
Beberapa hari telah berlalu semenjak foto-foto kebersamaan Gara dengan seorang gadis yang tidak lain adalah Brinia tersebar luas di sosial media.
Banyak sekali netizen yang mencari cari informasi mengenai identitas sosok gadis yang bersama Gara tersebut. Banyak praduga praduga tidak jelas beredar di jagat maya.
Mengenai berita tersebut,
Gara memilih untuk diam dan tidak berniat memberikan klarifikasi berupa apapun pada media. Namun Gara dan Brinia sepakat bahwa Gara hanya perlu menjelaskan pada pihak rumah produksi dan managernya mengenai gadis tersebut yang Gara akui sebagai sepupunya supaya masalah tidak berkepanjangan.
Biarkanlah netizen berasumsi semau mereka dan muncullah orang-orang yang pansos memberikan komentarnya mengenai sosok cantik yang berhasil merebut perhatian Segara. Karena jika diberikan klarifikasi langsung oleh Gara, yang ada berita-berita akan semakin di goreng dan kehidupan pribadi Brinia bisa terusik oleh ulah netizen yang tidak beradab.
Tidak, Gara tidak ingin Brinia merasa tidak nyaman dengan semua ini. Gara hanya ingin Brinia mengerjakan skripsi dengan tenang supaya hasilnya memuaskan.
Namun kenyataannya, pilihan Gara untuk diam dengan segala prasangka netizen tidak serta merta menjadi pilihan yang tepat.
Pasalnya ada sebuah akun tidak jelas menyebarkan profil media sosial milik Brinia yang sudah Brinia gembok. Bahkan fake akun itu juga meng-capture beberapa foto postingan Brinia dimana tangan Brinia digenggam oleh sebuah tangan kokoh dengan begitu erat.
Netizen yang teramat jeli sangat yakin bahwa tangan itu adalah tangan Segara, idola mereka. Terbukti dari gelang yang dipakai tangan kokoh itu yang sama persis dengan gelang yang selalu Segara pakai.
Alhasil, akun media sosial Brinia diserbu oleh netizen. Ribuan permintaan untuk mengikuti akun Brinia pun berbaris dengan rapi. Entah mereka hanya sekedar kepo atau apa karena banyak juga dm yang masuk isinya adalah hujatan untuk Brinia. Brinia benar-benar tidak habis pikir dengan tindakan para netizen.
Namun satu yang Brinia yakini, orang yang sudah membeberkan akun media sosialnya di akun gosip adalah salah satu followersnya. Ternyata saat kita sudah benar-benar memfilter pertemanan, masih saja bisa kecolongan. Itu artinya teman yang kita anggap baik, tidak sepenuhnya dapat di percaya.
"Kenapa melamun terus, ini minum!" Seseorang mengagetkan Brinia yang sedang duduk termenung sendiri di taman yang tidak jauh dari kompleks perumahannya.
Brinia pun menengok ke arah sumber suara, kemudian tersenyum ramah pada lelaki yang menyodorkan minuman kemasan rasa teh melati yang less sugar.
"Tumben sendirian, Gara mana?" Tanya lelaki itu yang kemudian duduk di samping Brinia tanpa perlu meminta izin lebih dulu pada Brinia.
"Gara masih tidur, tadi dia pulang hampir subuh, kemarin dia udah mulai shooting sinetronnya itu. Jadi gak ikut joging pagi." Jawab Brinia membuka botol minum yang diberikan orang di sampingnya.
"Elu kenapa ada disini Yur?" Tanya Brinia membuat Yurdha menengok dan tersenyum.
__ADS_1
"Gue semalam nginep di rumah Enin karena Enin lagi gak enak badan. Tekanan darahnya naik." Jawab Yurdha jujur karena Yurdha memang jarang sekali melewatkan pagi tanpa olahraga ataupun joging.
Rumah nenek Yurdha sendiri memang satu kompleks dengan Gara dan Brinia. Semasa kecil, Yurdha memang ikut dengan sang nenek setelah kedua orang tua kandungnya bercerai. Oleh sebab itu, Yurdha bisa kenal dengan Gara dan Brinia sehingga mereka bersahabat sejak kecil.
"Enin sakit lagi?" Tanya Brinia dan dijawab anggukan oleh Yurdha.
"Kasian Enin, pasti darahnya naik gara-gara kepikiran elu." Lagi lagi Yurdha menjawab dengan anggukan.
"Udah deh Yur, ikuti apa maunya Enin, elu cepet nikah dan kasih enin cicit, biar Enin gak kepikiran dan kesepian terus sampe tekanan darahnya naik." Ujar Brinia mengingat setiap bertemu dengan Enin, Enin selalu berkata bahwa dia ingin Yurdha segera menikah dan memberikannya cicit.
"Gak semudah itu Brin, karena belum ada gadis manapun yang berhasil membuat jantung gue berdebar." Jawab Yurdha sambil tersenyum tipis.
"Karena kenyataannya hanya elu yang bisa buat jantung gue berdebar Brin. Seperti sekarang ini." Lanjut Yurdha dalam hati.
"Why? Elu gak suka sama sesama jenis kan?"
"Enak aja elu! gue masih normal dan sangat normal." Kata Yurdha kesal. Wajah Yurdha yang kesal, sontak membuat Brinia tertawa dan Brinia berhasil melupakan sejenak segala pikirannya mengenai komentar-komentar di media sosial.
"Habisnya dari kita-kita nih, cuma elu doang yang gak pernah dekat ataupun suka sama lawan jenis. Wajah dong gue curiga kalau elu suka yang sejenis."
"Sialan elu! Tidak pernah dekat dengan wanita manapun bukan berarti tidak suka sama wanita Brinia." Ucap Yurdha.
"Jadi, siapa wanita yang elu sukai?" Tanya Brinia kepo sambil menaik turunkan alisnya.
"Kamu." Jawab Yurdha namun hanya di dalam hati.
"Kepo elu!"
"Ayolah Yur, kasih tau.. nanti gue bantu deketin elu sama wanita itu... janji deh gue!"
"Nggak!"
__ADS_1
"Apa jangan-jangan yang elu sukai Nesya?" Tebak Brinia dengan raut bahagia membayangkan cinta Nesya yang tidak bertepuk sebelah tangan.
"Ngawur!"
"Kan yang deket sama elu selama ini hanya gue dan Nesya. Gue setuju banget kalau elu sama Nesya Yur, gue akan menjadi sahabat yang paling bahagia atas hubungan kalian." Kata Brinia sambil membayangkan Yurdha kencan dengan Nesya.
"Omongan elu makin ngaco deh Brin... mending elu mikir noh, bagaimana elu menghadapi komentar-komentar netizen yang mengarah ke elu itu gara-gara elu deket sama Gara."
Eh.
Senyum yang menghiasi wajah Brinia seketika luntur begitu saja. Helaan nafas kasar juga sampai terdengar di telinga Yurdha.
"Brin, are you okey?" Tanya Yurdha menatap Brinia sambil mengernyit.
"Apa segitu gak pantasnya gue sama Gara ya Yur, sampai sampai banyak orang di postingan lomba domble nyinyir gue dan banding-bandingkan gue sama Sabrina?" Gumam Brinia lirih.
Sekarang Yurdha paham, yang membuat Brinia termenung sejak tadi adalah perkara ini.
"Brin..."
"Ini adalah resiko elu yang memiliki kekasih seorang artis tampan yang diagung-agungkan para kaum hawa. Jadi menurut gue, mending elu jangan fokus ke komentar netizen, apalagi kepikiran sama Netizen yang bandingkan elu sama Sabrina. Elu cantik, elu cerdas, elu menarik dan elu memiliki banyak kelebihan. Fokus kesitu aja, sama fokus ke solusi."
"Gak semudah itu Yurdha." Jawab Brinia. Yurdha sangat tahu jika sahabatnya itu memang overthinking-nya keterlaluan.
"Oke, kalau emang tidak mudah untuk cuek sama komentar netizen, elu berhenti bermain sosmed. Jangan banyak overthinking Brinia... nanti asam lambung elu naik lagi." Jawab Yurdha dengan nada cemas.
"Lagian, gue gak mau elu sampai sakit Brinia, elu kan mau mengejar sidang semester ini kan?" Yurdha mengusap lembut rambut Brinia.
"Ehemmm.. ehemmm.." Suara deheman dari arah belakang membuat Yurdha dan Brinia tersentak.
to be continued
__ADS_1