Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Takut Cilok


__ADS_3

Sapuan lembut pada bibir Brinia membuat Brinia enggan untuk membuka matanya. Brinia menyukai ini, iya.. sangat menyukai apa yang telah Gara lakukan padanya. Brinia tidak ingin menjadi wanita munafik dengan menolak apa yang membuatnya seperti terbang melayang dalam pelukan Gara.


Rasa canggung yang sebelumnya selalu membelenggu dua insan itu, kini sudah benar-benar menghilang setelah beberapa kali melakukan hal yang sama, yaitu berbagi salivanya dalam kata cinta.


Brinia hanya dengan Gara seperti ini, begitu juga sebaliknya. Dan mereka hanya sebatas ciuman. Ya, karena Gara berusaha untuk membentengi dirinya agar tidak ingin melakukan hal lebih pada Brinia sebelum waktunya tiba nanti. Meksipun sejujurnya Gara sangat ingin melakukan hal lebih karena Gara hanyalah lelaki normal.


Doakan saja semoga Gara kuat melawan bisikan bisikan setan yang ada disekitarnya ya.... benarkah Gara bisa menjaga mahkota Brinia sampai halal?


Gara, lelaki 22 tahun itu sangat menikmati bibir kekasihnya yang cukup bervolume namun tidak begitu tebal sehingga memberikan kesan seksii tersendiri.


Ingin sekali Gara menghentikan waktu untuk beberapa saat hingga dirinya merasa puas menikmati kegiatan barunya dengan Brinia ini.


Namun Gara sadar, tidak akan ada kata puas jika berhubungan dengan seorang Brinia, sahabatnya sejak orok hingga saat ini telah menjadi kekasih hatinya.


Tangan Gara yang menahan tengkuk Brinia berlahan mengendur bersamaan dengan nafas Brinia yang sudah mulai tidak beraturan. Gara pun melepas tautan bibirnya itu dengan lembut dan senyum yang menawan.


Dahi mereka masih saling menempel satu sama lain membuat hidung mereka bertabrakan dalam waktu sejenak. Tautan mata keduanya memancarkan betapa besar cinta dalam diri masing-masing untuk manusia dihadapannya.


"Kamu semakin cantik saat pipi kamu merona seperti ini Bee, aku rasanya tidak rela jika ada lelaki lain yang melihat rona di pipi kamu ini." Ucap Gara dengan lembut sambil mengusap pipi Brinia saat jarak wajah mereka tidak lebih dari 20 sentimeter.


Mendengar ucapan Gara, Brinia semakin malu dan tidak berani menatap sorot mata Gara yang mampu menenggelamkan dirinya ke kubangan penuh cinta dan gelora yang begitu dalam hingga Brinia tidak sanggup lagi untuk keluar.


"Mana mungkin aku menunjukkan wajahku yang merona pada orang lain jika kenyatannya hanya kamu yang dapat membuat aku seperti ini Ga, kamu selalu membuat aku seakan terbang melayang." Jawab Brinia sambil tersenyum malu.


Salah satu yang Gara sukai usai berciuman dengan Brinia adalah pipi Brinia yang merona. Pemandangan indah itu membuat Gara benar-benar tidak sabar untuk segera menghalalkan Brinia.


Menghalalkan? Dada Gara mendadak sesak mengingat tanggungjawabnya pada pekerjaan yang sulit untuk mempercepat rencana pernikahannya itu.


Mata Gara terfokus pada bibir Brinia yang masih basah karena ulahnya yang mengajak bertukar Saliva. Dengan jari jempolnya, Gara mengusap bibir Brinia itu dengan sangat lembut.


"Aku suka bibir ini Bee.." Ucap Gara yang kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Brinia hingga bibir mereka bertemu kembali.


Namun hanya kecupan ringan yang Gara berikan pada Brinia, tidak seperti sebelumnya. Bukan Gara tidak mau mengulang kegiatan sebelumnya, hanya saja... saat hendak mel umat bibir Brinia untuk kedua kalinya, perasaan bersalah mendadak menghantam dada Segara Byantara.


Gara memalingkan wajahnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca yang berusaha Gara sembunyikan dari Brinia.

__ADS_1


Namun Gara gagal, Brinia cukup peka dengan lelaki yang mengisi hari-harinya selama 22 tahun itu.


"Kenapa sayang?" Tanya Brinia mengusap menangkup pipi Gara agar Brinia dapat menatap sorot mata sendu lelaki yang memangkunya itu.


"Maafkan aku." Jawab Gara lirih.


"Maaf? kenapa?"


"Sebenarnya yang dalam pikiranku sejak kemarin mengenai kontrak itu, bukan hanya soal kuliahku yang akan terhambat... melainkan..." Gara menjeda ucapannya nampak berat mengungkapkan apa yang terjadi sebenarnya.


"Melainkan apa?" Tanya Brinia yang begitu penasaran. Melihat wajah gusar Gara membuat Brinia ikut-ikutan gusar namun Brinia mencoba untuk tenang.


"Hubungan kita." Brinia teringat ucapan Gara sebelumnya dimana Gara tidak boleh memiliki hubungan dengan lawan jenis selama kontrak itu belum selesai.


"Hu... hubungan kita? kamu gak berniat putusin aku gara-gara kontrak itu kan?" Tanya Brinia secara spontan.


Brinia sebenarnya adalah tipe gadis yang cukup reaktif terhadap masalah masalah yang berhubungan langsung dengan Gara. Meskipun orang-orang menilai Brinia adalah gadis dewasa yang tenang.


Eh?


"Kamu mau melepaskan aku demi karier kamu Ga?" Tanya Brinia dengan mata sudah berkaca-kaca. Dengan cepat Gara menggelengkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dugaan Brinia salah besar.


"Lalu?"


"Backstreet kita harus lebih lama Bee... selama kontrak itu, aku gak boleh memiliki hubungan atau dekat dengan perempuan kecuali lawan mainku nanti. 15 bulan lebih status kita harus masih di sembunyikan dari publik." Jawab Gara membuat hati Brinia sedikit lega, hanya disembunyikan kan? jadi tidak masalah karena selama ini Brinia bukan tipe gadis tukang pamer setiap kegiatannya dengan sang kekasih.


"Mana mungkin aku melepaskan kamu hanya karena sebuah Project sinetron? nggak Bee, aku sangat mencintai kamu, aku sudah terbiasa dengan hadir kamu selama aku hidup di dunia ini. Mana mungkin aku bisa menjalani hari-hari ku tanpa kamu? Kamu adalah dunia aku Brinia." Lanjut Gara kini benar-benar membuat Brinia tersenyum.


Brinia pun memberikan kecupan singkat di pipi Gara sebagai hadiah karena Gara sudah membuat hatinya berbunga.


"Kali ini, siapa lawan main kamu dalam sinetron itu nanti?" Tanya Brinia.


Gara tidak langsung menjawab, putra Andra dan Amelia itu nampak ragu. Namun kemudian meyakinkan hatinya untuk berkata jujur tentang semuanya dan tidak ada yang ia tutupi dari Brinia.


"Sabrina." Jawab Gara sambil menunduk dan memejamkan matanya.

__ADS_1


"Hampir semua adegan dalam sinetron itu, adalah kemesraan. Mulai dari pelukan dan cium pipi juga kening Bee." Lanjut Gara sambil menghela nafasnya.


Mendengar nama itu lagi dan lagi... hati Brinia terasa sesak. Apalagi harus melihat adegan demi adegan mesra antara Gara dan Sabrina itu. Baru membayangkannya saja, rasanya Brinia ingin menangis...


Seandainya bisa protes, Brinia akan protes dan meminta Gara menolak bermain dengan Sabrina. Namun Brinia tidak bisa egois. Kontrak itu mempertaruhkan karier Gara dan perjuangan Gara selama ini.


Brinia pun beranjak dari pangkuan Gara. Namun Gara mencegahnya. Sungguh, Brinia merasa serba salah. Hati yang tersiksa karena melihat Gara dengan wanita lain meskipun hanya akting, atau egois.


"Bee..."


"A.. aku pengen ke kamar mandi Ga.. sebentar, tolong lepaskan." Ucap Brinia tanpa berani menatap Gara.


Sekarang Gara membuktikan sendiri, benar apa kata Mama dan Papanya, Brinia diam bukan berarti tidak cemburu dengan Sabrina atau suka dengan adegan mesra mereka. Brinia lebih memilih diam dan mensuport karier Gara karena Brinia tidak ingin egois.


"Tolong lepas sebentar saja." Ucap Brinia lirih me


Gara tidak melepaskan, justru aktor tampan itu memeluk Brinia dengan erat.


"Please percaya sama aku Bee, aku akan bersikap profesional karena hati aku sepenuhnya sudah kamu isi Bee."


"Aku hanya cinta sama kamu Brinia. Mau ada 1000 adegan mesra dengan Sabrina pun, aku tidak akan berpaling Brinia. Kamu terlalu berarti dan istimewa dibandingkan dia Brinia." Gara mencoba meyakinkan Brinia.


"Aku hanya gadis biasa Ga... kalau boleh jujur, sebenarnya aku sangat takut Ga..." Kata Brinia sambil menunduk.


"Takut kenapa sayang?" Gara menggenggam tangan kekasihnya itu dengan erat seakan takut jika Brinia akan pergi jauh.


"Aku takut kamu terlibat cinta lokasi sama dia." Ucap Brinia dibarengi dengan air mata yang menetes begitu saja."


To be continued


Bu ibu udah ikut lomba apa aja nih?


yuk tinggalkan like dan komentar nya..


syukur syukur mau kirim Kopi atau bunga biar author semangat nulisnya 😜

__ADS_1


__ADS_2