Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Cheers!


__ADS_3

...***...


Villa mewah dua lantai yang ada di daerah puncak dihiasi dengan lampu yang gemerlap. Suasana pesta yang di adakan disana langsung terlihat jelas ketika memasuki gerbang utama villa tersebut. Padahal di luar Villa nampak sepi-sepi saja. Mungkin karena pagar yang menjulang sangat tinggi.


Para pelayan berseragam tengah sibuk menyiapkan sajian makanan dari berbagai negara dengan minuman-minuman berwarna warni yang sudah tertata rapi di mejanya. Mulai dari air mineral, jus hingga alkohol semuanya tersedia.


Ulang tahun JH Entertainment yang ke 10 ini digadang-gadang menjadi ulang tahun paling mewah dari sebelum-sebelumnya meskipun diadakan di sebuah Villa, bukan hotel bintang lima.


Selain para pemilik PH besar di tanah air yang di undang juga para artis papan atas, pemilik asli JH entertainment juga hadir langsung dalam acara ini untuk pertama kalinya karena biasanya akan diwakilkan oleh Andreas. Ya, Andreas ternyata hanyalah orang kepercayaan pemilik asli JH entertainment.


Tamu yang hadir dalam pesta tersebut langsung disambut dengan suara musik yang diracik langsung oleh DJ wanita ternama di tanah air. Para tamu juga bebas berjoget dan melakukan yang mereka mau.


Menurut Gara, tempat ini lebih pantas disebut sebuah club' malam, bukan pesta di sebuah villa.


Kedatangan Gara bersama dengan Axel langsung disambut oleh Melly yang ternyata sudah ada disana lebih dengan Sabrina.


Gara tidak mempedulikan manager juga lawan mainnya itu. Karena tugas Gara datang kesini hanyalah hadir dan kemudian mencari celah agar bisa segera pamit pulang. Gara benar-benar merasa tidak nyaman berada ditempat ini.


Harus terus dalam kepura-puraan di ketidaknyamanan, senyum Gara terukir kala menyapa para artis senior dan tidak lupa bersua foto bersama untuk diunggah di sosial media masing-masing.


Mata Gara rasanya sedikit risih melihat penampilan para artis wanita yang menggunakan baju kurang bahan. Entahlah, makin kesini kenapa makin banyak wanita yang memamerkan lekuk tubuhnya secara gratis.


Lelah menyapa dan berbincang dengan rekan artis lainnya, Gara memilih duduk di salah satu sofa yang disediakan dengan berbagai hidangan di meja.


"Ga.. pak Andreas memanggil kita, katanya kita mau dikenalkan sama pemilik JH entertainment." Ucap Sabrina yang tiba-tiba sudah ada di samping Gara.


"Bukannya pemilik JH entertainment itu pak Andreas?" Tanya Gara.


"Bukan. Ternyata pak Andreas adalah orang kepercayaan Pak Johan. Kamu tadi kan datangnya terlambat, belum kenal sama pak Johan saat opening party tadi, jadi beliau ingin berkenalan langsung sama kamu." ucap Sabrina.


"Hmmm. baiklah. Ayo." Gara pun beranjak dari duduknya.


Bagaimana pun, Gara dibayar oleh JH entertainment. Jika pemilik PH itu secara langsung ingin bertemu dan berkenalan dengan Gara.. bukankah itu suatu kehormatan untuk Gara?


Lagian, setelah bertemu dengan pemilik asli JH entertainment yang bernama Johan itu, Gara bisa langsung pamit pulang lalu menemui Brinia. Gadis pujaan hatinya.


"Kita mau kemana Sab?" Tanya Gara yang berjalan dibelakang Sabrina.


"Di ruang VIP Ga." Jawab Sabrina.


"Muka elu kenapa tegang banget deh Sab?" Tanya Gara. Meksipun pencahayaan kurang di villa itu, namun Gara dapat melihat kegugupan di wajah Sabrina, bahkan suara gadis itu terdengar gemetar.


"I.. iya.. aku cuma gugup mau ketemu orang penting." Jawab Sabrina.


Tidak lama, Sabrina pun mengetuk pintu sebuah ruangan yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran yang begitu indah.

__ADS_1


"Silahkan masuk Segara dan Sabrina." Sapa seorang lelaki yang Gara kenal bernama Andreas.


Gara dan Sabrina pun masuk ke dalam sebuah ruangan yang di desain layaknya ruang kerja. Buku-buku tertata rapi di rak tersebut. Gara mengedarkan pandangannya ke ruangan yang ia masuki ini. Berbeda dengan Sabrina yang memang sudah beberapa kali masuk ke ruangan kerja ini.


"Selamat datang Segara Byantara dan Sabrina...." Sapa seorang lelaki yang berdiri dari duduknya di sofa panjang mengalihkan perhatian Gara yang tengah menikmati interior ruangan kerja mewah ini.


Gara dan Sabrina pun mendekat ke arah sofa kemudian keduanya tersenyum.


"Perkenalkan, nama saya Johan. Saya adalah pemilik JH entertainment. Selama ini saya tinggal di luar negeri dan baru kembali ke negara ini beberapa bulan yang lalu." Lelaki paruh baya yang mengenakan jas itu pun bercerita sebelum ditanya oleh lawan bicaranya.


"Perkenalkan nama saya Sabrina pak." Ucap Sabrina yang sejatinya hanyalah adegan semata karena Sabrina sudah kenal lelaki dihadapannya ini, lelaki yang menjebaknya dalam sebuah perjanjian dengan ancaman yang sangat mengerikan.


"Ternyata kamu lebih cantik aslinya ketimbang di layar kaca ya Sabrina..." Lelaki bernama Johan itu pun menelisik penampilan Sabrina yang cukup seksii malam ini hingga membuat Sabrina tidak nyaman. Menyadari hal itu, Gara pun langsung memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan, nama saya Segara Byantara." Ucap Gara menyalami Johan.


"Byantara.... Byantara... sebentar, saya dulu pernah punya sahabat bernama Andra Byantara. Jangan bilang kamu adalah anaknya Andra?" Tanya Johan tiba-tiba membuat Gara terkejut. Bagaimana lelaki itu kenal dengan sang Papa.


"Anda kenal dengan papa saya?" Tanya Gara.


"Ya, kami dulu sangat dekat bahkan bersahabat ketika kuliah di Amsterdam. Kita dulu juga tinggal di satu apartemen yang sama."


"Really?" Gara tersenyum dan merasa bahagia bertemu sahabat sang Papa sewaktu muda.


Mereka bertiga asik membicarakan tentang pekerjaan mereka dan projects sinetron yang belakangan ini sangat viral. Sinetron yang dibintangi oleh Gara dan Sabrina itu benar-benar memberikan keuntungan besar untuk JH entertainment.


Gara merasa nyaman ngobrol dengan Johan. Apalagi sesekali Johan menyinggung soal Papa Andra dan kebiasaan-kebiasaan Papa Andra yang sangat baik dan tegas. Gara merasa bangga memiliki ayah seperti papa Andra setelah mendengar cerita dari Johan.


"Astaga, saking asiknya kita bercerita.. saya sampai lupa meminta waiters untuk mengambilkan kalian minuman." Ucap Johan.


"Sebentar saya akan hubungi Andreas untuk mengambilkan kita minum." Kata Johan lagi hendak beranjak untuk mengambil ponselnya.


"Biar saya saja yang keluar mengambilkan minum Pak, Pak Johan dan Gara diteruskan saja berceritanya." Kata Sabrina sambil tersenyum membuat Johan ikut tersenyum tipis.


"Baiklah. Tolong ambilkan kita whiskey ya Sabrina." kata Johan.


"Maaf, Sab tolong ambilkan saya jus saja." Ucap Gara.


"Jus? why? kamu tidak sedang bercanda kan Segara Byantara?" Johan nampak terkejut mendengar permintaan anak dari Andra tersebut.


"Sorry Pak Johan, saya memang tidak minum alkohol." Kata Gara dengan sopan.


"Untuk malam ini saja Gara."


"Maaf saya tidak bisa." Tolak Gara dengan halus.

__ADS_1


"Oke, Sabrina.. tolong bawakan jus juga whiskey untuk Gara." Perintah Johan dan di angguki oleh Sabrina.


Ingin rasanya Gara membatah perintah Johan, namun Gara masih sungkan. Nantilah Gara akan mencari alasan untuk menolak permintaan Johan itu.


Tidak berselang lama, Sabrina pun datang dengan nampan di tangannya. Wajah Sabrina nampak tegang dan itu tidak lepas dari tatapan Gara.


"Silahkan di minum." Kata Sabrina setelah menaruh minuman jus dan whiskey di hadapan Gara juga whiskey di hadapan Johan.


Gara mengambil gelas jus itu kemudian meminumnya setelah Johan mengajaknya untuk bersulang.


"Sabrina, ayo kamu minum juga... kita cheers bersama-sama atas kesuksesan sinetron yang kalian bintangi." Ajak Johan.


"Baik pak." Sabrina pun mengambil gelas berisi whiskey. Sabrina bukanlah peminum, tapi Sabrina sudah beberapa kali minum alkohol saat pikirannya terasa penat.


"Gara, ambil gelas kamu yang satunya.. rasanya lucu sekali, kita cheers, dan kamu menggunakan jus?" Ucap Johan sambil tertawa.


"Maaf pak..."


"Sekali saja Segara Byantara, jangan membuat mood saya menjadi buruk... lagian Papa kamu dulu waktu mudanya juga seorang pemabuk. Dia teman saya mabuk di club!" Kata Johan lagi.


Gara tahu, dulu papanya pernah bandel dan akhirnya mengalami kejadian yang merugikan. Oleh sebab itu, Papa Andra melarang keras Gara untuk mabuk supaya Gara tidak merasakan kejadian yang sama dengan Papa Andra.


Johan pun terus membujuk Gara hingga akhirnya Gara mengiyakan permintaan pemilik JH entertainment itu. Hanya sedikit, ya hanya seteguk. Gak akan membuatnya mabuk.


"Untuk kesuksesan sinetron kalian."


"Cheers!" Ucap Johan dengan senyum penuh kemenangan.


"Cheers..."


"Cheers.."


Ucap Gara dan Sabrina hampir bersamaan.


Suara denting gelas kaca yang saling bertautan itu pun terdengar nyaring karena meriahnya pesta di luar sana tidak terdengar di ruangan ini.


Johan melirik Gara yang menenggak Whiskey dengan senyum liciknya.


"Please, minum sedikit saja Ga... sedikit saja... jangan banyak-banyak Ga... " Batin Sabrina yang tahu bahwa sesuatu sudah dimasukkan ke dalam sana.


"Maafkan aku Segara, maafkan aku..." Batin Sabrina lagi.


to be continued


Lanjut gak? Lanjut Gak?

__ADS_1


__ADS_2