
September Cerita π
author mau bagi-bagi hadiah pulsa. Caranya gampang banget... lihat aja di akhir episode ini ya....
Happy reading β€οΈ
Usai makan siang bersama dengan para sahabatnya kecuali Yurdha, Gara segera melajukan mobilnya ke lokasi shooting tanpa perlu mengantarkan Brinia lebih dulu. Karena Brinia termasuk tipe gadis mandiri yang kemanapun biasa menyetir kendaraan sendiri.
Padatnya jalanan ibu kota meskipun jam makan siang telah usai, membuat Gara harus sedikit bersabar karena sudah dapat dipastikan dia akan sedikit terlambat sampai ke lokasi shooting.
Ponsel Gara pun terus saja berdering. Tanpa melihat siapa yang menghubunginya, Gara sudah pasti tahu bahwa itu adalah Melly, manager sekaligus asisten yang gak punya akhlak. Sudah terbayang di benak Gara bagaimana wanita itu akan mengomel karena dirinya telat. Ah, mengingat hal itu.. Gara memilih mengabaikan panggilan telfon dari Melly.
Sabar. Itulah yang harus selalu Gara lakukan ketika berhadapan dengan Melly. Gara berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan memperpanjang kontrak kerjanya bersama dengan Melly, si wanita licik itu.
Lagi pula, Gara sudah tidak berminat lagi menjadi artis setelah semua kontrak kerjanya dengan JH entertainment selesai.
Tugas Gara saat ini adalah menjalankan pekerjaannya dengan sebaik mungkin dan setelah itu fokus pada bisnis keluarganya.
Ya, setelah Gara pikir-pikir dan setelah apa yang terjadi, memang saran Papa Andra untuk Gara terjun di dunia bisnis adalah yang terbaik daripada menjadi publik figur.
Karena Gara merasa tidak nyaman sekali kehidupan pribadinya terus di korek hingga orang-orang tersayangnya pun ikut-ikutan kena imbasnya.
Melihat dan mendengar Brinia dia nyinyir oleh para fansnya, Gara berusaha merelakan impiannya. Dan impian Gara saat ini adalah memantaskan diri menjadi pemimpin perusahaan dan membangun keluarga yang bahagia dengan Brinia dengan anak-anak yang lucu.
Tiga puluh menit kemudian, Gara pun sampai ke sebuah rumah mewah yang disewa untuk menjadi lokasi shooting sinetron. Dan kedatangan Gara langsung disambut Melly dengan senyum yang merekah meskipun beberapa orang terdengar menggerutu karena Gara terlambat.
Gara mengernyit melihat ekspresi Melly. Tumben janda anak satu itu tidak ngomel padahal Gara sudah telat hampir tiga puluh menit ke lokasi shooting. Gara yakin, pasti ada sesuatu hal mencurigakan yang membuat Melly bersikap seperti itu.
"Akhirnya elu sampai juga Ga... elu buruan ke ruang ganti soalnya Sabrina udah nungguin elu dari tadi di lantai dua." Kata Melly dan dijawab anggukan oleh Gara.
Wajah tampan Gara pun di poles sedikit oleh seorang MUA profesional agar terlihat lebih fresh sebelum Gara mengganti pakaiannya dan mulai shooting.
Tidak laki tidak perempuan, memang semua pemeran harus di make up sesuai karakter mereka dalam perannya di sinetron.
"Gara, elu sudah ditunggu diatas!" Ucap salah seorang kru karena set tempatnya memang ada di kamar.
__ADS_1
"Oke, gue akan segera kesana bang. Thank ya." Jawab Gara sopan.
...*...
"Apa? gue gak mau!" Tolak Gara dengan tegas.
"Elu gak bisa menolak Ga!" Kata seorang sutradara lelaki yang berumur 40 tahunan.
"Gue gak bisa bang! Gue gak bisa melakukan adegan itu." Ucap Gara dengan penuh permohonan.
"Gara, come on... adegan itu memang dilakukan di atas ranjang. Elu cuma bertelanjang dada saja sedangkan Sabrina menggunakan kemben. Dan tubuh kalian akan di tutup oleh selimut. Jadi nanti akan dibuat seolah-olah kalian usai melakukan Making love." Jelas sutradara dengan mencoba sabar.
"Gue gak bisa!" Tegas Gara.
"Gue gak akan melakukan itu karena ada hati yang harus gue jaga."
"Ga, elu gak bisa begitu dong! Elu udah tanda tangan kontrak." Asisten sutradara ikut berbicara.
"Asal kalian tau ya... gue dijebak Melly untuk tanda tangan kontrak itu! Dan gue baru baca isi kontrak itu sebulan yang lalu. Bahkan gue gak menerima naskah sinetron ini secara keseluruhan. Hanya per-episode saja! Harusnya kalian memberikan naskahnya secara penuh dan gue berhak untuk merevisi." Ucap Gara.
Sekarang Gara paham kenapa tadi Melly tidak mengomeli dirinya saat sampai di lokasi shooting, karena Melly menjaga mood Gara agar Gara mau melakukan adegan semi dewasa ini.
"Gue gak bisa Mel." Kekeh Gara berusaha tenang meskipun hatinya ingin sekali mencekik yang namanya Melly, si janda anak satu.
"Udah, intinya elu mau adegan ini atau tidak Ga? kalau tidak, silahkan angkat kaki dari sini dan siap dengan konsekuensinya karena gue gak mau tau bagaimana caranya elu bisa tanda tangan kontrak sinetron ini. Yang jelas, tanda tangan yang ada disitu, adalah tanda tangan asli kamu. Gue kasih waktu lima menit untuk memikirkannya Segara." Sutradara itu pun tidak mau kalah.
Gara memejamkan matanya.
"Ga.. pikirkan baik-baik Ga... 18M bukan uang sedikit. Lagian elu kan gak diminta buat ciuman atau apa, elu cuma diminta beradegan mesra, diatas ranjang menindih tubuh Sabrina." Ucap Axel yang sangat prihatin dengan situasi Gara. Axel merupakan salah satu pemeran pendukung dalam sinetron itu.
"Orang tua gue akan murka jika tahu ini Xel. Dari kecil gue dididik untuk menghargai wanita dan gak melakukan hal hal seperti ini." Jawab Gara lirih. Axel adalah satu-satunya teman baik Gara saat di lokasi shooting. Lelaki blesteran itu adalah pribadi yang menyenangkan.
"Ditambah, gue gak mau buat Brinia makin cemburu. Lagian gue gak berminat sama si Sabrina walaupun kata orang-orang tubuhnya seksii." Batin Gara.
"Gue paham si, elu pernah cerita bagaimana orang tua elu yang menganut budaya timur. Elu tenang dulu aja deh, masih ada waktu 4 menit untuk elu berpikir jernih." Ucap Axel menepuk pundak Gara.
__ADS_1
...**...
Saat sampai rumah mewah kedua orangtuanya yang nampak sepi, Brinia pun segera melangkahkan kakinya menuju kamar.
Jika bukan kamar, maka taman belakang lah yang menjadi tempat favorit Brinia selama di rumah. Karena disana, Brinia bisa merasakan ketenangan meskipun hatinya selalu merasa kesepian.
Ya perasaan kesepian yang Brinia rasakan itu terjadi semenjak Brinia masih kecil. Kesibukan kedua orang tuanya hingga permasalahan perselingkuhan sang ayah dan meninggalnya sang kakak, nyatanya membuat rongga kosong sendiri di hari Brinia.
Oke, Gara memang selalu berusaha untuk ada di samping Brinia setiap waktu. Dan hal itu membuat Brinia merasa ada yang menyayangi dan memperhatikan. Namun sekarang?
Gara tengah sibuk dengan pekerjaannya dan tugas kuliahnya. Gara kebanyakan kuliah via online dengan dosennya langsung karena setiap hari Gara harus shooting sinetron dan film layar lebar. Hal itu membuat Gara setiap hari pulang pagi dan berangkat pagi.
"Hah, semoga pekerjaannya lancar dan cepet kelar... sepi banget tanpa Gara. Eh bentar, kalau gue udah nikah sama Gara.. apa Gara akan seperti ini terus juga? Lah terus sama aja dong, gue nikah sama kagak kalau Gara sama-sama sibuk dengan pekerjaannya. Apalagi melihat Gara harus bermesraan di depan kamera sama si Sabrina itu." Gumam Brinia setelah merebahkan tubuhnya di ranjang yang berukuran cukup besar.
To be continued
Info :
Gaes yang mau dapat pulsa dari otor, caranya gampang banget... yaitu dengan kalian kasih hadiah sebanyak-banyaknya.
Pemenangnya diambil dari top fans 1, 2 dan 3 yaa...
Caranya jadi top fans gimana?
π Temen-temen bisa kasih hadiah berupa Kopi, bunga atau yang lainnya pada novel ini.
π Kalian bisa nonton iklan sehari 10 kali dari Noveltoonnya. Caranya nonton iklan, buka novel ini, klik Hadiah, klik iklan. tonton deh.
πKalian juga bisa kasih like dan komentarnya.
Lakukan itu aja semua, InshaAllah jadi top fans novel ini.. lumayan loh pulsanya. bisa pulsa kuota ataupun reguler ya...
Lagian masih sedikit yang baca novel ini, jadi kesempatan kalian sangat sangat dan sangat besar sekali.
__ADS_1
Pemenang di umumkan akhir bulan ya dengan menghitung angka hadiah setiap minggunya. Makasih. Happy September ceria π