
Episode sebelumnya yang ke-update dua kali udah aku revisi ya... kalian bisa baca episode "Kejadian di Restoran" sebelum baca episode ini.
Terima kasih 🥰
...***...
Kepala mama Amelia terasa sangat pusing setelah mendengar pertengkaran Sekar dengan Nita tadi di restoran. Apalagi mendengar ancaman Nita yang sangat serius tadi. Mama Amelia dapat menebak jika Nita adalah termasuk wanita nekad jadi dia harus hati-hati.
Tidak, mama Amelia tidak akan membiarkan Nita melakukan ancamannya tadi. Tentang latar belakang Brinia biarlah menjadi rahasia yang tertutup rapat dan Brinia tidak perlu mengetahui semua itu. Mama Amelia tidak sanggup membayangkan betapa hancurnya Brinia setelah mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.
"Aku harus telfon mas Andra dan meminta mas Andra mencari tahu siapa Nita sebenarnya, mas Andra juga biar ngomong langsung sama Henry membahas masalah ini. Aku gak mau jika wanita itu sampai mengacaukan semuanya. Misal kemungkinan terburuk Brinia harus mengetahui latar belakangnya, semua itu harus terjadi setelah Brinia menikah dengan Gara. Aku gak mau nanti Brinia merasa sendirian." Ungkap Mama Amelia yang kemudian langsung mengambil ponselnya yang masih tersimpan di dalam tas untuk menghubungi suaminya.
Mama Amelia sangat paham bagaimana Brinia yang selalu overthinking dan insecure akan semua hal. Jadi Mama Amelia harus memastikan jika semuanya berjalan sesuai rencananya. Apalagi memang selama ini Henry termasuk lelaki yang kurang perhatian sama anaknya, dan Sekar memang tidak pernah bersikap adil antara Brinia dan Almarhum Brian.
...***...
Ditempat lain,
Gara dan Axel sedang menikmati kotak nasi yang menjadi jatah makan siang mereka dari catering yang disediakan oleh kru sinetron. Nasi dengan rendang dan sambal ijo membuat Gara lahap menyantapnya karena memang Gara sangat suka makanan yang berbau daging-dagingan.
Di samping Gara, ada juga Sabrina yang sedang menikmati makan siangnya dengan menu diet yang dia bawa dari rumah. Sesekali Sabrina memandang Gara dengan senyum penuh kekaguman. Ketampanan Gara benar-benar mampu membuat Sabrina terhipnotis.
Iya, Axel juga tidak kalah tampan. Namun ternyata hanya Gara yang mampu membuat Sabrina salah tingkah dan berdebar.
"Kenapa elu lihatin gue terus? Makan tuh liat makanannya, jangan lihatin gue, serem juga kalau entar makanan elu masuk hidung, bukan mulut." Tanya Gara yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Sabrina.
Ucapan Gara jelas membuat Axel langsung tertawa karena membayangkan makanan yang salah masuk ke hidung.
"ha?" Sabrina kaget mendapatkan pertanyaan dari Gara yang disertai dengan tatapan tajam.
"Elu kenapa lihatin gue terus dari tadi Sab?" Tanya Gara lagi membuat wajah Sabrina merona karena ketahuan sedang memandang Gara penuh damba.
"Ng.. nggak.. siapa yang lihatin kamu sih Ga." Ucap Sabrina salah tingkah. Sudah jelas-jelas ketahuan, masih saja tidak mengaku si Sabrina itu.
__ADS_1
"Jangan bilang ada Cilok nih? Ciie Sabrina ciee..." Ledek Axel membuat Gara memutar bola matanya jengah. Sedangkan Sabrina jelas semakin salah tingkah.
"Di kamus hidup gue, gak ada namanya cinta lokasi atau cinta-cintaan dengan lawan main. Lagian gue gak pernah berniat punya pasangan yang berprofesi sebagai publik figur." Tegas Gara membuat senyum Sabrina langsung meredup seketika karena secara jelas Gara mengatakan bahwa Sabrina bukanlah tipe wanitanya.
"Why? Artis itu banyak yang cantik dan modis loh Ga, seksii juga." Tanya Axel.
"Cantik, modis dan sekssi gak cukup buat modal berumah tangga Xel, Sebab gue cuma pengen punya istri seorang dokter." Jawab Gara dengan nada bercanda.
"Kenapa dokter?" Sabrina pun penasaran. Jarang-jarang Gara mau banyak bicara seperti ini tentang kehidupan pribadinya.
"Gue pas anterin Brinia ke kampus gitu, rasanya seneng aja liat mahasiswa kedokteran pake jas putih. Mereka terlihat lebih cantik dan anggun di mata gue." Ungkap Gara membayangkan wajah cantik Brinia.
"Maksud gue yang cantik Brinia doang, bukan mereka." Ralat Gara dalam hati.
"Jangan bilang elu lagi ngincer seorang dokter Ga? Pasti temannya si Brinia kan?" Tebak Axel yang pernah dua kali bertemu Brinia dan ngobrol sebentar dengan gadis itu. Setahu Axel, Brinia adalah sepupu Gara.
"Hmm." Jawab Gara sambil tersenyum. Gara tidak ingin Sabrina terlalu terbawa perasaan karena adegan mesra yang sering mereka perankan. Jadi Gara memutusakan untuk membuat Sabrina menjaga jarak di luar pengambil gambar.
"Njir. udah punya incaran ternyata... pantas saja gak tertarik sama artis yang cantik cantik, gue jadi penasaran sama incaran elu Ga." Ucap Axel.
Seserius itukah Gara?
"Gila, elu udah kepikiran merried?" Axel terlihat terkejut dengan ucapan Gara namun juga tertawa. axel tidak menyangka bahwa Gara sudah kepikiran menikah.
"Hmm.. gue gak mau di tikung orang lain. Karena banyak banget yang ngincer itu cewek." Kata Gara.
"Berarti dia sangat spesial dong Ga?"
"Dimata gue, dia sangat sangat dan sangat spesial. Dia juga sangat perhatian dan pengertian." Puji Gara pada Brinia yang sedang sibuk di kampus.
"Apa aku mundur aja ya? Tapi bagaimana dengan kesepakatan aku sama pak Andreas, aku juga udah jatuh hati sama Gara." Batin Sabrina menatap Gara dengan sendu. Sabrina yang sudah tidak tahan mendengar obrolan Gara dan Axel itu pun memilih berdiri dan pergi.
"Paket lengkap, gue doain semoga cewek itu gak keburu jadian sama cowok lain."
__ADS_1
"Aamiin." ucap Gara dengan semangat.
"Gak akan lah jadian sama cowok lain, karena akhir bulan ini gue akan menikahinya." Batin Gara.
"Oh ya Ga, elu datang kan malam Minggu nanti di acara JH entertainment?" Tanya Axel.
"Gue datang sih, kemungkinan gue akan ajak Brinia juga."
"What? ajak Brinia? emang boleh?"
"Melly katanya mau mengusahakan untuk mendapatkan tiket buat Brinia. gak tahu bisa apa nggaknya sih, kalau Brinia gak bisa, kemungkinan gue gak bisa hadir karena kasihan itu bocah di rumah sendirian sebab nyokap bokapnya lagi keluar kota." Dusta Gara.
"Setahu gue gak bisa sih Ga... karena memang acaranya sangat tertutup. Dan gak mungkin juga elu gak datang, karena elu salah satu bintang andalan di JH entertainment. Nama elu akan dipertaruhkan Ga, sebab dari kemarin elu udah buat sutradara dan kru lainnya kesel. Jangan sampai masalah elu nanti akan bertambah dan mengancam karier elu." Saran Axel.
"Gue gak peduli. Sebenarnya kalau disuruh bayar pinalti pun gue akan berusaha membayarkannya Xel, semakin kesini, gue justru semakin gak nyaman dengan dunia entertainment ini. Kontrak dengan JH entertainment benar-benar menjerat gue." Jawab Gara pada Axel yang sudah tahu semua tentang permasalahan Gara dengan Melly dan pihak PH.
"Iya sih Ga, gue juga merasa aneh dengan kontrak elu di JH entertainment. Gue baru tahu kontrak seperti itu."
"Makanya gue udah gak peduli lagi Xel, gue gak peduli sama karier gue di dunia artis." Ucap Gara.
"Yakin elu gak peduli sama karier elu Ga? Bagaimana kalau karier elu menyangkut sepupu elu itu, Brinia?" Tanya Melly yang tiba-tiba hadir dengan sebuah senyum yang sulit di artikan.
"Apa maksud elu Mel?"
to be continued
jeng.. jeng.. jeng.....
apa yang akan terjadi selanjutnya..
kasih like, komentar, vote dan hadiahnya dulu yuk...
nanti lanjut lagi . okey?
__ADS_1
makasih dukungannya ❤️