Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Pulang Lebih Dulu


__ADS_3

Amarah Gara tidak terbendung lagi. Bagi Gara, dengan memotret tidurnya Brinia sama saja sudah menginjak-injak harga dan martabat Brinia.


Beruntung Yurdha dengan sigap melerai amukan Gara karena baik Juna maupun Denim, tidak ada yang melawan atau membalas Gara. Juna dan Denim mengaku salah, tapi mereka yakin.. suatu saat, foto itu pasti akan sangat berguna.


Foto dan video yang ada di ponsel Nesya memang dihapus. Tapi tidak dengan yang ada di ponsel Juna dan Denim. Gara, Yurdha dan Brinia tidak ada yang sadar jika foto itu sudah di simpan di ponsel dua lelaki laknat itu.


Nesya yang diberikan kode oleh Denim dan Juna untuk diam hanya mengangguk dan menurut karena Nesya merasa bersalah pada mereka. Akibat kecerobohan mulutnya, Denim dan Juna terkena bogem dari Gara. Padahal tidak ada niat buruk sedikit pun dari para sahabatnya itu.


Suara Brinia yang menangis karena kesal itu pun mampu meredam amarah Gara pada sahabatnya. Terlebih beberapa kali Brinia meminta Gara berhenti. Gara pun memeluk Brinia dengan mesra agar kekasihnya itu berhenti menangis.


"Aku mau balik Jakarta sekarang Ga." Ucap Brinia lirih.


"Tapi tiketnya masih nanti malam Bee.."


"Aku gak mau bareng sama Denim, Juna dan Nesya." Ucap Brinia. Brinia adalah tipe orang yang kalau sedang kesal dengan orang lain memilih menjauh dan pergi ketimbang mengungkapkan atau meluapkan emosi.


"Maafkan aku Brin." ucap Nesya yang juga merasa sangat bersalah.


"Aku cuma pengen sendiri Nes.. aku gak marah kok sama kamu, aku cuma kesel aja. Kalau lagi kesel begini, aku gak mau nanti justru ucapan aku menyakiti hati kamu." Nah kan, meski kecewa, Brinia masih memikirkan perasaan orang lain.


"Maafin gue juga Brin." Kata Denim.


"Iya Brin.. gue menyesal." Sahut Juna.


"Yaudah, Brinia dan Gara biar balik Jakarta bareng gue aja. Gue datang kesini juga mau ambil barang-barang gue karena gue mau cabut dulu. Ada hal penting yang harus gue selesai sore ini juga di rumah." Kata Yurdha.


Hal penting? semuanya pun merasa penasaran tapi tidak ada yang membuka suara untuk bertanya. Sebab bertanya pada Yurdha akan percuma. Tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.


...**...

__ADS_1


"Sudah jangan di pikirkan. Foto dan video itu sudah aku hapus dari ponsel Nesya. Mending kamu bobok." Kata Gara mengusap rambut Brinia dengan lembut. Gara paham akan kekhawatiran Brinia yang memang suka overthinking.


Saat ini mereka sedang berada di jet pribadi milik keluarga Yudha.


"Apa kamu yakin kalau Juna dan Denim tidak menyimpan itu?" Tanya Brinia.


Deg.


Iya juga ya? Gara terdiam.


"Bukankah tadi Nesya bilang kalau yang ambil foto itu Juna dan yang ambil video itu Denim. Berarti kan bukan hanya di ponsel Nesya. Bisa juga Nesya hanya dikirimin sama dua manusia itu. Kenapa tadi kamu gak ngecek chat mereka dulu? kenapa langsung emosi?" Brinia mengingat ucapan Nesya yang terus minta maaf dan menjelaskan kala dirinya sudah bersiap untuk pulang duluan.


"Kamu tenang saja, jangan dipikirkan. Besok pagi setelah mereka sampai Jakarta, akan aku bereskan semuanya Bee.. kamu tenang ya..." Ucap Gara mencoba menenangkan kekasihnya meskipun hatinya was-was.


"Bagaimana gak dipikirkan sih Ga... kamu tau kan kalau Juna dan Denim itu manusia paling ceroboh di dunia ini? Apalagi kerjaan mereka hampir tiap malam itu mabuk, bagaimana kalau ada yang lihat foto dan video itu selain kita-kita? Pasti mikirnya yang enggak-enggak." Decak Brinia kesal sambil merebahkan kepalanya di pundak Gara untuk mencari kenyamanan.


"Aku gak mau karier kamu terhambat jika sampai foto dan video itu diketahui orang luar." Lirih Brinia.


Brinia menghela nafasnya dengan kasar.


"Nggak! kita masih terlalu muda untuk menikah Ga... lagian lulus kuliah aja belum. Nanti setelah kita lulus kuliah baru kita pikirkan lagi." Jawab Brinia.


"Memang kenapa kalau masih kuliah tapi sudah menikah? Toh banyak kan yang seperti itu?" Tanya Gara yang sedikit kecewa dengan jawaban Brinia.


Namun Gara sadar bahwa dirinya tidak berhak memaksa kehendak Brinia secara tiba-tiba seperti ini. Apalagi dari dulu Gara yang bilang sama Brinia bahwa mereka menikah saat cita-cita mereka sudah sama-sama tercapai, paling cepat saat mereka berusia 25 tahun lah agar sudah siap mental dan materinya. Gara menjadi artis papan atas, sedangkan Brinia menjadi dokter spesialis.


"Sayang... bukannya aku menolak menikah muda sama kamu." kata Brinia yang seakan paham pada nada bicara Gara yang tengah kecewa atas jawabannya.


"Aku hanya takut sayang... Aku takut tidak dapat mengatur waktu dengan baik sehingga aku gagal menjadi istri yang baik buat kamu. Aku harus menyelesaikan tanggung jawabku sama mama dan papa yang sudah kuliahin aku, aku juga ingin mengejar impian aku, aku nanti harus melakukan kewajiban aku sebagai istri. Aku takut belum bisa melakukan itu semua.. Belum lagi saat aku nanti hamil dan punya anak, kamu masih sibuk shooting, aku masih KOAS dan lain-lain." Lanjut Brinia.

__ADS_1


"Kita bisa sama-sama belajar untuk menjadi pasangan terbaik Bee... kita berproses bersama untuk itu. Dan untuk masalah momongan, kita bisa menundanya Bee." Ucap Gara dengan penuh keyakinan.


Brinia pun tersenyum kemudian mengalihkan wajahnya untuk menatap wajah tampan Segara Byantara.


"Kamu kenapa tiba-tiba membahas pernikahan?" Tanya Brinia sambil tersenyum kemudian Brinia mengusap pipi Gara dengan lembut.


"Aku cinta sama kamu Bee."


"Bukannya memang kamu udah Bucin sama aku sejak dulu. Kan kita emang sama-sama bucin. Tapi kemarin-kemarin kamu masih mentargetkan menikah paling cepat usia 25 tahun. Kenapa sekarang mendadak berubah?" Tanya Brinia lagi dengan sorot mata yang begitu dalam namun meneduhkan.


"Aku takut Bee..." Jawab Gara jujur. Gara kini membalas perlakuan Brinia yaitu mengusap pipi Brinia dengan lembut.


"Semalam... kita beruntung karena kita masih sempat tersadar sehingga tidak berbuat lebih, namun aku takut jika lain kali aku tidak bisa mengendalikan diri aku saat ada di dekat kamu Bee... kamu benar-benar membuat aku jadi gila Bee.. gila karena cinta kamu dan segala yang ada pada diri kamu Bee, aku gak mau merusak kamu terlalu jauh." Ucap Gara dengan penuh kesungguhan. Hal itu membuat pipi Bee langsung merona.


"Benarkah?" Tanya Brinia.


Tanpa aba-aba, Gara pun mendekatkan wajahnya pada wajah Brinia. Gerakan Gara itu pun membuat Brinia refleks langsung memejamkan matanya.


Cup!


Bibir Gara mendarat sempurna di bibir Brinia dengan begitu lembut. Baik Gara maupun Brinia, saat ini pasangan kekasih itu sudah cukup paham tentang bagaimana ciuman setelah semalam mereka sama-sama belajar dengan bermodalkan naluri dan naf su.


Bohong jika semalam tidak ada naf su di antara mereka karena sejatinya mereka hanyalah manusia biasa.


Lum matan demi Luma matan kecil Gara berikan pada bibir bagian bawah Brinia membuat Brinia mengerti dan segera membuka akses masuk untuk Gara. Tidak menunggu lama, Gara segera masuk untuk mengabsen satu persatu yang ada disana sembari memejamkan matanya.


Lembut dan penuh kenikmatan....


Brinia sudah tidak canggung lagi untuk membalas setiap apa yang Gara lakukan pada bibirnya. Hingga keduanya larut dalam permainan masing-masing. Sebisa mungkin Gara mengumpulkan kewarasannya agar tangannya berada pada tempatnya tidak mengeksplor ke sembarang arah seperti semalam dirinya hampir kebablasan kalau tidak Brinia tahan.

__ADS_1


"Sialan kalian!" Umpat Yurdha yang langsung melemparkan kaleng minuman yang isinya sudah habis itu ke sembarang arah sehingga menimbulkan suara yang cukup gaduh.


TO BE CONTINUED


__ADS_2