
Brinia pulang bersama dengan Selena. Beruntung Brinia tidak bertemu dengan bundanya di rumah sakit, padahal tadi Brinia melihat mobil sang bunda sudah terparkir di parkiran khusus dokter. Semoga saja tidak ada yang memberitahu bunda Sekar tentang kedatangannya di rumah sakit.
"Kak.. Mikha itu kasihan tau kak." Ucap Selena tiba-tiba saat mobil yang Brinia kendarai sudah keluar dari area rumah sakit menuju ke rumah mereka.
"Kasihan kenapa?"
"Mikha itu korban keegoisan kedua orang tuanya kak, hidup dia itu kayak di sinetron-sinetron yang penuh penderitaan gitu deh kak, untung ada nenek Nani yang sayang sama dia."
"Kenapa begitu?" Tanya Brinia yang memang ingin tahu lebih jauh tentang Mikha di mata para teman-temannya.
"Orang tuanya bercerai saat Mikha berusia 5 tahun. Katanya ayahnya sudah memiliki keluarga lagi, jadi ayahnya hanya mengirimkan uang doang ke Mikha. Kalau Mamanya, sejak bercerai dengan ayahnya.. mamanya memilih tinggal berpisah dengan Mikha. Jadi Mikha di rawat oleh neneknya." Cerita Selena dengan sangat semangat. Tadi waktu di ruang rawat Mikha, Brinia baru tahu kalau Selena teman sebangku Mikha.
"Iya kasihan banget dia.. dia anak yang baik ya.." Jawab Brinia sembari tersenyum tipis. Entah mengapa Brinia tidak tega dengan Mikha yang kehadirannya selalu di tolak oleh orang-orang sekelilingnya termasuk ibunya sendiri. Tante Nita merasa menyesal sudah melahirkan Mikha, sehingga memilih meninggalkan Mikha dengan Nenek Nani.
"Parahnya lagi tuh kak, Mamanya si Mikha itu selalu bersikap kasar sama Mikha, dia itu mata duitan banget dah pokoknya. Masak dia berniat mau menikahkan Mikha sama om-om kaya setelah Mikha lulus sekolah nanti." Ujar Selena membuat Brinia terkejut.
"What? bagaimana bisa?" Pekik Brinia.
"Mikha sendiri yang curhat sama aku kak, tapi kak Bii jangan cerita sama Mikha ya kalau aku bocorin hal ini. Kak Bii juga jangan cerita sama siapa-siapa. Aku tuh lagi mikirin gimana caranya aku membantu Mikha keluar dari masalah perjodohan itu. Masak gadis secantik Mikha harus menikah sama Om-om.." Gerutu Selena.
Brinia terdiam. Kekasih Segara Byantara itu nampak berpikir.
"Sel, kamu cari tahu lebih banyak info tentang Mikha ya, nanti kita bantu Mikha bareng-bareng, aku gak terima Mikha mau dinikahkan sama om-om. Masa depan Mikha masih panjang, dia berhak mengejar impiannya." Ucap Brinia.
Mikha memang belum bisa berbuka dengan Brinia karena merasa tidak enak dan sungkan pada sang kakak tiri. Sedangkan Ayah Henry memang selama ini hanya mengirimkan uang ke Mikha. Lelaki itu tidak pernah memberikan perhatian pada Mikha kecuali saat Mikha sakit. Hal itu sesuai dengan perjanjiannya dengan Bunda Sekar. Yang penting kebutuhan materi untuk Mikha terpenuhi.
"Kak Bii mau bantu aku buat bantuin Mikha?" Tanya Selena tidak percaya.
"Tentu..."
"Yes! akhirnya aku punya teman buat memecahkan misi ini." Gumam Selena bahagia.
"Kurang ajar wanita itu, setelah mendapatkan banyak uang dari ayah setiap bulannya, dia bahkan berniat menjual putri kandungnya sendiri." Batin Brinia.
__ADS_1
Menurut Brinia, Selena tidak perlu tahu ada hubungan apa antara dirinya dan Mikha. Nanti biar waktu saja yang menjawab semuanya.
...***...
Selena memasuki kediaman orang tuanya dengan hati riang karena dia sudah mendapatkan partner yang cocok untuk membantu Mikha. Gadis yang masih mengenakan seragam sekolah putih abu-abu itupun mengehentikan langkahnya di ruang keluarga untuk menyapa Mama dan Kakak lelaki satu-satunya, Segara. Namun sebelum menyapa, Selena di buat bingung dengan ekspresi Mama dan Kakaknya yang terlihat tegang.
"Haii Ma... kak.. kalian lagi ngobrolin apa sih? tegang banget." Ucap Selena. Mama Amelia nampak terkejut melihat kehadiran putrinya sedangkan Gara langsung tersenyum dan bersikap tenang.
"Lah kakak kok ada di rumah?" Melihat kehadiran kakak lelakinya di rumah, Selena mengernyit sebab tadi Brinia bilang kalau Gara sedang sibuk di lokasi shooting tetapi sekarang kok ada di rumah.
Namun dengan cepat Gara memberikan alasan pada sang adik bahwa dia pulang sebentar untuk mengambil barang yang tertinggal dan ngobrol sedikit dengan sang Mama.
"Sel kamu tadi pulang sama siapa? kok Pak Nurman gak jadi jemput kamu di rumah sakit? katanya kamu jenguk temen kamu tadi?" Tanya Mama Amel mengalihkan pembicaraan.
"Pasti itu bocil pulang sama cowoknya ma." Sahut Gara yang bisa sangat cepat merubah ekspresinya. Pantas saja kakaknya itu bisa jadi artis, pikir Selena.
"Enak aja kalau ngomong. Aku itu bareng kak Brinia tadi..."
"Brinia?" Gara kemudian mengingat jika Brinia berkata bahwa dia ingin menjenguk Mikha, adik tirinya di rumah sakit.
"Bukan hanya di rumah sakit kak, tapi di ruangan temen aku. Karena ternyata, Kak Brinia kenal sama Mikha."
"Apa? Mikha? Jadi teman kamu adalah Mikha?" Pekik Gara dengan wajah tegangnya.
"Kamu sama Mikha berteman?" Tanya Mama Amelia.
"Iya. Kalian kenapa sih? mukanya kok langsung tegang gitu mendengar nama Mikha, sebenarnya ada apa sama Mikha? Mama dan Kak Gara kenal sama Mikha?"
"Sel, kamu masuk kamar ganti baju dulu..." Perintah Mama Amelia.
"Lah.. ada apa sih Ma?"
"Masuk kamar Selena.." Tegas mama Amelia membuat Selena mengerucutkan bibirnya namun kemudian naik ke lantai dua menuju kamarnya.
__ADS_1
"Ma, bagaimana ini? ternyata Selena juga kenal dengan Mikha.. bagaimana kalau mama dari Mikha cerita yang aneh-aneh?" Tanya Gara setelah memastikan bahwa adiknya sudah menjauh.
"Mama juga pusing Ga, kenapa dunia sesempit ini... itu juga manager kamu, bagaimana tadi dia bisa berada di restoran yang sama dengan Mama dan Sekar juga si Nita Nita itu tadi. Dia juga merekam apa yang terjadi disana lagi." Mama Amelia memijit kepalanya yang terasa pusing.
"Iya ma.. makanya itu... mama kenapa gak sadar sih kalau ada si Melly di samping meja mama."
"Mama fokus pada Sekar dan mantan selingkuhan om Henry Ga, jadi mama tidak memperhatikan sekitar. Terus tadi si Melly gimana? Gara-gara adik kamu pembicaraan kita harus terpotong." Gerutu Mama Amelia.
"Dia gak minta aneh-aneh ma, dia cuma mau aku menyelesaikan kontrak kerjaku dengan baik. Aku bekerja profesional jika aku gak mau video tentang latar belakang Brinia itu di sebarkan ke publik." Ucap Gara.
"Gimana kalau kita bayar dia Ga, supaya dia mau menyerahkan video itu ke kita?" Tanya Mama Amelia.
"Udah aku coba ma, tapi dia gak mau."
"Ya sudah, gak ada pilihan lain.. kamu turutin aja maunya asal dia gak aneh-aneh. Dia cuma minta kamu profesional kan dalam pekerja?" Gara mengangguk.
"Lakukan sebaik-baiknya. 1,5 tahun bukan waktu yang lama juga kok setelah itu kamu bisa bebas Ga. Lakukan semuanya demi Brinia ya..." Ucap Mama Amelia.
"Iya ma... aku akan melakukannya untuk Brinia. Apapun akan aku lakukan buat Brinia. aku gak bisa membayangkan betapa hancurnya Brinia jika mengetahui tentang semua ini." Ucap Gara sambil mengepalkan tangannya.
Rasanya Gara masih sangat shock mendengar fakta tentang Brinia yang ternyata bukan anak kandung Tante Sekar. Pantas saja, sewaktu Brinia kecil.. Brinia tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang tulus dari wanita itu.
Gara tidak peduli dengan latar belakang Brinia meskipun Brinia lahir di luar nikah. Yang Gara khawatirkan adalah perasaan Brinia jika suatu hari nanti mengetahui semua ini. Gara akan berusaha mencegah semuanya sebelum pernikahannya dengan Brinia terjadi.
Ya, Gara memang awalnya tidak tahu menahu tentang status Brinia. Namun Melly yang secara tidak sengaja berada di restoran yang sama dengan Mama Amel dan Tante Sekar mendengar dan kemudian merekam pembicaraan Tante Sekar dengan wanita bernama Nita itu.
Melly menggunakan itu untuk mempertahankan Gara agar bisa menyelesaikan kontrak kerjanya selama 1,5 tahun ke depan.
Oleh sebab itu, Gara segera pulang ke rumah dengan alasan tidak enak badan untuk bisa menemui Mama Amel dan mendengar penjelasan dari Mama Amel langsung tentang kejadian di restoran siang tadi.
to be continued
Konflik udah mulai nih... ego, cita dan cinta mulai di uji.....
__ADS_1
apakah yang akan terjadi selanjutnya?
banyakin komentarnya dong.. biar authornya rajin update 🤪