
Jam dinding di sebuah rumah sederhana yang digunakan untuk proses shooting film layar lebar sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.
Harusnya, jam segini digunakan orang-orang untuk mengistirahatkan diri setelah seharian beraktivitas agar esok kembali bugar. Namun tidak bagi orang-orang yang sedang memburu cuan dan dikejar target, termasuk Segara Byantara.
Film layar lebar yang akan segera tayang di bioskop-bioskop tanah air itu hampir selesai proses shootingnya dengan pemeran utama Segara Byantara dan Sabrina Aulia.
Promosi film itu pun dilakukan secara besar-besaran baik online maupun offline. Bahkan beberapa pamfletnya tersebar di mall mall kota besar.
Jika shooting film layar lebar dengan genre adult romansa ini sudah selesai, Gara bisa sedikit bernafas lega. Sebab Gara memiliki sedikit waktu untuk istirahat dan mengurus rencana pernikahannya dengan Brinia. Ya pernikahan yang akan terlaksana sebentar lagi.
Terkadang Gara merasa waktu 24 jam sehari itu sangatlah kurang. Bagaimana tidak, jika siang dia shooting sinetron maka malamnya dia akan shooting film. Begitupun sebaliknya. Dan tidak jarang juga setelah shooting, Gara harus melakukan pemotretan ataupun promosi filmnya.
Mengenai sinetron, setelah perdebatan beberapa hari lalu dimana Gara menolak keras beradegan terlalu intim dengan lawan mainnya, sutradara akhirnya mengalah dan mengakali pengambilan video saat adegan tersebut.
Sutradara itu pun juga memberikan seluruh skenario pada Gara. Ya sutradara itu menyadari bahwa semua adalah permainan Melly, sang manager tidak berakhlak. Dan sang sutradara tidak tahu menahu akan kontrak tersebut karena itu urusan Melly dengan pemilik rumah produksi film
Tubuh Gara rasanya sangat lelah, namun memang hal itu sebanding dengan uang yang masuk ke dalam rekeningnya sebagai honor kerja kerasnya beberapa Minggu ini.
Satu hal yang membuat Gara semangat shooting adalah Brinia. Ya, penghasilan Gara itu akan Gara gunakan untuk pernikahannya dan membeli apartemen sebagai tempat tinggalnya dengan Brinia nanti.
Kuliah? Jangan tanya lagi bagaimana jadinya jika tidak ada Brinia. Sebab semua tugas Gara itu Brinia yang mengerjakannya disela-sela Brinia kemarin belajar untuk sidang Skripsi-nya.
Gadis cantik itu selalu bisa diandalkan dan selalu berusaha mengerti kesibukan Gara tanpa banyak protes. Rasa beruntung memiliki Brinia pun selalu dirasakan oleh seorang Segara.
"CUT!" Sutradara sudah menghentikan proses pengambilan film.
"Kita istirahat dulu. Kalian semua bisa kembali ke rumah masing-masing. Tapi ingat, besok jam 9 pagi semua harus sudah sampai disini. Kita harus mengejar matahari karena cuaca sedang tidak tentu." Kata Sutradara itu dengan lantang.
Gara bernafas lega, ah Gara sangat merindukan kasurnya. Sangat....
Ingin rasanya Gara rebahan dan merajut mimpi di kasur empuknya. Gara juga sangat merindukan Brinia.
"Ga, besok jam 9 elu harus sampai sini lagi." Kata Melly yang baru saja menghampiri Gara setelah sutradara menghentikan proses shooting.
"Gue udah denger tadi." Jawab Gara yang memang beberapa Minggu ini hanya ngobrol secukupnya dengan sang managernya itu. Gara juga tidak jarang bersikap ketus sama Melly.
"Jadwal elu besok itu shooting sampai jam 4 sore, habis itu kita langsung ke lokasi shooting sinetron elu kemungkinan sampai pagi lagi." Gara menghela nafasnya kasar, memang begitulah kesibukan Gara beberapa Minggu ini.
"Oke. gue mau cabut dulu. Capek!" Ucap Gara.
"Gara, kamu mending bawa supir deh Ga, kamu itu gak istirahat, takutnya ngantuk di jalan. Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu." Sambung Sabrina dengan sangat lembut. Gadis itu ternyata berdiri tidak jauh dari tempat Gara.
"Gue bukan anak kecil Sab."
"Tapi Ga, aku tuh khawatir sama kamu... Apa kamu pulang sama supir aku aja, nanti aku biar di setirin sama asisten aku."
__ADS_1
"Tidak usah. Terimakasih sab!" Jawab Gara.
"Oh ya Ga." Kata Melly menghentikan langkah kaki Gara.
"Ada apa lagi?" Gara memutar bola matanya jengah.
"Episode 30 sinetron Tali Cinta besok akan tayang. Setelah episode itu tayang, gue yakin fans elu sama Sabrina akan semakin heboh." Kata Melly.
Gara terdiam sejenak namun setelah itu Gara melanjutkan lagi langkahnya tanpa menimpali sepatah katapun tentang sinetronnya itu. Gara tidak berminat!
Episode 30?
Susah payah Gara menelan salivanya mengingat proses shooting episode itu yang dilakukan di atas ranjang. Sampai detik ini pun Brinia tidak tahu jika kekasihnya beradegan semesra dan seintim itu dengan lawan mainnya.
Bagaimana reaksi Brinia?
Membayangkan itu saja, Gara sudah ngeri sendiri. Apalagi sekarang ini Brinia masih sedikit ngambek dengan Gara karena kemarin saat Brinia sidang skripsi, Gara berjanji akan datang dan menyemangati sang kekasih. Tapi kenyataannya, Gara tidak datang karena ada pemotretan mendadak.
Jika melihat adegan episode 30, sudah pasti Brinia akan semakin marah pada Gara. Ya, meskipun Brinia tidak pernah nonton sinetron, tapi Mbak Kiki dan Bik Sumi adalah pecinta sinetron. Gara yakin, dua asisten rumah tangga Brinia itu pasti akan heboh.
"Mending gue temui Brinia aja, gue harus kasih penjelasan sama dia dulu sebelum dia lihat cuplikan adegan itu. Gue gak mau Brinia berpikir macam-macam, karena adegan yang gue perankan gak se-intim itu." Gumam Gara setelah duduk di balik kemudi mobil mewahnya.
Kecanggihan teknologi, Keahlian kameramen dan keahlian editor memang sangat berpengaruh dengan hasil pengambilan adegan film. Dengan sudut pandang yang tepat, sebuah adegan bisa terlihat lebih hidup sesuai yang diinginkan.
...***...
Bodoh amat semua orang sedang tidur atau bakal berpikir macam-macam gara-gara dirinya masuk kamar anak perawan menjelang subuh. Yang jelas, Gara hanya ingin membangunkan Brinia dan menjelaskan semuanya pada Brinia agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Lebih baik Brinia mendengar dan tahu darinya dari pada dari orang lain.
Toh mereka bentar lagi mau menikah, jadi menurut Gara bukan menjadi hal besar masuk ke kamar Brinia. Ditambah lagi kedua orang tua Brinia sedang ada di luar kota. Gara juga ingin melepas rindu dengan sang kekasih.
Langkah pertama Gara memasuki rumah Brinia disambut dengan suasana temaram karena hanya lampu-lampu kecil yang menghiasi dinding yang dihidupkan.
Rumah nampak sepi sekali dan sudah dipastikan bahwa penghuninya sudah pada tidur semua. Gara pun langsung melangkahkan kakinya menuju lantai dua dimana kamar Brinia berada.
Tok...
Tok...
Tok...
Gara pun mengetuk pintu kamar Brinia karena ternyata pintu itu dikunci dari dalam. Padahal Gara niatnya mau memberikan kejutan pada Brinia.
Tok..
__ADS_1
Tok...
Tok...
Ceklek
Pintu kamar terbuka, menampilkan seorang gadis cantik dengan wajah tanpa make up dan rambut sedikit berantakan.
"Selamat menjelang pagi sayang.." Sapa Gara.
"Gara... kamu ngapain jam segini kesini?" Tanya Brinia sambil mengucek matanya.
"Aku kangen kamu." Jawab Gara sambil tersenyum. Rasa lelah dan kantuk yang Gara rasakan sebelumnya hilang sudah melihat wajah Brinia. Wajah cantik dan manis yang memberikan keteduhan.
"Aku ngantuk Ga!" Ucap Brinia yang langsung kembali masuk ke dalam kamar.
Brinia pun langsung merebahkan dirinya begitu saja disalah satu sisi tempat tidur.
"Aku tadinya juga ngantuk, tapi lihat kamu.. aku jadi seger lagi." Sambung Gara yang ikut masuk ke kamar Brinia kemudian menutup pintu kamar Brinia. Tidak lupa Gara juga mengunci pintu kamar Brinia.
"Cih bokis! sebenarnya kamu ngapain sih kesini, aku tuh baru tidur Segara sayang.. gara-gara aku ngerjain tugas akuntasi perpajakan kamu tuh!" Gerutu Brinia dengan memejamkan matanya.
"Mau bobok sama kamu!"
"Jangan aneh-aneh deh Ga!" Ucap Brinia kemudian tidak mendapatkan jawaban lagi dari Gara karena Gara sudah masuk ke dalam kamar mandi Brinia yang ada di sudut kamar.
Tidak mempedulikan sang kekasih karena rasa kantuknya, Brinia pun kembali merajut mimpinya lagi.
Dan Bugh...
Kasur Brinia yang sangat empuk tiba-tiba terguncang karena ada sesuatu yang besar seperti jatuh dari atas. Brinia yang baru tertidur kembali tentu sangat terkejut.
Brinia membuka matanya dan...
"Gara!!!" Brinia kesal, tidurnya diganggu oleh Gara. Brinia pun memukul pundak Gara dengan bertubi-tubi dan Omelan Omelan tidak jelas.
Gara justru tertawa dan langsung mendekap tubuh Brinia, memeluk tubuh langsing itu dengan erat untuk melepaskan rindu yang membelenggu.
"Gara!! kamu kenapa gak pake baju ih!"Omel Brinia karena Gara memang melepas kaos dan celana jeans-nya yang sudah dipake sejak siang tadi. Gara hanya menyisakan bokser saja dalam tubuhnya.
"Sayang... kamu gak pake bra ya?" Bukan menjawab pertanyaan Brinia, Gara justru kembali bertanya pada sang kekasih membuat Brinia tersadar dan membulatkan matanya.
to be continued...
Yuk berikan dukungannya biar author semangat nulisnya... heheh
__ADS_1
"