
Gara meminta Brinia untuk segera istirahat sesampainya di rumah karena Gara tidak ingin melihat kekasihnya itu sakit lagi. Baik maagh yang kambuh atau asam lambung yang naik.
Dan Brinia juga meminta hal yang sama pada Gara karena Brinia juga tidak ingin melihat kekasih hatinya itu sakit karena kecapekan. Terlebih Brinia sangat tahu jadwal Gara beberapa Minggu ke depan akan sangat padat.
Namun Gara tidak menuruti perkataan Brinia sebelum mereka memasuki rumah masing-masing tadi. Sebab, Gara butuh penjelasan secepatnya dari Melly sang manager mengenai kontrak yang tiba-tiba sudah Gara tanda tangani tanpa sadar.
Jika Papa Andra tidak memberitahu Gara hari ini, mungkin Gara mengetahui masalah ini masih beberapa hari lagi dimana Melly atau orang lain yang memberitahunya.
Sekarang Gara sadar, meskipun Papa Andra sangat tidak setuju dengan keputusannya untuk menjadi artis, ternyata Papa Andra masih terus memantau dirinya.
Ah, Gara menjadi merasa bersalah dengan sang Papa karena terus melawan ucapan sang papa.
Pikiran Gara semakin kalut dengan segala yang terjadi.
Belum ada 30 menit mobil Gara berada di halaman rumah kedua orang tuanya, eh Gara sudah buru-buru keluar dengan wajah yang serius sampai membuat scurity rumahnya bingung karena tidak biasanya Gara seperti itu. Gara selalu ramah dengan pegawai di rumahnya.
Dengan laju kendaraan yang tidak begitu kencang karena jalanan masih cukup padat, Gara berusaha menghubungi Melly dan mencari tahu keberadaan managernya itu. Namun sayang, Panggilan telfon Gara tidak sekalipun di jawab oleh Melly.
"Sialan si Melly... dia benar-benar bertindak melebihi batas." Kata Gara dengan tatapan tajam pada jalanan di hadapannya.
Gara pun kembali mengingat ucapan Brinia yang berkata bahwa tidak menyukai Melly setelah pertemuan pertama mereka di sebuah restoran. Namun Gara justru mengingatkan Brinia agar tidak mudah berpikiran buruk pada orang terutama orang yang baru kita temui.
"Harusnya gue waspada karena sudah berkali-kali Brinia mengingatkan kalau Melly itu tipe tipe orang yang rela melakukan apa saja demi keinginannya terwujud." Kata Gara lagi merutuki kebodohannya karena menganggap semuanya remeh.
Gara kembali mengingat dimana Melly terus saja berusaha mempengaruhi Gara agar Gara mau bermain di film layar lebar dan sinetron baik yang ditayangkan di televisi maupun di platform. Melly terlihat bersemangat dan menggebu-gebu. Melly juga selalu bilang dia akan membuat Gara menjadi artis papan atas ternama dengan segudang prestasi.
Gara memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing. Tiba-tiba ponsel Gara berdering menandakan sebuah pesan masuk. Secepat kilat Gara meraih ponselnya yang ada di dashboard karena mengira itu adalah balasan pesan dari Melly.
"Brinia?" Gumam Gara membaca nama si pengirim pesan dengan bibir yang sedikit tertarik menampilkan senyuman yang manis meksipun terkesan pelit.
Melihat nama Brinia nampak di layar ponselnya saja ternyata mampu memperbaiki keadaan hati dan pikiran Gara yang sedang kalut.
Gara buru-buru membuka pesan dari sang kekasih hatinya itu...
✉️ Bee 🤍
"Sayang kamu udah kelar bersih-bersih belum? Aku udah selesai nih, mau bobok.. besok pagi-pagi banget bangunin aku ya.. jangan lupa! karena aku harus merevisi beberapa halaman sebelum ketemu dosen pembimbing aku. Makasih untuk hari ini Segara ku, have a nice dream, Love you!"
__ADS_1
"Love you too Bee, kamu adalah obat dari segala yang aku rasakan." Gumam Gara pelan.
Gara memilih untuk tidak membalas pesan dari Brinia tersebut karena jika membalas pasti ujung-ujungnya Brinia mengajak ngobrol via chat ataupun telepon. Dan hasilnya Brinia tidak tidur-tidur dan Gara tidak bisa menemui Melly.
Sebelum semuanya jelas, Gara tidak ingin Brinia mengetahui masalah ini dulu. Selain itu, Gara juga ingin Brinia fokus pada skripsinya dulu. Sebab, Brinia adalah tipe tipe gadis yang overthinking. Segalanya dipikirkan.
Tidak berselang lama, mobil Gara sudah memasuki wilayah apartemen Melly. Gara pun mencari parkiran terdekat dari lobby dan sebelum turun, tidak lupa Gara mengenakan kaca mata hitam juga masker agar orang tidak mengenali dirinya.
Namun sayang, setelah lebih dari 10 menit Gara menunggu Melly di depan unit apartemen itu, Melly tidak juga menampakkan batang hidungnya. Sepertinya Melly sedang tidak berada di apartemen.
"Kemana dia pergi?" Gumam Gara masih belum menyerahkan untuk menemui Melly. Gara bertekad memperjelas semuanya malam ini juga. Jika tidak maka Gara tidak akan bisa tidur dengan tenang.
"Gara! Ngapain elu kesini? Bukannya elu lagi gak di Jakarta ya?"Tanya Melly setengah terkejut melihat kehadiran Gara yang berdiri di dekat unit apartemennya sambil bermain ponsel. Gara masih mengenakan masker dan kaca mata hitam, tapi Melly masih mengenali postur tubuh artisnya itu.
Melly sendiri merupakan seorang ibu tunggal dengan seorang anak yang usianya baru 3 tahun. Melly sudah berpisah dengan suaminya sedangkan anaknya berada di kampung tinggal dengan orang tua Melly.
Mendengar suara Melly, Gara yang sebelumnya fokus pada layar ponselnya sambil berdiri itu pun mendongak untuk melihat Melly.
"Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Gara dengan aura dingin dan sorot mata tajam juga wajah datar.
"Kenapa tidak... ayo masuk Ga." Kata Melly membukakan pintu apartemennya dengan perasaan yang entah namun Melly tetap berusaha bersikap tenang toh apapun yang Melly lakukan juga untuk Gara.
"Elu mau minum apa Ga? gue buatin minum dulu ya." Tanya Melly setelah mempersilahkan Gara duduk di sofa.
"Tidak perlu Mel." Tolak Gara dengan tegas. Melly pun akhirnya ikut duduk di sofa yang terpisah dengan Gara.
"Kedatangan gue kesini mau membahas perihal kontrak film dan sinetron yang tidak gue tahu menahu tapi tiba-tiba sudah ada tanda tangan gue disana. ini semua pasti kerjaan elu kan?" Tanya Gara penuh selidik.
Melihat tatapan Gara padanya yang begitu tajam membuat Melly susah payah untuk menelan salivanya. Sejak kapan Gara bisa mengintimidasi orang melalui tatapannya seperti ini? Padahal kesehariannya Gara adalah pribadi yang sopan dan murah senyum meskipun tidak banyak bicara saat di lokasi shooting.
Gara tetap berusaha tenang meskipun Gara sangat ingin melupakan emosinya karena yakin bahwa memang benar-benar Melly yang melakukan semua itu.
"Gue bisa jelaskan soal itu Ga." Ucap Melly.
Melly tidak menyangka akan secepat ini Gara tahu perihal kontrak itu. Padahal Melly sudah menyusun rencana dengan sangat baik untuk memberi tahu Gara minggu depan. Namun Melly mengingat bahwa latar belakang Gara bukanlah dari keluarga sembarangan dan Melly juga tahu bahwa papa Gara tidak menyukai pekerjaan Gara saat ini.
"Cepat jelaskan!" Perintah Gara.
__ADS_1
"Sebelumnya gue minta maaf...". Kata Melly lirih membuat Gara menghela nafasnya. Kata Maaf di awal kalimat sudah cukup untuk menjelaskan kan?
"Gue ingin melihat elu selama setahun ini menjadi artis ternama Ga, gue gak terima elu di hina Rendi begitu saja. Apa itu salah?" Gara menggeleng lalu tersenyum sinis tapi enggan untuk memotong ucapan managernya.
Ya, Rendi.. lelaki 25 tahun yang lebih dulu menjadi artis dengan followers diatas 1,2Jt. Rendi pernah menghina dan merendahkan Gara saat Gara shooting pertama series yang saat ini sukses. Rendi berkata, Gara hanya modal tampang ganteng doang tapi tidak memiliki talenta apapun. Dan kata Rendi, memilih Melly menjadi manager adalah kesalahan besar karena Melly tidak dapat bekerja dengan baik.
Saat itu, Gara memilih diam dan tidak ambil pusing. Namun ternyata Melly tidak. Namanya yang ikut dibawa-bawa oleh Rendi membuat Melly bertekad membuktikan bahwa omongan Rendi itu salah besar.
"Gue gak mau elu sia-siakan kesempatan yang datang Ga.. kalau gue bilang sama elu masalah tawaran sinetron itu. Elu akan banyak pertimbangan dan JH entertainment akan mencari pemain lainnya kalau elu menolak karena sinetron itu akan segera digarap oleh mereka bulan depan."
"Tapi caranya gak begitu Mel, gue tahu niat elu baik karena mau membantu gue wujudkan mimpi gue. Tapi gak begitu Mel. Bagaimana bisa elu menyelipkan tanda tangan kontrak dan gue belum membacanya dengan baik." Suara Gara terdengar sangat berat. Gara mengusap rambutnya dengan kasar.
Egonya ingin marah pada Melly namun hati nuraninya tidak bisa karena memang benar, yang dilakukan Melly adalah untuk kesuksesan Kariernya.
"Gue minta maaf soal itu Ga, gue di desak terus sama pihak JH entertainment, karena Rendi yang akan menjadi pemeran utama kalau elu menolak. Hanya 15 bulan Ga.. elu terikat kontrak itu hanya 15 bulan. Gue pastikan setelah ini pamor elu akan semakin naik dan elu bebas melakukan apapun." Ucap Melly dengan sedikit rasa bersalah perihal tanda tangan itu.
"Gue gak suka cara elu Mel.. gue mau batalin kontrak itu." Putus Gara. Mendengar ucapan Gara, mulut Melly langsung menganga.
"Gak bisa Ga... pinaltinya itu terlalu besar." Kata Melly.
"Berapa?" Gara tadi hanya melihat bahwa Pinalti 15 kali lipat dari bayaran yang dia dapat.
Angka 15 itu adalah kelipatan yang cukup tinggi, namun Gara tidak peduli. Dia akan membayar dengan uang tabungannya sendiri dari pada terus menyembunyikan Brinia.
Iya menyembunyikan Brinia. Gara sudah memikirkan perihal itu setelah mendengar kalimat yang terlontar dari kedua orang tuanya.
"Bayaran elu di sinetron itu total 1,2 Milyar. Kamu kalikan aja sama 15." Ucap Melly datar.
"APA?" Pekik Gara yang tidak percaya bahwa dirinya di bayar segitu banyaknya untuk satu judul sinetron padahal dirinya adalah artis pendatang baru.
TO BE CONTINUED
Jam update udah mulai gak tentu ya, tapi tiap hari bakalan update ko...
kenapa gak tentu? karena nunggu komentar dan like reader reader baik hati bermunculan ❤️
makasih...
__ADS_1