seketika.


Gara mengernyit melihat wajah datar Yurdha.


“Mampvs elu, si kulkas udah buka suara dengan aura menyekam.” Gumam Nesya yang ikut bergidik ngeri dengan aura yang terpancar dari seorang Yurdha Ardhana.


Namun Gara tidak mau ambil pusing dengan ekspresi Yurdha. Bukankah sahabatnya satu itu memang sulit ditebak ekspresinya? Gara kembali fokus pada Brinia.


“Ini, cepatlah bantu Brinia meminumnya.” Perintah Yurdha menyerahkan kantong plastik pada Gara.


“Kok bukan obat Brinia yang biasanya? Gak ada?” Tanya Gara.


“Adanya itu Ga, udah gue periksa dan kandungannya hampir sama dengan merk obat yang biasanya Brinia minum. Disini cukup sulit mencari merk obat Brinia. Itu obat kualitas terbaik."


Gara nampak ragu untuk memberikan obat itu pada Brinia. Perihal kesehatan Brinia, Gara adalah tipe kekasih yang cukup overprotektif.


"Gak apa-apa Ga, aku pernah minum obat itu kok pas kehabisan obat yang biasanya dan cukup membantu meredakan sakit." Kata Brinia pada Gara.


"Baiklah kalau begitu."


"Yurdha, Denim... makasih banyak ya sudah beliin gue obat.” Ucap Brinia lirih.


“Sayang, ayo aku bantu duduk pelan-pelan agar kamu bisa minyum obatnya.” Brinia mengangguk.


Setelah Brinia meminum obat, Gara meminta kekasihnya itu untuk istirahat kemudian menyuruh Nesya untuk menemani Brinia.

__ADS_1


Gara pun pamit keluar bersama para sahabatnya lelaki setelah berulang kali meminta maaf pada Brinia, karena membuat Brinia semakin kesakitan. Tentu saja Brinia memaafkan Gara karena Brinia juga sama, jika sudah menggoda Gara maka dia akan hilang kontrol dan melupakan segalanya.


...**...


Di bibir pantai, Gara bersama dengan Juna, Denim dan Yurdha mulai membicarakan mengenai kejutan yang besok akan Gara berikan pada Brinia. Gara benar-benar mempersiapkannya dengann sangat matang dan tidak ingin ada sedikitpun kesalahan dalam acara besok malam.


Dan di dalam hati para sahabatnya, mereka sangat kagum pada Gara yang begitu terlihat sangat mencintai Brinia dan setia pada Brinia. Terutama Yurdha, lelaki yang menjadi teman Gara dan Brinia sejak SD itu tersenyum tipis melihat antusias Gara yang akan melamar Brinia besok malam.


Ya, Gara besok akan melamar Brinia dengan lamaran yang sederhana namun akan memberikan kesan. Lamaran mewahnya nanti, dihadapan kedua orang tua Brinia.


Meskipun lamarannya bukan lamaran resmi karena tidak dihadiri oleh kedua keluarga, namun Gara yakin semuanya akan berjalan lancar dan sukses. Brinia akan menerima lamarannya dengan bahagia. Untuk lamaran resminya Gara sudah memikirkan itu dengan baik, sepulang dari Jogja Gara ingin memperbaiki hubungan dengan sang Papa dan setelah itu meminta Papa Andra dan Mama Amelia melamarkan Brinia untuknya.


Namun jika berbicara soal pernikahan, seperti kesepakatan sebelumnya antara Brinia dan Gara. Brinia ingin menikah ketika dia sudah resmi menjadi seorang dokter sesuai impian almarhum Brian, kakak lelakinya. Begitu juga dengan Gara yang ingin menikah setelah menyelesaikan pendidikannya dan sudah bisa mandiri. Gara ingin nantinya menghidupi istri dan anak-anaknya dari kerja kerasnya sendiri. Ah, bayangan indah itu benar-benar sudah memenuhi imajinasi Segara Byantara.


“Oke, semuanya berarti sudah deal untuk acara besok ya?” Kata Yurdha.


“Apa ada yang belum di mengerti?” Tanya Gara.


“Nggak. Aman semuanya.” Jawab Denim.


“Gue mau tanya, acara kita malam ini terus ngapain?” Juna nampak berpikir dengan jawaban atas pertanyaannya sendiri.


“Terserah kalian sih, gue mau di Villa aja nemenin Brinia.” Jawab Gara.


“Bagaimana kalau kita cari tempat hiburan malam Den, Dha?” Tanya Juna lagi setelah menemukan ide cemerlang menurutnya.


“Setuju!” Ungkap Denim.


“Tidak ada yang keluar dari Villa. Malam ini kita barbeque an aja di belakang Villa. Brinia masih sakit, kasihan jika kita keluar sedangkan dia tidak kemana-mana.” Suara Yurdha terdengar cukup tegas.


“Kok gitu sih Dha Yurdha…”


“ingat! Kita disini kali ini bukan buat liburan, tapi buat mensukseskan acara lamaran Gara ke Brinia.” Kata Yurdha yang cuek dengan muka kesal kedua sahabatnya.


“Ya deh ya.. demi sahabat!” Gara pun tersenyum mendengar perdebatan para sahabatnya.


“Thanks ya bray!” Ucap Gara.


To be continued...

__ADS_1


Alurnya lambat dulu yaa... santai dulu sampai bab 20 😘


__ADS_2