Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Tidur bersama Bunda


__ADS_3

Siapa yang tidak bahagia,


Rencana menikahnya boleh sederhana dan terkesan di sembunyikan dari publik atau media. Namun tiket bulan madu sudah ada yang menanggung, mobil baru sudah menanti, juga tempat tinggal berupa apartemen mewah lengkap dengan interior akan segera disiapkan oleh Yurdha.


Apalagi Yurdha tadi langsung melakukan transaksi pembelian apartemen dengan tipe paling mahal untuk Brinia dan Gara. Yurdha langsung menghubungi desain interior untuk datang ke apartemennya agar Brinia langsung segera memilih interior yang diharapkan.


Beruntung banget punya sahabat seperti mereka kan?


Sepanjang berjalanan pulang menuju kediaman orang tuanya, bibir Brinia tidak henti-hentinya tersenyum bahagia karena bisa memanfaatkan para sahabatnya dengan baik. Gara sampai dibuat geleng-geleng kepala oleh tingkah calon istrinya itu. Siapa coba diantara mereka yang dapat menolak permintaan Brinia? gak ada.


"Seneng banget si Be..." Ucap Gara sambil mengusap rambut Brinia kala lampu merah menyala di persimpangan jalan sehingga mengharuskan Gara untuk menghentikan laju kendaraannya sejenak.


"Jelas dong, selama ini kan mereka udah menyebalkan, jadi biar ada manfaatnya dikit lah sebagai sahabat. Toh mereka yang selalu mendesak kita buat cepet-cepet nikah dari awal mereka tahu kita pacaran kan?" Jawab Brinia.


Meksipun Brinia berkata dengan terang-terangan sedang memanfaatkan para sahabatnya namun tidak satu pun yang merasa dimanfaatkan oleh Brinia. Mereka semua justru bahagia bisa menuruti kemauan wanita sedikit bawel itu. Toh uang yang mereka keluarkan tidak ada apa-apanya dibandingkan sama kekayaan keluarga mereka.


"Padahal aku bisa loh Bee beliin tiket honeymoon kemana pun yang kamu mau, aku bisa beliin mobil BMW keluaran terbaru buat kamu, aku juga bisa beliin apartemen mewah atau rumah mewah untuk tempat tinggal kita nanti." Ucap Gara sambil menghela nafasnya.


"Aku tahu sayang, jangankan membelikan aku rumah mewah dan mobil mewah, membuat aku jatuh cinta dan membahagiakan aku aja kamu mampu... bahkan kamu mampu buat aku mendesaah tau." Jawab Brinia tersenyum genit pada Gara membuat Gara gemas dan mengacak-acak rambut Brinia.


"Mulai nakal ya! Siapa yang ngajarin hemm?"


"Kamu lah, siapa lagi coba.. udah dong, kamu buat rambut aku berantakan Segara sayang."


"Biarkan berantakan, aku suka liat rambut kamu berantakan. Apalagi pas baru bangun tidur, bener-bener terlihat sangat seksii." Ujar Gara membuat pipi Brinia merona sempurna.


"Dasar mesum!" Decak Brinia pura-pura kesal.


"Kan kamu yang mulai Brinia sayang... coba gak lagi nyetir, udah aku habisin itu bibir kamu." Keduanya pun tertawa bahagia.


"Oh ya Ga, besok kamu ada waktu luang jam berapa? Mama kamu minta kita buat pesan cincin nikahan kita di sahabat mama Amel." Brinia teringat pesan singkat yang dikirim oleh calon mertuanya tadi.


"Iya, mama tadi juga udah bilang sama aku Bee.. tapi maaf banget ya, besok jadwal aku padat sampai malam. Besok lusa gimana? siang jam makan siang aku free."


"Oke gak masalah."


"Bagaimana pendaftaran wisuda kamu tadi? semuanya udah beres kan?" Tanya Gara.


"Aman semuanya sayang... kamu yang semangat ya, biar segera lulus juga! Biar salah satu beban kamu berkurang, jadi kamu bisa lebih fokus ke pekerjaan kamu." Saran Brinia.


"Siap calon istri kesayangan, semua pasti akan segera aku selesaikan apalagi ada kamu yang selalu support aku." Gara menatap Brinia dengan penuh damba membuat hati dua insan itu semakin berbunga-bunga.

__ADS_1


Jika boleh jujur, Gara sebenarnya merasa sedikit tidak nyaman dengan hadiah fantastis yang diberikan para sahabatnya. Sebagai lelaki masak dia tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk kendaraan dan tempat tinggalnya dengan Brinia setelah menikah. Wajar saja kan, hal itu membuat egonya sebagai lelaki tersentil.


Apalagi Yurdha, Gara merasa aneh dengan satu sahabatnya itu. Meksipun Gara tahu keluarga Yurdha teramat kaya raya bahkan mungkin kekayaannya tidak habis sampai tujuh turunan, tujuh tanjakan dan tujuh tikungan, namun rasanya terlalu berlebihan dengan memberikan kado pernikahan pada sahabatnya berupa apartemen seisinya dengan kisaran harga total hampir 8 Milyar.


Namun Gara mencoba berpikir positif saja, mungkin begitulah cara Yurdha mengungkapkan rasa sayangnya dengan para sahabatnya. Lihat saja nanti bagaimana jika Juna, Denim atau Nesya yang menikah.


...***...


Brinia pun masuk ke rumah orang tuanya setelah melewati jalanan cukup padat bersama dengan sang kekasih.


Tidak lupa Brinia menyapa sang bunda yang tengah duduk sendiri di ruang televisi. Brinia mencoba memaafkan sikap bunda Sekar kemarin yang sudah melukai fisik dan hatinya. Bagaimana pun semua memang karena kesalahannya yang tidur dengan Gara meskipun mereka tidak sampai making love.


Setelah menanyakan Brinia sudah makan atau belum, Bunda Sekar pun meminta Brinia untuk segera membersihkan diri dan istirahat karena wanita paruh baya itu melihat wajah lelah sang putri.


"Apapun kesibukan kamu, pokoknya jangan sampai telat makan. Bunda gak mau kamu sakit gara-gara lupa makan saking sibuknya mempersiapkan pernikahan."


"Siap bunda." Brinia pun memberi hormat pada bundanya seperti gaya anggota kepolisian.


"Oh ya Bun, ayah mana?" Tanya Brinia.


Wajah bunda Sekar tiba-tiba berubah muram seketika.


"Ayah kamu baru saja pergi setelah dapat telfon katanya anaknya kecelakaan. Mungkin ayah kamu akan menginap disana nungguin anaknya."


"Mana bunda tahu! bunda juga gak mau tau." Ketus bunda Sekar membuat Brinia langsung terdiam. Meskipun cemas, Brinia mencoba menjaga perasaan bunda Sekar. Nantilah dia tanya sang ayah via chat.


"Yaudah kalau gitu aku ke kamar ya Bun.." Pamit Brinia.


"Brinia.."


"Iya bun.."


"Malam ini bunda mau tidur sama kamu yaa... bunda pingin tidur sama anak gadis bunda dan menghabiskan banyak waktu dengan anak gadis bunda sebelum dia menjadi suami Gara." Brinia pun mengangguk setuju sambil tersenyum.


...**...


Merebahkan kepalanya di paha bunda Sekar membuat Brinia merasa bahagia. Dulu waktu kecil, Brinia tidak pernah merasakan momen manis seperti ini karena sang bunda selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Jika bunda Sekar di rumah, bunda Sekar akan lebih memperhatikan Brian ketimbang dirinya. Beruntungnya Brian selalu memiliki cara membuat sang bunda bersikap adil apa dirinya maupun Brinia. Beruntung juga ada sang nenek yang merupakan ibu dari ayah Henry yang selalu memberikan perhatian penuh pada cucu-cucunya.


Ucapan maaf terdengar beberapa kali di telinga Brinia. Bunda Sekar benar-benar menyesal sudah menampar dan berkata kasar pada sang putri. Bunda Sekar berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Tentu Brinia dengan senang hati memaafkan sang bunda meskipun pipinya masih terasa sedikit sakit akibat tamparan keras kemarin.

__ADS_1


"Brinia, bunda cuma berpesan sama kamu... prioritaskan keluarga kamu ya diatas segalanya. Cukup kesalahan bunda yang lebih mementingkan pekerjaan bunda sebagai dokter menghancurkan keharmonisan rumah tangga ayah dan bunda." Ujar Sekar lembut sembari membelai rambut putrinya.


"Iya bunda..."


"Nanti setelah menikah, nurut ya sama suami kamu.. jadilah tempat ternyaman untuk dia pulang. Agar tidak ada pelakor di rumah tangga kalian." Brinia tahu, bundanya itu seperti trauma dengan perpelakoran.


"Iya bunda... sebenarnya semua juga kembali ke pribadi masing-masing sih bunda... emang dasarnya aja ayah yang buaya." Celetuk Brinia yang merasa tidak tega dengan anak hasil pernikahan siri ayahnya dulu.


"Hush! gak boleh bilang begitu." Mereka pun larut dengan obrolan obrolan sederhana yang hangat. Bunda Sekar terus memberikan wejangan pernikahan. Bunda Sekar benar-benar tidak ingin apa yang dirasakan dirinya akan dirasakan oleh putrinya.


"Oh ya bunda, Kata Mama Amelia, bunda itu dulu pas hamil aku ngidam seafood banget ya?" Tanya Brinia tiba-tiba.


"Kenapa memang nak?"


"Aku aneh aja sih Bun... ayah gak suka seafood, bunda juga.. kak Brinia juga.. nenek juga.. semua gak suka. kenapa aku suka seafood sendiri coba?"


"Karena kamu seperti mama kandung kamu Brinia." Batin Sekar.


"I.. iya sayang .. tiap hari bunda ingin makan seafood waktu hamil kamu." Bohong Sekar.


"Terus apa lagi Bun? bunda ceritain dong bagaimana bunda hamil aku, enak gak enaknya ceritain semua ke Aku." Pinta Brinia.


"Kenapa kamu pengen tahu nak?"


"Menurut aku, orang hamil itu unik banget Bun... bisa gitu ya, bunda yang gak suka seafood jadi suka seafood.. habis aku lahir bunda udah gak suka seafood lagi. Aku jadi penasaran dengan rasanya hamil." Ucap Brinia sambil tersenyum membayangkan perutnya membuncit.


"Jadi nanti kamu sama Gara mau langsung punya anak?" Tanya Bunda Sekar mengalihkan pembicaraan agar Brinia tidak menanyakan kehamilannya. Sebab bunda Sekar tidak ingin berbohong terlalu banyak.


"Aku sama Gara sih belum bahas soal anak Bun, tapi kata Gara dulu kalau nikah nanti dia pengen punya anak yang banyak biar rumahnya rame. Minimal 3 katanya."


"Wah bunda gak sabar punya cucu setelah kalian menikah nanti.."


"Tapi Brinia, apa gak apa-apa kamu hamil disaat pernikahan kamu sama Gara disembunyikan dari publik. Kontrak Gara masih setahun lebih nak, masa kehamilan juga gak mudah. Mood wanita hamil benar-benar naik turun gak terkendali."


"Iya makanya bunda ceritain semuanya dari awal bunda hamil kak Brian sampai hamil aku." pinta Brinia.


to be continued


jadi kepikiran buat cerita salah satu Bramantya, tapi mungkin gak di aplikasi ini, yang jelas aplikasi gratis ya ..


Tapi setelah novel ini rame yakk.. makanya yuk ramein yuk.. komen, Like dan kasih hadiah hehehe...

__ADS_1


oh ya... nanti Senin akan diumumkan pemberi hadiah terbanyak tiap minggunya akan dapat pulsa ya... selama September ceria...


__ADS_2