
Rasanya, Gara seperti makan buah simalakama. Membiarkan Brinia diakui sebagai kekasih Yurdha, atau kariernya akan terancam.
Sesak dada Gara saat membaca komentar-komentar orang mengenai kecocokan Brinia dan Yurdha. Brinia yang merupakan sepupu Gara itu memiliki paras ayu, bersanding dengan Yurdha si anak konglomerat yang tampan.
Jemari Gara rasanya sungguh gatal sekali ingin membalas komentar orang-orang itu dengan menyebutkan bahwa Brinia adalah kekasihnya bukan sepupunya. Tapi semua sudah terlanjur seperti ini, sangat sulit membuka fakta yang sesungguhnya kecuali Gara siap menerima konsekuensinya.
Dimana orang-orang yang kemarin menjelek-jelekkan Brinia dan membandingkan Brinia dengan Sabrina? kenapa semua jadi menyanjung Brinia setelah mendapatkan informasi bahwa Brinia adalah sepupunya?
Bukan Gara tidak suka Brinia banyak disanjung orang, melainkan sesak di hati Gara benar-benar sangat luar biasa setelah beberapa orang mencari-cari informasi tentang kebersamaan Gara dengan para sahabatnya termasuk Brinia.
Tidak sulit memang, karena Nesya selalu mengunggah kebersamaan mereka di sosial media. Dan dari foto-foto yang diunggah Nesya, banyak netizen mengartikan berbeda tatapan Yurdha pada Brinia pada setiap foto dari apa yang selama ini Gara lihat. Netizen beranggapan bahwa tatapan Yurdha pada Brinia adalah tatapan memuja penuh cinta.
"Brengseeek!" Umpat Gara yang kemudian melempar ponselnya begitu saja diatas ranjang.
Ya, diatas ranjang karena Gara juga tidak ingin rugi jika membantingnya di lantai. Ponsel dengan harga diatas 20 juta mending buat untuk keperluan lainnya kan?
"Astaga... Mas Gara kenapa si mengumpat begitu? Bikin orang lain kaget tau gak!" Ucap seorang gadis yang memakai seragam SMA dengan menyembulkan kepalanya dari pintu kamar Gara yang sebelumnya tidak tertutup rapat.
Gara diam saja tidak menyahut ucapan Selena, adik perempuannya itu baru pulang sekolah. Selena kaget mendengar kakaknya mengumpat karena bertepatan dengan dia yang sedang melewati kamar sang kakak.
"Mas Gara kenapa sih? ada masalah apa?" Tanya Selena yang langsung menyelonong masuk ke dalam kamar sang kakak yang nampak cukup berantakan.
tumben?
"Aku lagi kesel Sel." Jawab Gara yang duduk di tepi ranjang kemudian mengusap wajahnya dengan kasar.
Selena pun ikut duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang sang kakak. Gadis cantik yang memiliki hidung mancung itu dapat melihat wajah sang kakak yang seperti orang frustasi.
"Mas kesel kenapa? cerita sama aku deh." Ucap Selena.
Selain Brinia, Selena juga menjadi tempat yang nyaman untuk Gara mencurahkan kegundahannya. Hubungan kakak dan adik itu terjalin begitu manis.
"Aku kesel membaca komentar komentar orang yang berkata bahwa Brinia memang cocok sama Yurdha! Aku gak rela Sel...." Jelas Gara dengan nada kesal membuat Selena tersenyum.
__ADS_1
"Mas Gara pernah bayangin perasaan kak Brinia gak, saat dia baca komentar-komentar Netizen yang berkata bahwa mas Gara cocok dengan si Sabrina itu?" Pertanyaan Selena seperti belati yang langsung menancap sempurna di relung hati Segara.
Deg!
"Nah, sekarang mas Gara bisa merasakan sendiri kan bagaimana jika ada di posisi kak Brinia. Sebagai sesama cewek, aku salut loh sama kak Brinia yang bisa menahan egonya untuk mendukung mas Gara. Padahal dia juga sangat cemburu dengan Si Sabrina itu." Ujar Selena.
"Aku sama Sabrina tidak lebih dari rekan kerja Sel. Berbeda dengan Yurdha. Aku baru sadar, ternyata benar... tatapan Yurdha pada Brinia berbeda."
"Maksud mas Gara apa?" Gara pun menunjukkan foto kebersamaan-kebersamaannya dengan para sahabatnya. Dan ya, Selena akui... tatapan Yurdha memang nampak berbeda pada setiap foto mereka.
"Yurdha seperti menyukai Brinia." Kata Gara lirih.
Ingin rasanya membenarkan ucapan sang kakak, namun Selena tidak mau hubungan sang kakak dengan sahabatnya itu renggang.
"Ya jelas mas kak Yurdha suka lah sama kak Brinia, makanya mereka sahabatan."
"Suka dalam arti yang berbeda Selena." Kata Gara.
"Mas, kita gak bisa mencegah perasaan seseorang. Bahkan orang itu sendiri tidak dapat mengontrol perasaannya untuk suka sama siapa. Misal kak Yurdha suka sama kak Brinia, kita gak bisa marah begitu aja selama kak Yurdha tidak berniat merebut kak Brinia." Gara terdiam mencerna ucapan sang adik.
"Kenapa begitu mas?"
"Beberapa hari ini, aku merasa Brinia sedikit menjaga jarak sama aku. Jujur, aku ingin keluar dari dunia hiburan ini dan fokus ke kuliah."
"Mas, semua udah menjadi keputusan mas Gara. Sejak awal papa sudah mengarahkan mas Gara plus minusnya kan... Mas Gara mending segera selesaikan semuanya aja dan jangan berpikir macam-macam. Aku yakin, cinta kak Brinia buat mas Gara tidak akan berkurang sedikitpun!"
Setelah mengucapkan hal itu, Selena pun langsung pergi meninggalkan kamar sang kakak agar sang kakak memiliki waktu untuk berpikir.
Gara merasa beruntung punya adik seperti Selena yang sangat manja namun pemikirannya dewasa sehingga mampu melihat persoalan dari beberapa sudut pandang.
...***...
"Nes, please dengerin gue Nes!" Brinia menahan pergelangan tangan Nesya yang hendak pergi meninggalkan dirinya begitu saja setelah Brinia menunggu hampir satu jam di kampus Nesya.
__ADS_1
"Gue males sama elu Brin!" Kata Nesya.
"Please jangan menghindari gue begini dong nes. Udah tiga hari elu blokir nomor gue! Kita luruskan kesalahpahaman kita ya..." Brinia menatap sendu sahabatnya yang membuat beberapa hari ini dirinya tidak tenang karena Nesya yang cemburu dengan pemberitaan Brinia dan Yurdha.
"Gue males sama elu Brinia!"
"Please, kita ngobrol berdua ya... gue bakal jelasin semuanya. Semua gak seperti yang elu pikirkan Nes, elu tahu kan nes, hati gue buat siapa?"
"Nggak!" Kekeh Nesya.
"Nesya, please... gue mohon..." Mata Brinia sudah berkaca-kaca membuat Nesya tidak tega.
"Oke baiklah. Kita ngobrol di taman."
Dua gadis cantik itu pun duduk di taman kampus yang cukup sepi karena saat ini masih jam kuliah berlangsung. Beruntungnya dosen di kelas Nesya absen sehingga bisa pulang lebih dulu.
Tanpa basa basi lagi, Brinia pun menjelaskan pertemuan dirinya dengan Yurdha akhir pekan lalu hingga kehadiran Melly yang secara tiba-tiba.
Brinia berani bersumpah bahwa saya ini dirinya tidak memiliki perasaan apa-apa dengan Yurdha dan tidak ada niat sedikitpun untuk Brinia berpaling pada Yurdha.
"Kenapa harus Yurdha sih Brin? kenapa gak si Juna atau Denim?"
"Saat itu adanya Yurdha. Yurdha bener-bener selametin gue dari julitnya para netizen. gue gak ada niat apa-apa Nes..."
"Iye, dan sekarang elu banyak yang ngedeketin karena mereka ingin elu comblangin mereka sama Gara kan?" Brinia mengangguk lemah.
Bukan hanya di sosial media yang banyak DM masuk dari para gadis minta kenalan dan sok akrab ujung-ujungnya minta kontak pribadi Gara. Di kampus pun, banyak juga yang menitipkan salam untuk Gara bahkan tidak jarang yang menitipkan Coklat untuk segara.
"Please percaya sama gue... gak ada niat lain Nes.."
"Oke baiklah gue percaya, tapi awas elu kalau dekat-dekat sama Yurdha." Ancam Nesya.
"Karena gue baru sadar, tatapan Yurdha ke elu itu beda Brin.. gue cemburu." Batin Nesya.
__ADS_1
terima kasih untuk like dan komentarnya... terima kasih pula untuk vote dan hadiahnya.. 🙏