Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Latar Belakang


__ADS_3

Di ruang keluarga yang berukuran cukup luas dengan interior klasik yang begitu elegan, Papa Andra, Ayah Henry dan Bunda Sekar duduk dengan pikiran yang masing-masing yang saling berkecamuk.


Kekesalan terlihat jelas pada wajah bunda Sekar, dan Papa Andra tahu dengan pasti apa alasan yang membuat tetangganya bersikap seperti itu. Apalagi jika bukan teringat kenangan buruk masa lalunya yang cukup sulit dan sakit.


Sedangkan Ayah Henry masih terlihat emosi dengan sang istri yang sudah menampar dan berkata kasar pada putri semata wayangnya. Kata-kata yang terlontar dari mulut bunda Sekar benar-benar sudah keterlaluan dan kelewat batas.


"Sekar, apa kamu sudah puas menampar dan memaki putri kamu?" Tanya Papa Andra memecah keheningan. Papa Andra berkata dengan tenang namun penuh tekanan pada setiap kata yang keluar dari mulutnya.


Papa Andra tidak peduli ada dimana dan dengan siapa dia berada saat ini, melihat situasi tadi membuat Papa Andra ingin menunjukkan kekuasaannya. Papa Andra semakin emosi karena melihat Brinia ditampar oleh Sekar di depan matanya.


"Putriku? dia bukan putriku Andra! Dan kamu tahu itu kan? Dia hanya anak selingkuhan Henry yang aku rawat dari bayi. Bahkan lihatlah tadi, situasinya sama persis seperti ibunya dulu ketika kepergok aku di hotel setelah melewati malam panas bersama Henry! Situasinya sama seperti Brinia tadi Ndra!" Jawab Bunda Sekar dengan senyum sinis.


"Emang keturunan wanita murahan juga tetap murahan!" Lanjut bunda Sekar membuat Papa Andra mengepalkan tangannya.


"Hentikan ucapan kamu Sekar!" Bentak Ayah Henry dengan mata yang tajam pada istrinya.


Masih sangat jelas di benak Sekar, bagaimana 23 tahun yang lalu wanita itu memergoki suaminya tengah menghabiskan malam di hotel bersama dengan seorang wanita hingga tidak lama wanita itu mengandung. Wanita itu pun meninggalkan saat melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik itu karena suatu kecelakaan sebelumnya.


Dan parahnya lagi, selingkuhan Henry bukan hanya ibu dari bayi cantik itu saja. Beberapa tahun kemudian, Henry kepergok selingkuh dengan wanita lain lagi dan hamil lagi. Hal itu membuat Sekar semakin terpukul.


Alasan Henry selingkuh hanya satu, yaitu kurangnya perhatian dari sang istri yang sibuk dengan kariernya. Apalagi setelah Brian, putra pertama mereka meninggal dunia karena kecelakaan.


"Apa ada yang salah dengan ucapan aku mas? benarkan? Brinia itu tidak beda jauh sama ibunya." Ucap Bunda Sekar ketus.


Situasi tadi benar-benar mengingatkan Sekar pada kejadian 23 tahun yang lalu. Perasaan Sekar yang sudah menyayangi Brinia dengan tulus, hilang seketika begitu saja karena teringat luka masa lalu.


"Sekar, ingat pesan Brian! sayangi Brinia dan

__ADS_1


jangan pernah menyakiti Brinia jika kamu sayang sama Brian meskipun Brinia bukan putri kandung kamu!" Kata Henry mengingatkan istrinya pada kalimat yang dulu sering diucapkan oleh Brian. Brian adalah kakak yang sangat menyayangi adiknya tanpa melihat bagaimana Brinia lahir. Oleh sebab itu, saat Brian kecelakaan... Brinia amat terpukul.


"Aku kecewa sama Brinia, yang ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." Bentak Sekar.


"Terus saja kalian berdebat tentang masa lalu kalian, jika sampai Brinia mendengar semua itu, maka..... jangan salahkan aku kalau besok aku akan mencabut semua saham aku dari rumah sakit kalian!" Tegas Papa Andra dengan nada suara yang sangat tenang namun penuh dengan ancaman.


Henry dan Sekar langsung diam seketika.


"Ingat! perjanjian kita dulu, dimana kamu akan merawat menyayangi Brinia seperti putri kamu sendiri Sekar! Tapi apa yang kamu lakukan tadi? Jika sekali lagi kamu memperlakukan Brinia seperti tadi, aku akan melakukan hal yang tidak pernah kalian duga?" Kata Papa Andra mengingatkan pada kejadian 22 tahun yang lalu saat Brinia baru saja lahir.


Elma, wanita cantik yang hidup sebatang kara. Himpitan ekonomi membuat Elma mau menjadi selingkuhan seorang Henry, dokter muda dari keluarga kaya. Sebenarnya Elma adalah sahabat semasa SMA Amelia. Namun Elma begitu sungkan meminta tolong pada Amelia perihal ekonomi karena Amelia sudah banyak membantunya.


Amelia benar-benar tidak tahu jika Elma merupakan selingkuhan tetangga sebelahnya karena Sekar tidak pernah menyebut identitas selingkuhan suaminya itu ketika curhat dengan Amelia. Amelia tahu jika Elma selingkuhan Henry ketika Elma sudah hamil 8 bulan karena Elma sempat menghilang cukup lama.


Singkat cerita, saat Elma hendak meminta pertanggungjawaban Henry, terjadilah keributan antara Elma dan Sekar juga Henry. Emosi yang menguasai diri Sekar, membuat Sekar tanpa sadar mendorong Elma hingga Elma terjatuh dari tangga dan harus melahirkan secara Caesar. Namun sayang, pendarahan hebat itu tidak mampu menyelamatkan nyawa Elma. Dan hanya bayi tidak berdosa itulah yang bisa diselamatkan oleh tim medis.


Andra mengancam Sekar akan melaporkan Sekar pada pihak berwajib tentang kecelakaan yang menimpa Elma jika Sekar tidak bersikap baik pada Brinia. Andra juga membantu rumah sakit keluar Henry yang saat itu hampir bangkrut.


Elma yang hidup sebatang kara itupun membuat Sekar sedikit bernafas lega karena tidak ada keluarga Elma yang akan menuntutnya.


Cerita demi cerita tentang kehamilan Sekar yang kedua itupun di buat untuk mengelabuhi semua orang termasuk Brinia. Yang orang tahu, Brinia adalah putri kandung Sekar.


Oleh sebab itu, Papa Andra dan Mama Amelia sengaja mendekatkan Gara dengan Brinia sejak kecil agar nanti mereka bisa berjodoh. Mama Amelia tidak bisa membayangkan jika nanti Brinia menikah dengan lelaki lain kemudian keluarga lelaki itu tidak terima jika suatu saat mereka mengetahui latar belakang Brinia.


"Sekar, ingat! anak kamu hanyalah Brinia. Bagaimana jika Brinia tahu bahwa kamu adalah penyebab ibu kandungnya meninggal?" Tanya Papa Andra.


Deg!

__ADS_1


Jantung Sekar rasanya sakit membayangkan hal itu. Bagaimana pun Sekar sudah sayang dengan Brinia dan menganggap Brinia putrinya sendiri. Apalagi Sekar sudah tidak bisa memiliki anak lagi usai melahirkan Brian.


"Ingat baik-baik, Brinia adalah kesayangan Amelia. Jika kalian berani membuat Brinia sedih terus menerus maka jangan salahkan saya untuk bertindak yang tidak terduga."


Ancaman Papa Andra ternyata sangat ampuh sekali. Tiga orang paruh baya itu akhirnya sama-sama diam dengan suasana yang tidak menentu hingga suara langkah dari anak tangga terdengar cukup nyaring.


Brinia berjalan dengan digandeng mama Amelia dan Gara berjalan dibelakang kedua wanita cantik beda usia itu.


"Gapapa sayang... bunda kamu gak akan se- emosi tadi. Kamu tenang ya." Ucap Mama Amelia mengusap lembut lengan Brinia.


"Iya Tante..."


"Panggil Mama dong." Kata Mama Amelia sambil tersenyum.


"Iya ma." Jawab Brinia. Mendengar itu Gara pun tersenyum.


Brinia terus menunduk hingga langkahnya berhenti di ruang keluarga yang nampak mencekam itu.


"Brinia, sini duduk samping Mama Amelia aja." Ajak mama Amelia.


"Brinia duduk sama aku aja ma." Gara pun langsung menarik tangan Brinia hingga Brinia terduduk di samping Gara.


"Baik, kita langsung bahas rencana pernikahan anak-anak kita." Ucap Papa Andra yang memang tidak membutuhkan penjelasan lagi dari Gara ataupun Brinia mengenai kejadian tadi. Karena semuanya sudah sangat jelas.


to be continued


terima kasih yang udah kasih like dan komentar, hadiah dan vote nya.

__ADS_1


komentar sekarang susah balasnya euy....


__ADS_2