Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Di Terima


__ADS_3

Begitu gorden dibuka, sebuah kalimat indah langsung terpampang jelas di depan Brinia. Kalimat yang disusun dari luar Villa kemudian digantung menghadap ke Villa terbaca begitu jelas dari dalam Villa tempat Brinia saat ini berdiri.


“BRINIA, WILL YOU MARRY ME?”


Brinia begitu terkejut melihat huruf demi huruf yang tertata rapi di hadapannya. Pasalnya, sampai detik ini belum pernah terbayang sedikit pun dalam benak Brinia untuk di lamar oleh Gara. Kan target menikah mereka masih 3 tahun lagi.


3 tahun masih terlalu jauh untuk Brinia.


"Nggak, ini pasti prank yang dilakukan anak-anak." Batin Brinia mengingat bagaimana rusaknya otak Juna dan Denim terlebih sekarang Nesya juga ikut-ikutan rusak.


“Ide konyol siapa ini?” Tanya Brinia dengan tenang padahal jantungnya berdegup kencang dan berharap ini nyata, Gara melamar dirinya bukan sekedar prank. Namun sebisa mungkin Brinia tetap stay cool jika benar Prank dia tidak akan kecewa berlebih.


“Kalian lagi ngeprank gue ya? Juna.. Denim.. keluar kalian! Mana Gara?” Tanya Brinia lagi.


“Ha?”


“Ngeprank?” Gumam Gara, Yurdha, Juna dan Denim bersamaan dan saling pandang dengan penuh tanda tanya. Keempat lelaki itu masih berdiri di balik tembok yang tak terlihat oleh Brinia.


“Jauh-jauh ke Jogja buat kasih kejutan dia, eh dia menganggap kita lagi ngeprank?” Gumam Juna sambil geleng-geleng kepala.


“Bener kan dugaan gue, itu bocah nggak ada menye-menyenya jadi perempuan. Coba gadis lain di lamar begini.. pasti udah meleleh dan nangis karena menganggap pasangan mereka so sweet. Ini, dianggap konyol bray?” Sambung Denim berbisik.


“Emang limited edition.” Ucap Yurdha sambil tersenyum tipis. Kemudian Yurdha menyenggol Gara agar Gara keluar dari tempat persembunyian mereka.


“Serius, ide konyol siapa ini? Gak lucu juga tau ngeprank orang kayak gini.” Ujar Brinia dengan memasang wajah datar.


"Elu pasti ikut-ikutan buat ngeprank guebkan Nes? Ngaku aja deh, Juna sama Denim pasti sengaja kan karena tadi pagi gue udah ngomelin mereka." Brinia menatap tajam Nesya.


“Kok Ngeprank sih Brin?” Tanya Nesya.


“Gak lucu bercanda kalian! Keluar coba kalian semua.” Teriak Brinia yang dalam hatinya terus berdoa bahwa ini nyata, Gara melamar dirinya. Brinia bahkan lupa akan target nikah yang selalu mereka gadang-gadang.


Nyesek banget kalau ini memang hanya sekedar bercandaan atau Prank. Sebab, Kalimat yang di rangkai dengan menggunakan balon berwarna gold serta di hiasi dengan kertas kertas berbentuk love di sekitarnya terlihat begitu indah di mata Brinia. Namun sebisa mungkin Brinia tetap mengontrol dirinya agar tidak langsung baper dengan semua yang ada di hadapannya saat ini.


"Gak mungkin Gara tiba-tiba lamar gue... gak mungkin." Batin Brinia menguatkan hatinya agar tidak baper.


“Siapa yang lagi ngeprank kamu Brinia?” Suara Gara tiba-tiba muncul dari belakang Brinia. Hal itu sontak membuat Brinia langsung menengok ke belakang mencari sumber suara berasal.

__ADS_1


Brinia auto membeku ditempat melihat Gara yang nampak gagah dengan kemeja navy yang slim fit dan celana bahan ditambah dengan sepatu memberikan kesan formal. Belum lagi, rambut Gara yang malam ini ditata sangat rapi juga brewok tipis-tipisnya yang begitu mempesona.


Entah karena pencahayaan lampu yang bagus di Villa saat ini atau karena penampilan Gara yang sangat rapi membuat Gara sangat sangat dan sangatlah tampan di mata Brinia. Ya, Brinia akui Gara memang memiliki ketampanan diatas rata-rata. Namun, malam ini Brinia melihat aura yang berbeda dari seorang Segara Byantara.


“Gara…” Gumam Brinia pelan yang tidak melepaskan sedikitpun tatapannya dari wajah tampan sang kekasih.


Tanpa menjawab panggilan dari kekasihnya, Gara langsung berjongkok dan mengeluarkan sebuah cincin yang berada di kotak berudu berwarna merah yang sebelumnya Gara sembunyikan di balik punggungnya. Gara tidak membawa bunga, sebab Gara sangat tahu bahwa kekasihnya itu tipe wanita yang tidak terlalu menyukai bunga ataupun boneka.


“Ga…”


“Brinia Aletta, malam ini… aku, Segara Byantara dengan segala rasa cinta dan sayang aku untuk kamu.. aku ingin kamu mau menjadi istri aku tiga tahun lagi, menemani sepanjang hidup aku dan nantinya menjadi ibu dari anak-anak aku. Aku sangat mencintai kamu Brinia, sangat….” Ucap Gara dengan segala kesungguhan.


Jangan salah, Gara sebenarnya juga cukup gugup melamar Brinia. Padahal hanya di dengar oleh sahabat-sahabatnya saja, bagaimana nanti kalau di depan penghulu?


Brinia tertegun sejenak, namun Brinia mencoba mengembalikan jiwanya untuk kembali menginjak bumi, tidak terbang terlalu tinggi karena takutnya semua tidak sesuai dengan ekspetasinya.


Melamar untuk menikah tiga tahun lagi? bukankah itu termasuk hal konyol.


“Gara.. gak lucu deh ya prank kamu kali ini. Aku gak suka cara kamu dan yang lainnya minta maaf ke aku karena kalian semalam mabuk dan melanggar perjanjian kalian sendiri…” Ucap Brinia dengan sangat gugup.


Bagaimana pun Brinia adalah wanita normal, mendadak di lamar sang kekasih hati tentu Brinia menjadi salah tingkah apalagi ini adalah pengalaman pertama dalam hidup Brinia.


“Iya. Kamu dan sahabat-sahabat laknat kita itu pasti sedang berusaha membuat aku senang dan gak marah lagi kan karena pagi tadi kalian ketahuan habis mabuk semalam kan? makanya kamu melamar aku sekarang untuk menikah tiga tahun lagi” Tanya Brinia.


Wajar Brinia memiliki pemikiran seperti itu. Karena, sebelumnya keempat sekawan itu pernah membuat baliho besar di sepanjang jalan dari kampus menuju rumah Brinia yang berisi permintaan maaf dan meminta Brinia agar tidak marah lagi setelah mereka ketahuan mabuk di sebuah klub malam. Bahkan mereka menampilkan wajah cantik Brinia disepanjang jalan. Benar-benar sahabat laknat kan?


Gara tersenyum. Senyum yang sungguh mempesona dan mampu membuat hati para gadis meleleh seketika, termasuk hati Brinia


“Brinia sayang.. aku gak sedang ngeprank kamu. Aku serius.. Aku mencintai kamu dan hari ini adalah hari anniversary kita yang ke-tiga. Makanya aku ajak anak-anak kesini buat bantuin aku untuk melamar kamu. Melanjutkan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius lagi.” Jawab Gara dengan tenang.


Brinia mencoba mencari kebohongan dari sorot mata Gara yang sangat meneduhkan itu, namun Brinia sama sekali tidak menemukan kebohongan itu sedikit pun.


Sebentar.. sebentar.. anniversary ke tiga? Brinia mencoba mengingat hari ini tanggal berapa.


Oh astaga, Brinia menutup mulutnya yang menganga karena menyadari sesuatu. Brinia benar-benar kelupaan dengan tanggal jadiannya sama Gara karena beberapa bulan ini disibukkan oleh tugas kampus juga skripsi. Dan tidak ketinggalan juga, Brinia sibukkan dengan rasa cemburunya yang terpendam pada Sabrina.


“Pasti kamu lupa sama hari spesial kita kan?” Tanya Gara dan dijawab dengan anggukan lemah oleh Brinia karena Brinia merasa bersalah.

__ADS_1


Biasanya, dimana-mana itu pihak cewek yang selalu mengingat tanggal tanggal penting hubungan mereka dan lebih cenderung ke pihak cowok yang lupa. Namun, Gara dan Brinia justru kebalikannya.


“Ma.. maaf.. aku udah melupakan tanggal spesial kita.” Cicit Brinia.


“Gak  masalah.. jadi kamu mau menerima lamaran aku gak? Aku udah capek ini jongkok nih?” Tanya Gara membuat Brinia langsung tertawa.


Eh. Juna, Yurdha, Denim dan Nesya langsung menepuk jidat mereka sendiri. Bagaimana bisa Gara berkata capek jongkok di saat wajah Brinia sudah mulai terharu karena suasana romantis yang tercipta itu.


Namun mereka semua tidak heran sih dengan apa yang terjadi karena Brinia dan Gara memiliki romantis versi mereka sendiri.


“Bee, mau nggak jadi calon istri aku?” Tanya Gara lagi.


“Emang bisa aku menolak? Enggak kan. Kan aku cinta sama kamu Ga, jadi aku mau menjadi calon istri kamu yang kelak akan menjadi ibu dari anak-anak kamu.” Jawab Brinia dengan tersenyum malu.


Guratan merah terlihat sempurna di pipi Brinia yang sedikit tirusan.


“Yess! Gue diterima gaess!” Jawab Gara dengan semangat dan langsung berdiri dan meloncat seperti orang yang sudah berhasil menangkan lomba cerdas cermat tingkat Internasional.


Yurdha, Juna, Denim dan Nesya pun ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan kedua sahabatnya itu saat ini.


"Semoga kamu selalu bahagia Brinia.." batin Yurdha.


“Makasih udah terima aku Bee, aku mencintai kamu.” Ucap Gara yang langsung memeluk Brinia dengan erat. Brinia pun langsung membalas pelukan Gara dengan tidak kalah erat.


Meskipun Gara tahu bahwa kemungkinan sangat besar Brinia akan menerima lamarannya, tapi ketika kalimat persetujuan itu keluar langsung dari bibir Brinia, hati Gara merasa sangat bahagia bahkan melayang tinggi.


Begitu pula Brinia, calon dokter muda itu merasa bahwa hatinya saat ini sedang dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran meskipun Brinia tidak dapat mengekspresikannya karena melihat kemunculan para sahabatnya.


“Woii, udah dong pelukannya,, buruan di pasang tuh cincinnya di jari manis Brinia.” Ucap Nesya membuat Brinia langsung melepaskan pelukannya pada Gara. Dengan sangat terpaksa, Gara pun melepaskan rengkuhannya itu.


Dengan tatapan yang saling mendamba dan penuh cinta, Gara pun memasangkan cincin berlian dengan model sederhana namun terlihat elegan pada jari manis Brinia membuat mata Brinia berkaca-kaca karena bahagia. Cincin yang Gara pilih sungguh begitu indah di mata Brinia karena sesuai dengan karakter Brinia yang simpel dan anti ribet.


“Makasih Segara-ku..” Ucap Brinia pelan. Gara pun mengangguk kemudian mengecup kening Brinia selama beberapa detik sembari mendalami perasaan masing-masing. Brinia benar-benar bahagia hari ini, begitu juga dengan Gara.


“Masak cium kening doang? Cium bibir dong Ga!” Teriak Juna dari tempatnya berdiri yang tidak jauh dari Brinia dan Gara.


“Ah gak asik. Udah berani melamar tapi belum berani cium bibir?” Sambung Denim berusaha menjadi kompor.

__ADS_1


“Ciuman! Ciuman.. ciuman…” Teriak sahabat Gara dan Brinia dengan kompak membuat dua sejoli itu langsung sama-sama merona karena malu.


To be continued...


__ADS_2