Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Nama anak Anjing


__ADS_3

"Be.." Panggil Gara melihat Brinia asik di depan laptop dengan tengkurap di Gasebo samping rumahnya.


"Ga?" Brinia langsung duduk dengan muka masamnya.


"Maaf." satu kata penuh penyesalan dan makna terucap dari bibir Gara dengan sorot mata sendu penuh rasa bersalah.


"Kamu semalam pasti mabuk ya?" Tebak Brinia dengan tatapan penuh selidik.


Inilah yang Gara takuti, Brinia terlalu peka dengan apa yang ia rasakan hanya melalui sebuah tatapan mata yang saling bertautan.


"A... aku...."


"Gak usah kamu jelaskan, semalam Yurdha udah kirim pesan ke aku! aku gak mau dengerin penjelasan kamu!" Tegas Brinia yang enggan menatap kekasihnya.


"Yur... Yurdha?" Mulut Gara menganga mendengar apa yang barusan Brinia katakan.


Yurdha mengirim pesan pada Brinia? bilang apa sahabatnya itu? Apakah Yurdha menceritakan kejadian semalam tanpa terkecuali?


"Di.. dia bilang semuanya ke kamu?" Tanya Gara dengan wajah cemas dan jantung seperti hampir meledak.


"Ya, dia menceritakan semua ke aku!" Ucap Brinia dengan nada kesal.


Deg!


Tubuh Gara mematung, kemungkinan kemungkinan buruk yang akan terjadi tiba-tiba mampir begitu saja dalam benaknya. Nggak! Jangan!


"Harusnya kamu itu menolak saat dipaksa minum oleh Pemilik JH entertainment Ga! Aku harus berapa kali memperingati kamu sih? Ha? Coba kalau Axel gak hubungi Denim, dan mereka jemput kamu, pasti akan ada orang yang memanfaatkan kondisi kamu!" Ucap Brinia.


Meksipun jantung rasanya mau meledak, Gara harus tetap tenang dan tidak boleh berbicara gegabah.


"Maafkan aku Be.. Please jangan marah Bee.." Gara berlutut dan menggenggam tangan Brinia. Tatapan mereka bertemu dan saling mengunci.


Brinia dapat melihat sorot mata penuh penyesalan dari sang kekasih.


"Aku nggak marah Ga! aku kesel, kamu udah mengingkari janji kamu sendiri buat gak minum alkohol. Udah tahu gak tahan alkohol sok sok an minum.. Bagaimana juga kalau papa Andra tahu kamu minum? Aku khawatir Segara." Ucap Brinia yang sudah melunak.


Gara menunduk merasa sangat bersalah dan dada yang sesak, apalagi kini Brinia sudah membalas genggaman tangannya dengan tatapan yang penuh cinta padanya.


"Bagaimana kalau si nama anak anjing itu itu manfaatin keadaan kamu terus jebak kamu sama si Sabrina itu? Bagaimana?" Tanya Brinia.


"Ha? nama anak anjing? Maksudnya?" Tanya Gara dengan wajah polosnya. Karena Gara sungguh penasaran, apa saja info yang Brinia dapat dari Yurdha.


"Ya, manager kamu kan itu nama anak anjing..Melly... gug gug gug? Kemari... gug gug gug..." Jawab Brinia dengan memakai nada sebuah lagu anak anak jaman dulu.

__ADS_1


Hal itu sontak membuat Gara langsung tertawa. Apalagi saat menyanyikan itu, wajah Brinia polos banget... bener-bener seperti gak ada dosa menyebut anak manusia sebagai anjing. Cocok memang cocok... kelakuan Melly emang sangat anjing menurut Gara. Eh malah mending anjingnya deh~


"Siapa yang suruh kamu ketawa Segara Byantara?" Tanya Brinia.


"Ha?"


"Bener kan itu nama anak anjing... aku tahu, si anak anjing itu berniat deketin kamu sama Sabrina. Dan aku tahu juga Sabrina itu sangat tertarik sama kamu... Apa salah kalau aku khawatir sama kamu Ga? Terlebih pesan aku gak ada yang kamu balas dari semalam. Aku resah Ga." Ucap Brinia mengungkapkan segala keresahan hatinya.


"Maafkan aku yang udah buat kamu resah Be dan terima kasih sudah mengkhawatirkan aku.."


"Untung Yurdha semalam kirim pesan aku dan fotoin kamu yang tidur di mobil saat pulang dari pesta itu. Jadi aku tau alasan kamu gak bales pesan aku."


"Maaf ya... lalu Yurdha cerita apa lagi?" Selidik Gara tetap tenang.


Meskipun Yurdha bilang tidak akan cerita sama Sabrina, namun mengingat Yurdha punya perasaan yang besar untuk Brinia membuat Gara ketar ketir juga.


"Yurdha bilang, kalau aku gak perlu khawatir sama kamu karena katanya kamu langsung tidur semalam. Sedangkan Yurdha dan yang lainnya pada main PES." Gara bernafas lega mendengar penjelasan Brinia.


"Thank Yur! elu emang terbaik! Jadi Brinia gak perlu tahu semuanya karena gue gak mau Brinia sedih, lagi pula gak ada bukti sedikit pun tentang apa yang gue lakuin sama Sabrina. Dan si Sabrina juga sudah janji tutup mulut. Gue emang salah, sangat salah, tapi gue gak akan mengulangi kesalahan ini lagi." Batin Gara.


"Aku minta maaf atas kejadian semalam be... aku salah karena udah minum dan ingkari janji aku, aku salah.... aku mencintai kamu, maaf sudah mengecewakan kamu."


"ya! kamu memang salah! salah besar! Aku pengen marah dan ngambek sama kamu seminggu, tapi aku gak bisa.. Kamu udah berjanji berkali kali buat gak minum alkohol masih aja minum, apalagi ada si Sabrina itu."


"Sayang kamu tau gak.."


"Kan aku belum kelar ngomong." Kata Gara sambil tersenyum menatap Brinia.


"Yaudah ngomong..."


"Sayang, ternyata si Sabrina itu menjalin hubungan sama Denim.. jadi kamu gak perlu khawatir."


"Denim siapa? Denim sahabat kita?" Tanya Brinia terkejut dan dijawab anggukan oleh Gara disertai dengan senyum yang merekah.


"Really?"


"Iya sayang, dan sepertinya hubungan mereka dirahasiakan ke publik karena kontrak kan.."


Brinia akhirnya tersenyum mendengar berita itu apalagi setelah Gara menceritakan bahwa Denim terlihat serius dengan Sabrina dari cerita Yurdha dan Juna semalam.


Brinia lega jika memang Denim menemukan pawangnya, sehingga tidak perlu lagi menjelajah para wanita malam. Siapa tahu Sabrina bisa buat Denim tobat, jadi PRnya tinggal si Juna kan.


Rasa kesal Brinia pun menguap begitu saja. Brinia dan Gara bercerita panjang lebar tentang berbagai hal. Dan kebersamaan mereka mampu membuat hati Gara yang penuh rasa bersalah itu jadi lebih baik. Meskipun sesal dan rasa bersalah karena sudah ciuman dengan Sabrina tidak akan pernah hilang selamanya.

__ADS_1


Brinia pun menceritakan apa saja yang kemarin dia lakukan dengan Nesya. Dan beberapa curhatan Nesya tentang Yurdha membuat Gara hanya diam. bagaimana kalau Nesya sampai tahu jika Yurdha sangat mencintai Brinia?


"Apa gue coba saran dari Juna ya?" Batin Gara tiba-tiba.


"Tapi kan gue udah janji kalau gue sama Brinia gak akan ciuman bibir sebelum halal?"


"Tapi kan, gue harus menghapus bekas Sabrina.. " Hati Gara perang sendiri.


"Be, rumah kok sepi banget si?" Tanya Gara.


"Iya, Ayah dan bunda lagi pergi katanya bertemu dengan temannya. Semua ART lagi pada cari hiburan, mereka semua pergi nonton setelah pekerjaan mereka semua selesai. Kan ini weekend."


"Jadi kamu di rumah sendirian?" Tanya Gara.


"Iya, dan aku akan marah banget sama kamu kalau kamu gak main ke rumah aku!" Jujur Brinia yang sejak tadi memang menanti kehadiran sang kekasih setalah mendapatkan balasan pesan dari Yurdha kalau Gara sudah pulang dari Apartemen.


"Aku ini kan udah main kesini dan nemenin kamu Be.."


"Iya! makanya aku gak jadi marah sama kamu meskipun kamu buat aku kesel.."


"Kamu bakal marah kalau aku gak main kesini, emang kalau aku kesini mau kamu kasih apa Be?" Tanya Gara dengan senyum tipis penuh makna.


"Tuh banyak Snack kan." Brinia menunjuk beberapa toples makanan ringan yang ada di dekat Brinia. Makanan ringan yang tadi dibawakan mbak Kiki sebelum pergi nonton biar Brinia bisa sambil ngemil saat drakoran.


"Aku mau yang manis Bee.."


"Itu brownies bikinan bik Sumi manis."


"Bentar be,, ada apa di bibir kamu itu." Tunjuk Gara pada wajah Brinia.


"Apaan?" Brinia hendak mengusap bibirnya tapi di cegah oleh Gara hingga Gara mendekatkan wajahnya dan mengikis jarak diantara keduanya. Beberapa menit lalu memang Brinia memakan brownies sambil mendengarkan cerita Gara mengenai Denim.


Jantung Brinia berdegup makin kencang.


"Ternyata, ada sisa brownies bee.." Ucap Gara lirih dengan sangat dekat hingga hembusan nafas Gara terasa di permukaan wajah Brinia.


"Pasti ini lebih manis." Kata Gara yang tanpa aba-aba langsung mencium bibir Brinia dengan dalih membersihkan sisa kue di ujung bibir Brinia.


modus!


to be continued....


masih ada kesempatan buat menangkan pulsa 100k sampai jam 22.00 WIB

__ADS_1


kuy!


kasih dukungan yang banyak buat author...


__ADS_2