Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Johan Pusing


__ADS_3

Mengingat wajah Andra, membuat emosi Johan kian memuncak. Johan masih ingat betul, bagaimana sang adik perempuan kesayangannya itu terluka dan malu gara-gara kelakuan Andra hingga adik perempuannya itu kini masih sendiri dan enggan untuk menjalin hubungan dengan seorang lelaki.


Bagi adik perempuan Johan itu, semua lelaki itu brengseeek!


Waktu itu, Andra dan Johan tinggal di apartemen yang sama saat mereka menempuh pendidikan di luar negeri. Mereka tinggal bersama biar hemat karena biaya hidup disana sangatlah tinggi dibandingkan di Indonesia.


Dan ketika adik Johan sedang berkunjung kesana untuk liburan, secara tidak sengaja Andra dan beberapa temannya yang pulang dari club' malam dalam keadaan mabuk melakukan pelecehan pada adik Johan saat Johan sendiri sedang bekerja paruh waktu.


Memang tidak sampai making love, namun salah satu teman Andra merekam kejadian itu dengan kamera pocket lalu menunjukkan pada teman-teman di kampus tentang kelakuan Andra karena hanya Andra yang melakukan pelecehan itu.


Waktu dulu ponsel belum secanggih sekarang, dan hanya orang-orang kaya yang memiliki kamera pocket.


Johan meminta pertanggungjawaban Andra, namun Andra menolak karena Andra sudah memiliki kekasih di Indonesia yaitu Amelia. Toh Andra tidak sampai mengambil keperawanan adik Johan. Andra hanya meminta maaf pada Johan dan keluarganya dan tentu saja Johan tidak terima begitu saja.


Dari sanalah pertemanan mereka rusak. Adik Johan sangat malu dan trauma dengan kejadian itu. Oleh sebab itu, Johan ingin membuat Andra merasakan apa yang dirasakan oleh keluarganya yaitu malu. Apalagi Segara adalah anak yang selalu Andra bangga-banggakan di depan rekan bisnisnya.


Dan hal itulah yang membuat Andra melarang keras Gara itu mabuk.


"Kau bodoh Johan! kau bodoh! Kau terlalu menganggap sepele Segara Byantara hingga rencanamu berantakan semua!" Umpat Johan pada dirinya sendiri. Saat ini, Johan sedang termenung di ruang kerjanya yang ada di villa.


"Berpikir Johan, berpikir... kamu harus bisa melemparkan kotoran pada wajah angkuh Andra melalui anaknya. Kamu harus hancurkan reputasi keluarga Andra ." Ucap Johan lagi kemudian mata Johan menangkap sesuatu hingga membuat senyum Johan terbit.


Terlintas sebuah ide di benak Johan.


drtt drtt drrttt...


Ponsel Johan berdering, lelaki itu langsung mengangkat setelah melihat siapa yang menghubungi dirinya sepagi ini.

__ADS_1


"Ada apa Mel?" Tanya Johan.


"Gawat pak Johan, Segara memutuskan kontrak kerja dengan JH entertainment." Lapor Melly setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh Gara.


"Apa alasannya?" Tanya Johan berusaha tenang. Misal Gara keluar dari JH entertainment, PH-nya tidak begitu rugi juga karena mereka akan menerima uang 18 Milyar dari Segara Byantara.


Johan bisa mencari pemain pengganti untuk Gara. Dan masalah balas dendam, dia bisa merencanakan ulang dengan lebih matang. Jika akhirnya tidak bisa melalui Gara, maka dia bisa melalui anak Andra yang lain kan?


"Alasannya adalah karena bapak sudah berusaha menjebak dia dengan Sabrina." Jawab Melly.


"Baik, tanya.. dia kapan akan membayar pinalti nya?"


"Masalahnya.. masalahnya.. Gara hanya mau membayar Pinalti sebesar 2 Milyar saja pak!"


"Bagaimana bisa?" Pekik Johan.


"Gara bilang tidak akan membayar pinalti untuk JH entertainment sepenuhnya, hanya 2 Milyar, jika JH entertainment tidak terima bisa melaporkan dirinya pada pihak berwajib dan Gara juga akan melaporkan saya dan JH entertainment yang sudah mecuranginya soal tanda tangan itu pak juga isi kontrak kerja yang tidak masuk akal." Jelas Melly.


"Sialan!" Umpat Johan.


"Segara mencoba bermain-main denganku... kalau kamu gak mau bayar 18 Milyar, jangan harap kamu bisa mudah meninggalkan JH entertainment Segara Byantara kecuali kamu sudah berhasil melemparkan kotoran tepat di wajah papah kamu yang angkuh itu!" Kata Johan. Johan akui, sikap Gara tidak jauh berbeda dengan sikap Andra sewaktu muda dalam ketegasan mengambil keputusan.


Setelah menghubungi Johan, Melly pun berpikir keras untuk mencari solusi dengan situasi saat ini. Gara tidak bisa lama-lama libur shooting karena dia adalah pemeran utama dan semuanya akan kacau tanpa kehadirannya.


Berjam-jam lamanya Melly berpikir, akhirnya Melly menghubungi Gara. Namun sayang, panggilan itu tidak diangkat hingga Melly harus mengirim pesan pada Gara berupa ancaman dan Gara berkata 1 jam lagi akan sampai di apartemen Melly.


...***...

__ADS_1


Matahari sudah tenggelam.


Brinia mulai berlahan membuka matanya yang terasa begitu berat akibat terlalu lama menangis. Kepala Brinia juga teramat pusing.


Brinia seperti orang linglung selama beberapa detik. Entah berapa jam dia terlelap, Brinia nggak tahu yang jelas perut Brinia sudah mulai keroncongan.


Brinia hendak berdiri dari kasur empuknya yang begitu nyaman untuk mencari makanan namun seketika, ingatan Brinia kembali pada pertengkaran kedua orang tuanya hingga kata-kata Ayah Henry yang sangat menyakiti hatinya.


Dada Brinia terasa begitu sesak lagi. Perut yang teramat lapar pun rasanya teralihkan dengan rasa sakit dalam lubuk hatinya.


Memang yang paling bisa menghancurkan kita adalah keluarga kita sendiri. Jika dihina dan dimaki orang lain, kita masih bisa santai. Tapi jika yang menghina dan memaki adalah keluarga kita sendiri terlebih orang tua kita sendiri, itu teramat menyakitkan dan bisa kena mental.


"Cemilanku tadi dimana?" Gumam Brinia.


"Astaga, kantong belanjaanku dan tasku tertinggal di sofa ruang tengah." Kata Brinia lagi yang merutuki kebodohannya. Harusnya Brinia membawa barang-barangnya ke kamar, setidaknya ia bisa ngemil kan apalagi tadi juga ada roti coklat kesukaannya.


Brinia ingin turun, namun gadis itu masih sangat malas bertemu kedua orang tuanya, terlebih Ayah Henry.


"Perut, sabar ya perut... demi menjaga hati dan kewarasan ku." gumam Brinia mengusap perutnya yang lapar dengan lembut.


"Aww... kok perih sih.. kerjasama dong perut... duh gak ada ponsel lagi, kenapa tas pake acara aku tinggal di sofa si! kalau ada ponsel kan aku bisa minta Gara beliin makanan terus antar lewat balkon kamarku."


Hingga jam makan malam tiba, Brinia tidak kunjung keluar membuat bunda Sekar cemas. Anaknya itu memiliki penyakit maagh yang cukup parah. Kalau gak sakit maagh sih gak masalah, bunda Sekar mencoba mengerti perasaan Brinia yang mungkin sedang ingin sendiri. Tapi kalau sampai Brinia sakit bagaimana, sedangkan pernikahan berlangsung sebentar lagi.


"Apa aku hubungi Gara aja biar dia yang membuat Brinia keluar dari kamar kemudian makan?" Ucap Sekar.


to be continued..

__ADS_1


Like


Komentar


__ADS_2