Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Jangan Sampai Tahu


__ADS_3

"Banggkee.. ini manusia berat amat sih!" Umpat Juna yang tengah berusaha keras membawa tubuh sahabatnya keluar dari Villa mewah tempat diadakannya pesta tersebut.


Yurdha tidak menanggapi, fokusnya sekarang hanya membawa Gara pergi dari sini secepatnya sebelum Johan dan Andreas mengetahui apa yang dilakukannya.


"Yur, panggil anak buah elu buat bantuin kita dah!" Ucap Juna saat mereka sudah berada di samping Villa, mereka bisa masuk Villa lewat pintu belakang dan membayar beberapa anak buah Johan.


"Jangan banyak omong, kita gak boleh memancing perhatian orang yang sedang berpesta. Udah kita aja yang bawa Gara!" Kata Yurdha.


Yurdha sudah memperhitungkan semuanya, terlebih disana banyak media juga para artis. Jadi tidak menutup kemungkinan akan ada media yang memanfaatkan keadaan juga artis artis yang mencari sensasi setelah melihat Gara pingsan dan diseret kedua sahabatnya.


"Sialan, si Denim lama amat sih!" Yurdha hanya geleng-geleng kepala mendengar Sahabatnya satu itu yang hobi menggerutu.


Gara posisinya saat ini sedang tidak sadarkan diri karena tadi Yurdha terpaksa memukul tengkuk bagian belakang Gara sehingga membuat aliran darah dan aliran saraf Gara berhenti sejenak.


Itu lebih baik ketimbang Gara merancau tidak jelas karena pengaruh alkohol dan obat perangsang.


...*...


Setelah menampar Sabrina hingga membuat gadis itu terhuyung, Denim keluar dari ruangan yang dijadikan tempat untuk menjebak Gara dengan perasaan berkecamuk.


"Bagaimana?" Seorang lelaki muda bertanya pada Denim hingga membuat Denim menghentikan langkahnya.


"Elu urus Sabrina, ikuti skenario si Johan. Lindungi Sabrina... bawa dia pergi dari sini ke alamat yang sudah gue berikan." Ucap Denim dengan berbisik pada lelaki muda itu yang tidak lain adalah Axel.


"Oke. Kalian hati-hati." Jawab Axel.


Denim pun berjalan dengan cepat menyusul para sahabatnya kemudian membantu Juna dan Yurdha yang tengah berusaha memasukkan tubuh Gara ke dalam mobil.


"Lama amat elu! Elu tadi nyusul kita jalan apa ngesoot si?" Juna terlihat kesal pada Denim. Namun kali ini Denim hanya diam saja, tidak biasanya lelaki itu membiarkan Juna berkata pedas padanya.


"Jun, jangan banyak bicara, kita harus segera bawa Gara pergi dan sampai ke apartemen sebelum dia sadar. Dokter gue sebentar lagi pasti sampai sana." Ucapan Yurdha membuat Juna langsung terdiam.

__ADS_1


"Den, kita lewat tol aja biar cepat." Perintah Yurdha pada Denim.


Tidak butuh waktu lama, Mobil yang di kendarai Denim itupun melesat keluar dari Villa melalui pintu belakang, akses yang diberikan oleh anak buah Johan itu sendiri yang kini berpihak pada Yurdha karena Yurdha memberikan banyak uang juga menjanjikan pekerjaan dengan gaji yang lebih besar daripada gaji dari Johan.


"Den, gue tahu kita buru-buru.. tapi jangan ngebut juga deh elu! gue masih mau hidup... kawin masih enak Den... enak banget malahan.." Kata Juna dengan berpegangan handle mobil karena Denim menginjak penuh pedal gasnya.


"Den, kurangi kecepatan elu!" Perintah Yurdha yang ngeri sendiri dengan cara Denim berkendara. Tidak biasanya manusia minim akhlak itu berkendara ugal-ugalan seperti ini ditambah sejak tadi manusia itu hanya diam saja.


"Kita bukan hanya membahayakan diri kita semua Den, tapi bisa membahayakan orang lain." Kata Yudha lagi membuat Denim tersadar kemudian mengurangi kecepatannya. Denim menghela nafasnya kasar.


"Ada apa?" Tanya Juna menatap Denim bingung.


"Gue kelepasan, gue nampar Sabrina kenceng banget tadi, padahal niatnya gue nampar dia pelan! Bibir Sabrina sampai berdarah." Kata Denim dengan raut wajah bersalah.


"What? Elu gampar dia?"


"Elu nampar perempuan Den?"


Tanya Yurdha dan Juna bergantian. Meskipun mereka brengseek, tapi mereka tidak pernah main tangan pada perempuan.


"Bentar bentar... kapan Sabrina minta sama elu buat nampar dia? Dan dari tadi gue mikir janggal, gimana bisa Sabrina kasih Informasi penjebakan Gara ini ke elu? sejak kapan elu berhubungan sama Sabrina?" Tanya Yurdha. Sebenarnya Yurdha sudah sangat penasaran semenjak satu jam lalu mendapatkan kabar. Namun Yurdha menahan penasarannya itu demi mencari solusi menyelamatkan Gara.


"Elu gak tahu ya Yur, Denim dan Sabrina kan beberapa Minggu ini mereka PDKT." Jawab Juna sambil menahan senyum.


"What? Bagaimana bisa?"


"Mereka kenalan sehari setelah kita pulang dari Jogja." Juna pun langsung menceritakan bagaimana pertemuan Denim dan Sabrina di sebuah club' malam waktu itu, dimana Sabrina tengah galau karena selalu mendapatkan penolakan dari Gara dan Denim yang kesepian.


Mereka berkenalan dan ngobrol panjang lebar hingga menciptakan pertemuan pertemuan berikutnya. Sabrina awalnya terkejut mengetahui Denim sabahat Gara hingga Sabrina berniat memanfaatkan Denim untuk bisa mendekatkannya dengan Gara.


Namun Denim yang selalu memberikan perhatian pada Sabrina, akhirnya sedikit demi sedikit membuat wanita itu luluh meskipun perasaannya masih abu-abu. Baru kemarin Denim menyatakan perasaannya pada Sabrina tapi belum mendapatkan jawaban dari artis cantik itu.

__ADS_1


"Elu nembak Sabrina? sejak kapan elu mau menjalin hubungan dengan wanita? apa jangan-jangan elu cuma penasaran sama dia agar elu bisa niduri dia, setelah elu bosan, elu putusin seperti yang sudah-sudah?" Tanya Yurdha dengan tatapan tidak percaya.


Denim yang dari tadi memilih diam karena rasa bersalahnya pada Sabrina juga fokus menyetir sedikit melirik Yurdha dari kaca depan.


"Sabrina berbeda Yur, dia sebenarnya gadis baik-baik. Dia hanya sedang salah jalan aja." Jawab Denim sambil menghela nafasnya.


"Lalu, bagaimana kalian bisa tahu semua ini? gimana bisa Sabrina ngasih tau elu?"


"Bukan Sabrina langsung yang kasih tahu, tapi Axel. Tadi Axel telfon gue.. dia dapat nomor gue dari Sabrina. Katanya waktu dia datang bareng Gara, Sabrina memasukkan kertas ke saku Axel. Di kertas itu, Sabrina meminta tolong agar Axel menghubungi gue agar gue bisa nolong Gara yang akan dijebak bersamanya oleh Johan." Ucap Denim.


"Di kertas itu, Sabrina juga meminta untuk gue nampar dia karena di ruangan itu ada banyak kamera. Gue juga kaget, tadi mendapatkan kabar dari Axel, kenapa baru sekarang Sabrina kasih tahu gue.. kenapa gak dari kemarin-kemarin.... apa perasaan Sabrina pada Gara sebegitu besarnya hingga membuat dia rela melakukan apapun untuk mendapatkan Gara." Gumam Denim.


"Lebih baik kita mendengar penjelasan Sabrina secara lengkap, jangan berprasangka buruk. Yang penting dia sudah melakukan hal benar dengan memberitahu kita." Kata Yurdha terdengar bijak.


"Dan untungnya, pas Denim hubungi elu... jarak lokasi elu lebih dekat ke Villa laknat itu ketimbang kita. Jadi elu bisa mengkondisikan keadaan disana lebih dulu." Sambung Juna.


"Iya.. dan gue terpaksa mengeluarkan duit yang lumayan untuk menolong cecunguk satu ini." Ucap Yurdha menatap Gara dengan kesal.


"Eh, bagaimana kalau kita kasih tahu Brinia saja soal ini, biar Brinia datang terus membantu Gara meraih pelepasannya...." Ide Juna.


"Jangan... jangan sampai Brinia tahu soal ini. Pernikahan mereka tinggal dua Minggu lagi. Gue gak mau semuanya jadi berantakan. Soal ini biar rahasia kita saja, karena kalau Brinia tau, dia pasti akan kecewa karena Gara berciuman sama Sabrina meskipun itu bukan salah Gara sepenuhnya karena Gara dalam pengaruh alkohol juga obat." Tolak Yurdha.


"Iya, salah Gara cuma satu, yaitu terobsesi jadi artis dan ceroboh dalam mengambil keputusan!" Sahut Juna.


"Yur, Axel tadi bilang... kata Sabrina ruangan itu terdapat banyak kamera. Pasti apa yang Gara lakukan sama Sabrina tadi dapat terekam kamera tersebut. Bagaimana kalau sampai tersebar dan Brinia lihat?" Kata Denim nampak berpikir.


"Gue akan suruh orang-orangnya Johan yang tadi memberikan akses ke kita untuk mengambil semua kamera itu sekarang juga sebelum Johan mengetahui semua ini." Yudha pun langsung menghubungi anak buah Johan. Beruntung tadi waktu melobby anak buah Johan, Yurdha sempat minta nomor telfonnya.


to be continued


pengen cerita Burung Berenang ini cepet update?

__ADS_1


yuk banyakin like dan komentarnya.. biar Mak otor semangat nulisnya


makasih 🥰


__ADS_2