Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Mencari Solusi


__ADS_3

Happy Independence Day !


Dirgahayu Indonesia ku 🇮🇩🇮🇩


Happy Reading ❤️


"Ada apa? tumben?" Tanya Brinia berdiri dihadapan Gara setelah mengecek notifikasi ponselnya.


Jika Gara datang tanpa menghubungi dirinya lebih dulu atau menanyakan dirinya sibuk atau tidak, pasti ada hal penting atau sesuatu yang sangat menggangu pikiran Gara.


"Aku lagi pusing banget .. pengen kamu peluk." Ucap Gara menarik tangan Brinia hingga Brinia terduduk di pangkuan Gara.


Eh.


"Ga.. Gara..." Ucap Brinia yang terkejut dengan tindakan Gara.


Brinia buru-buru hendak berdiri dari pangkuan kekasihnya itu, namun Gara menahan pinggang Brinia agar Brinia tetap dalam posisinya saat ini.


"Sebentar Bee, sebentar aja... aku pengen seperti ini sebentar saja." Gumam Gara dengan lirih. Gara memeluk Brinia dengan erat lalu menyandarkan kepalanya pada tubuh sang kekasih.


Brinia menegang. Jantung Brinia berdegup sangat kencang dengan posisi yang seperti ini. Posisi yang baru pertama kali terjadi antara dirinya dan Gara. Terlebih kepala Gara benar-benar tepat di depan dada Brinia.


"Yangg.. jangan begini." Cicit Brinia yang memang begitu tegang.


"Sebentar Bee... ini sangat nyaman... sebentar ya.. kepala aku pusing banget. Rasanya mau pecah."Jawab Gara dengan gumaman kecil.


Gara tersenyum tipis mendengar dan menikmati detak jantung Brinia yang bertalu-talu.


"Nanti kalau ada yang liat Gara." Brinia yang merasa tidak nyaman mencoba mendorong dada bidang Gara. Namun tidak juga berhasil karena Gara justru semakin mengeratkan pelukannya itu.


"Aku udah menutup dan mengunci pintunya sayang.." Jawab Gara dengan begitu lembut.


Sayang? demi apapun dalam posisi seperti ini dan Gara memanggil dirinya sayang auto membuat hati Brinia meleyot. Gara benar-benar mampu memporak-porandakan hatinya.

__ADS_1


"Aku pusing sayang... aku bingung.. aku harus bagaimana?" Adu Gara dengan lirih.


Brinia tidak menjawab dan tidak ingin banyak bertanya pada Gara karena nyatanya hatinya juga sedang gelisah karena posisi duduknya saat ini.


Namun mendengar pengakuan Gara dimana perasaan kekasihnya itu sedang tidak baik-baik saja, Brinia mencoba menetralkan degup jantungnya kemudian memberanikan diri untuk mengusap lembut rambut Gara yang cukup tebal.


"Kenapa kamu bingung? bukankah aku akan selalu ada buat kamu?" Ucap Brinia. Gara tidak langsung menjawab, lelaki itu memilih diam sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut pada rambutnya.


Gara tersenyum dalam hati saat merasakan usapan lembut dari Brinia tersebut. Gara juga bisa merasakan Brinia sudah tidak se-tegang dan se-kaku tadi saat Brinia baru pertama duduk di pangkuannya. Sepertinya kekasih Gara susah bisa menikmati posisinya saat ini.


Brinia.. Brinia dan hanya Brinia yang paling bisa membuat hati Gara merasa lebih baik. Gara benar-benar dibuat tergila-gila dengan sahabat kecilnya itu.


"Melly gila Bee..." Ucap Gara yang membuat Brinia menjadi penasaran. Melly? Manager Gara? memang apa yang dilakukan oleh Melly?


"Kenapa?" Tanya Brinia dengan lembut. Brinia sekarang sudah bisa menikmati posisi intimnya dengan Gara sehingga Brinia bisa duduk dengan tenang. Karena Brinia merasa bahwa aroma tubuh Gara yang sangat dekat dengan dirinya itu juga mampu membuat pikiran Brinia tenang.


"Dia menjebak aku sehingga aku tanda tangan kontrak sinetron tanpa aku tahu dan pahami isi kontrak tersebut lebih dulu. Aku sebenarnya gak mau sama kontrak itu."


"APA?" Pekik Brinia yang langsung menjauhkan wajah Gara dari dadanya kemudian menatap Gara dengan penuh tanya dan emosi.


Entahlah, sejak pertama bertemu Melly.. Brinia merasa sangat tidak suka dengan janda satu anak itu meskipun Melly tidak pernah sekalipun menggoda Gara atau apapun.


"Tidak sesederhana itu sayang." Jawab Gara lirih sambil menghela nafasnya berat.


Brinia dapat merasakan tatapan frustasi yang terpancar dari wajah Gara. Dan Gara pun menceritakan dengan detail duduk permasalahannya dengan Melly termasuk pinalti yang harus Gara bayarkan jika Gara membatalkan kontrak itu secara sepihak.


Mulut Brinia menganga mendengar nominal pinalti yang harus dibayarkan Gara jika Gara membatalkan kontrak tersebut secara sepihak. Brinia yakin, jika Om Andra tahu nominal itu pasti Om Andra akan murka dan menyalahkan Gara.


Tidak lupa juga, Gara menceritakan obrolannya dengan Selena barusan mengenai kuliahnya. Serta kebingungan kebingungan Gara menyelesaikan semua kewajibannya itu. Bersama Brinia, Gara bisa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu ada yang ditutup tutupi.


Brinia menjadi pendengar yang baik untuk Gara tanpa mau menyela sedikitpun meskipun hati Brinia sudah tidak sabar untuk mengomel pada Gara sebab Gara sudah teledor. Tanda tangan pada kertas yang tidak dia lihat sama sekali. Bagaimana bisa?


"Kalau kamu memang tidak ingin menjalaninya, aku akan bantu kamu buat bayar pinalti itu. Meksipun tabungan aku gak sebanyak tabungan kamu, tapi setidaknya itu bisa membantu, nanti kekurangannya kita pikirkan bareng-bareng." Ujar Brinia setelah Gara menyelesaikan curahan hatinya yang gundah.

__ADS_1


"Nggak Bee... jangan... aku gak mau merepotkan kamu sayang." Gara mendongak mengusap pipi Brinia dengan lembut.


"Aku gak merasa direpotkan Gara.. Papa dan Mama aku juga tidak akan mempermasalahkan hal itu. Bagi aku, yang terpenting adalah kenyamanan kamu. Buat apa kamu menjalani pekerjaan itu jika kamu tidak nyaman dan tidak merasa Happy?"


"Jika aku membatalkan kontrak itu, maka karier aku juga akan hancur saat itu juga Bee. Dan semua yang selama ini aku perjuangkan akan sia-sia." Ucap Gara dengan lemah.


Sekarang Brinia paham, meksipun berat tapi Gara tidak ingin mengorbankan kariernya begitu saja.


"Kalau boleh tahu apa yang membuat kamu berat menjalani shooting itu sayang?" Tanya Brinia.


Gara menghela nafasnya dengan kasar.


"Lima belas bulan bukan waktu yang singkat, itu hampir 3 semester. Aku gak ingin 3 semester ke depan kuliahku semakin berantakan. Masalah semester-semester kemarin aja belum juga kelar Bee."


"Lalu hubungan kita. Rasanya aku udah gak sanggup menyembunyikan kamu lagi, merahasiakan status kita Bee.. aku pengen cepat-cepat tunjukkan pada dunia kalau kamu itu milik aku dan aku milik kamu. Aku pengen segera meresmikan hubungan kita, tapi kontrak sialan itu juga masih sama, melarang aku untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis." Brinia terdiam untuk berpikir setelah mendengar penuturan Gara.


"Kalau soal kuliah, bagaimana kalau lusa aku temani kamu buat ke kampus. Kamu temui dosen wali kamu dan konsultasi sama dia. Di satu sisi kamu gak bisa lepas dari kontrak itu dengan semua pertimbangannya yang sangat merugikan kamu sendiri, dan disisi lain kamu juga tidak bisa terus lalai akan kewajiban kamu tentang pendidikan. Please jangan kecewakan om Andra Ga." Gara terdiam mencoba mencerna saran dari Brinia.


"Untuk masalah tugas, jika kamu gak punya banyak waktu... nanti aku bantu kamu untuk mengerjakan semuanya." Kata Brinia lagi.


"Lalu skripsi kamu?" Tanya Gara.


"Kamu tenang aja sayang... sepertinya sebentar lagi skripsi aku kelar. Setelah ACC terus sidang dan aku punya waktu luang sebentar sebelum KOAS." Jawab Brinia sambil tersenyum.


Gara tidak perlu lagi meragukan kemampuan dan kecerdasan Brinia. Meksipun Brinia anak fakultas kedokteran, namun hanya dengan membaca buku materi kuliah Gara saja, Brinia cepat memahaminya.


"Kamu selalu menjadi yang terbaik Bee.. kamu bukan cuma menenangkan hati aku, kamu juga memberikan solusi bahkan kamu juga mau menemani aku berjuang.. Aku bersyukur punya kamu Brinia." Gara memeluk Brinia kembali dengan erat.


"Aku juga sangat bersyukur punya kamu Ga... Kamu memang tidak begitu romantis, tapi kamu adalah cowok yang paling bisa mengerti aku dan memahami aku tanpa perlu aku menjelaskan panjang lebar. Dulu kamu yang selalu ada buat aku dari aku SMP hingga kuliah, sekarang biarkan giliran aku yang selalu ada buat kamu ya."


"Hmm.. kan kita memang tercipta untuk saling melengkapi." Kata Gara mengurai pelukannya kemudian menangkup pipi Brinia dengan lembut.


Tidak berselang lama, Gara mendaratkan bibirnya pada bibir ranum Brinia yang sudah sangat menggoda Gara sejak tadi.

__ADS_1


Bibir Brinia benar-benar membuat Gara kecanduan hingga Gara melupakan sejenak membahas tentang hubungan mereka yang harus dirahasiakan lebih lama lagi.


To be continued...


__ADS_2