Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Saran Juna


__ADS_3

Keributan terjadi di sebuah Villa yang semalam dijadikan tempat pesta sekaligus tempat maksiat. Suasana yang masih sangat berantakan sisa pesta semalam bahkan aroma alkohol juga masih tercium semakin dibuat berantakan oleh sang tuan Rumah yang melemparkan barang apa saja ke sembarang arah.


Tuan rumah yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya setelah semalam kehilangan kendali karena nafsu kini tampak murka usai menerima laporan dari anak buahnya bahwa rencananya semalam gagal total.


Para anak buah yang ia sewa dari penyedia layanan jasa bodyguard itu pun hanya bisa menunduk menerima amukan sang majikan. Termasuk lelaki kepercayaannya yang bernama Andreas, lelaki itu tidak berani mengangkat kepalanya sedikitpun.


"Siapa yang menggagalkan rencana ku? Siapa?" Bentak Johan dengan tatapan yang sangat tajam.


"Ka.. kami tidak tahu tuan, tiba-tiba ada tiga orang anak muda yang masuk dengan membayar beberapa orang sewaan anda. Kemudian mereka membawa pergi tuan Segara.. bahkan beberapa orang sewaan anda mengalihkan perhatian kami." Jawab salah satu lelaki berseragam hitam yang sebagai ketua anggota keamanan bernama Yanto.


"Dari mana kamu tau itu?" Tanya Johan karena setahunya CCTV di dalam villanya sengaja di rusak oleh seseorang. Bahkan kamera-kamera yang ia taruh di ruang kerja lenyap semua.


"CCTV yang menghadap ke gerbang belakang masih nyala tuan, mereka terekam lewat sana dengan membawa tuan Segara yang tidak sadarkan diri.." Jelas Yanto dengan tenang.


"Dimana Sabrina?" Tanya Johan lagi.


"Nona Sabrina dibawa pergi oleh salah satu artis yang datang ke pesta tuan, kalau tidak salah namanya Axel. Dia yang menolong nona Sabrina dari tiga lelaki muda yang membawa tuan Segara itu, karena nona Sabrina mendapatkan luka penganiayaan dari mereka." Jelas Yanto yang tidak lain adalah orang yang sudah berpihak pada Yurdha.


Yurdha memang sengaja tidak mematikan CCTV belakang biar Johan bisa melacak keberadaannya. Yurdha ingin lihat, akan sejauh mana dia melangkah setelah tahu siapa Yurdha sebenernya.


"Sialan! siapa mereka? Aku yakin pasti mereka juga yang menyuruh orang memberikan obat perangsang pada minumanku dan Andreas agar mereka bisa bertindak leluasa." Johan nampak berpikir keras.


Johan pikir, menjebak Gara adalah sesuatu yang sangat mudah mengingat artis tampan itu selalu bertindak dan mengambil keputusan sesuai dengan emosi. Johan sangat menyesali kegagalannya ini yang kurang matang dalam melangkah. Apalagi dirinya sudah menampakkan diri di depan Gara, pasti Gara akan bercerita dengan Andra dan Andra akan mencari tahu keberadaannya.


"Sialan!" Umpat Johan dengan nafas yang naik turun karena dia terlalu percaya sama Melly yang menggampangkan semuanya tentang Gara.


"Bagaimana bisa rencana ini bisa sampai bocor ke luar? Sementara yang tahu soal ini hanya aku, Andreas, Melly dan Sabrina juga beberapa orangku." Gumam Johan.


"Bisa jadi Melly yang membocorkan semua ini demi uang tuan, karena wanita itu kan mata duitan." Sambung Yanto, lelaki berseragam hitam yang merupakan salah orang kepercayaan Johan.


"Tidak mungkin, aku sudah memberikan banyak uang untuk Melly." Gumam Johan tidak semudah itu percaya pada Yanto.


"Yanto! Cepat putarkan CCTV itu, aku ingin lihat siapa orang yang mendalangi semua ini! aku akan membuat perhitungan sama dia!" Perintah Johan.

__ADS_1


...***...


Gara mengerjap-ngerjapkan matanya kala mentari menyinari bumi hingga menembus celah gorden besar yang ada di kamar utama Apartemen milik Yurdha.


Gara menatap sekitar, ada Yurdha yang masih terlelap di sampingnya, Juna yang tidur di sofa dan Axel yang tidur di karpet bulu tebal. Gara ingat semalam mereka berempat asik main PS karena akhir pekan. Ketidakhadiran Denim diganti oleh Axel karena semalam Denim mengantarkan Sabrina pulang. Entah pulang beneran atau belok ke hotel~


Entahlah, Gara sendiri tidak yakin.


Jika boleh jujur, Sebenarnya Gara teramat canggung dengan Sabrina usai kejadian memalukan di villa itu. Meskipun Gara dalam pengaruh alkohol juga obat perangsang, tapi Gara masih ingat betul dengan kejadian itu bahkan Gara sempat meraba tubuh bagian atas Sabrina, tepatnya dada Sabrina.


Mengingat kembali kejadian itu membuat kepala Gara kian pusing karena rasa bersalah yang teramat besar pada Sabrina. Bibirnya sudah dinikmati wanita lain, dan tangannya sudah memegang tubuh wanita lain.


"Maafin aku Bee..." Gumam Gara mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aku harus gimana? aku rasanya malu buat ketemu kamu bee.." Wajah Gara terlihat benar-benar frustasi.


"Ngapain malu, Brinia juga gak liat elu ciuman sama Sabrina..." Sambung Yurdha dengan mata masih terpejam.


"Gue yang lihat, dan ciuman elu sama Sabrina itu benar-benar panas dan menggairahkan.." Giliran Juna yang menyambung. entah sejak kapan dua manusia itu sudah terjaga dan mendengar keluh kesahnya.


Bukan marah, Juna langsung tertawa puas..


"Saran gue, mending elu langsung cabut pulang, mandi yang wangi, dandan yang ganteng terus temui Brinia... minta cium Brinia biar bekas bibirnya Sabrina di bibir elu hilang." Saran dari Juna cukup sesat.


"Jangan macem-macem elu Ga! Elu sama Brinia belum halal!" Peringatan Yurdha dengan wajah datarnya.


"Bukan macem-macem Yur, hanya satu macem, seperti yang dilakukan Denim semalam.. menghapus jejak bibir Gara di bibir Sabrina. Gue yakin pulang dari sini mereka langsung cek in hotel deh." Celetuk Juna.


"APA?" Pekik Yurdha dan Axel.


"Gak ada akhlaq memang itu anak!" Yurdha geleng-geleng.


"Gila, jangan-jangan habis ini entar gue langsung dapat 2 calon keponakan. Dari Sabrina dan Denim juga dari Gara dan Brinia." Gumam Axel.

__ADS_1


"Gue setuju ucapan elu bocil!" Juna memberikan jempolnya pada Axel.


"Sialan! gue bukan bocil, umur kita cuma selisih dua tahun!" Axel tidak terima.


"Berisik kalian!" Ucap Gara yang langsung berdiri.


"Mau kemana elu?"


"Mau balik, gue pinjem mobil elu satu Yur! mana kuncinya, dan mana handphone gue semalam?" Tanya Gara pada Yurdha. Ada tiga mobil Yurdha yang ada di gedung apartemen ini. Karena apartemen ini adalah rumah kedua Yurdha. Yurdha lebih banyak menghabiskan waktunya disini ketimbang di rumah bersama mama tirinya.


...***...


Butuh keberanian besar buat Gara menemui Brinia yang sejak kemarin terus mengubungi dirinya bahkan mengirimkan puluhan pesan karena khawatir.


Iya, Brinia memang tidak tahu tentang kejadian semalam. Namun rasa bersalah di hati Gara tidak bisa dibohongi. Lelaki itu teramat mencintai kekasihnya jadi dadanya terasa sangat sesak.


Setelah mengumpulkan segenap keberanian dan mental dan berusaha tetap tenang seperti tidak terjadi apapun, Gara pun melangkahkan kakinya menuju tetangga sebelah rumahnya.


"Be.." Panggil Gara melihat Brinia asik di depan laptop dengan tengkurap di Gasebo samping rumahnya.


"Ga?" Brinia langsung duduk dengan muka masamnya.


"Maaf." satu kata penuh penyesalan dan makna terucap dari bibir Gara dengan sorot mata sendu penuh rasa bersalah.


"Kamu semalam pasti mabuk ya?" Tebak Brinia dengan tatapan penuh selidik. inilah yang Gara takuti, Brinia terlalu peka dengan apa yang ia rasakan hanya melalui sebuah tatapan mata yang saling bertautan.


"A... aku...."


to be continued


Gaess,, udah Sabtu...


besok hari terakhir yaa buat menentukan pemenang pulsa dengan pemberi hadiah terbanyak Minggu ini pada Novel Kekasih Rahasia Aktor Tampan.

__ADS_1


Pemberian hadiah akan di tutup besok jam 22.00 WIB. dan akan di umumkan pada hari Senin saat update. Yuk yang punya point' nganggur bisa dikirim ke novel ini...hehehe


kemarin udah ada pemenang pulsa 50k satu orang loh...


__ADS_2