Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Apakah Nama Yang Lain?


__ADS_3

Mendengar nama Johan, tubuh Mama Amelia langsung kaku. Begitu juga papa Andra yang ikut tegang sambil menatap istri tercintanya itu.


Tanda tanya besar terlintas dibenak Gara melihat reaksi berbeda dari kedua orang tuanya. Jika semalam Papa Andra nampak tenang saat Gara menanyakan soal Johan, tapi tidak pagi ini. Apa mungkin ada yang dirahasiakan Papa Andra dari sang Mama? Ah, Gara tidak ingin berprasangka lebih dulu sebelum mendengar semuanya dari orang tuanya.


Dan usai sarapan, Papa Andra meminta Gara berbicara berdua mengenai Johan. Namun Mama Amelia memaksa ikut meskipun suaminya melarang, wanita itu sangat penasaran tentang apa yang dilakukan lelaki brengssek tersebut. Lelaki yang pernah memberikan trauma besar dalam hidupnya.


Gara pun menceritakan semua kejadian yang dialaminya sewaktu pesta ulang tahun JH entertainment, tentang usaha penjebakan yang dilakukan oleh Johan terhadapnya.


Mendengar hal itu, kilatan amarah dari sorot mata Papa Andra langsung terpancar dengan jelas sedangkan mama Amelia langsung menangis.


Wanita dengan hati yang tulus nan lembut itu tidak habis pikir, mengapa Johan masih mengincar anak-anaknya hingga ingin menghancurkan masa depan anak-anaknya?


Apa kurang pembalasan yang sudah Johan lakukan untuk Papa Andra terhadap Mama Amelia yang dulu masih berstatus calon istri Papa Andra. Dendam itu membuat Johan menculik dan hampir memper kosa Mama Amelia jika Papa Andra telat beberapa detik saja menyelamatkan mama Amelia waktu itu.


Luka itu ternyata terasa kembali menyakitkan di hati Mama Amelia.


"Sebenarnya ada apa dengan Johan?" Tanya Gara menatap orang tuanya dengan penuh tanya.


"Kamu gak perlu memikirkan Johan, Papa akan menyingkirkan manusia sampah itu secepatnya Gara. Kamu fokus persiapkan pernikahan kamu dengan Brinia saja." Jawab Papa Andra dengan tangan menggenggam sang istri.


Kejadian buruk yang pernah Johan lakukan pada Mama Amelia biarlah tertutup rapat. Tidak perlu ada orang lain yang tahu akan hal itu, terlebih anak-anak mereka.


"Mas, buat Gara tidak terikat kontrak dengan JH entertainment lagi, aku gak mau Gara berhubungan dengan lelaki itu." Pinta Mama Amelia.


"Aku akan usahakan hal itu sayang." Papa Andra berusaha menenangkan istrinya.


"Tapi aku gak bisa lepas kontrak begitu saja sama JH entertainment Ma.. Pa... aku tidak ingin Melly menyebarkan tentang Brinia ke publik."


Papa Andra paham, dan untuk hal itu.. Papa Andra sudah menyuruh orang untuk menyelidiki tentang Melly meskipun sampai detik ini belum ada kabar mengenai hal itu.


"Wanita itu benar-benar licik! Mama rasanya pengen kasih dia sianida deh." Gumam Mama Amelia emosi.


"Maafkan aku yang selalu gegabah dalam mengambil keputusan dan bersikap Pa.. Ma... sehingga semuanya jadi semakin rumit." Gara sadar, semua masalah ini berawal dari ambisinya yang ingin menjadi artis dan mengambil keputusan tanpa pikir panjang dan hanya berlandaskan emosi.


"Papa memaklumi itu Ga, saat papa diusia kamu juga sama." ujar Papa Andra sambil tersenyum teduh. Entah mengapa sikap papa Andra begitu hangat pada Gara.

__ADS_1


"Gara, kamu temui Brinia saja. Semua akan papa urus. Tugas kamu yakinkan Brinia biar dia setuju pernikahan kalian di majukan besok pagi." Perintah Papa Andra.


"Baik pa.. aku ke rumah Brinia dulu." Jawab Gara.


Setelah kepergian Gara dari ruang kerjanya Papa Andra, tangis Mama Amelia langsung pecah. Wanita itu terlihat begitu rapuh dalam pelukan suaminya.


"Mas aku takut, si brengseek itu bukan hanya mengincar Gara, tapi juga Selena dan Selia. Aku gak mau putri aku merasakan apa yang aku rasakan dulu mas ." Ucap Mama Amelia.


"Tenang.. aku akan menemui bedebah itu hari ini juga dan memberikan pelajaran buat dia. Maafkan aku, ini semua karena kesalahan aku." Ujar Papa Andra.


"Kamu dulu melakukannya juga gak sengaja mas... Kamu janji ya mas... janji jangan biarkan lelaki itu mengusik sedikitpun kehidupan anak anak kita."


"Aku janji sayang.." Papa Andra mengecup kening Mama Amelia.


Rasa bersalah terus menghantam dada papa Andra, kesalahannya di masa lalu selain membuat Mama Amelia ikut menanggung semuanya. Kini giliran anak-anaknya yang mulai terusik.


Oleh sebab itu, berusahalah jadi manusia sebaik-baiknya dihadapan Tuhan. Agar anak kita tidak ikut merasakan kesialan dari kesalahan orang tuanya di masa lalu~


***


Sepasang kekasih itu kini berada di gazebo yang ada di belakang rumah orang tua Brinia.


"Aku gak memikirkan apa-apa Ga.." Jawab Brinia sambil tersenyum pada Segara.


"Kamu gak mau cerita sama aku?" Tanya Gara menggenggam tangan Brinia.


"Aku gak apa-apa Segara sayang..."


"Kamu bisa membohongi orang di seluruh dunia ini tapi tidak dengan aku Bee..." Ucap Gara menatap Brinia dengan dalam.


"Segara, please jangan menatapku seperti itu..." Brinia salah tingkah namun Gara tidak mengindahkan ucapan Brinia. Lelaki 22 tahun itu justru menatap Brinia semakin dalam.


"Segara..." Rengek Brinia.


"Cerita sama aku Bee.." Pinta Gara.

__ADS_1


"Kasih aku waktu, ehmm aku ceritanya nanti aja kalau kamu udah sah jadi suami aku. Kalau sekarang kan belum, jadi aku gak punya kewajiban ceritakan semuanya sama kamu, kan kamu belum jadi imam aku." Jawab Brinia dengan tersenyum sembari mencoba mengulur waktu.


Pernikahan? oke Gara teringat tujuan utamanya ke rumah Brinia bersama kedua orang tuanya yang mungkin saat ini sedang berbicara serius dengan orang tua Brinia.


"Bee.. kita menikah besok pagi ya?"


"Ha?" Brinia jelas terkejut mendengar ucapan Gara hingga otak Brinia terasa nge-hang sampe beberapa detik.


"Kita menikahnya besok pagi yaa... kita menikah secara agama dulu, aku janji gak sampai satu Minggu aku akan meresmikan pernikahan kita." Kata Gara bersungguh-sungguh.


"Kenapa?" Brinia mengerjap-ngerjapkan matanya nampak bingung.


"Kenapa dimajukan? kan tinggal sebentar lagi Ga?" Tanya Brinia.


"Ada sesuatu hal penting yang ingin aku ceritakan sama kamu, tapi nanti setelah nanti kamu resmi jadi istri aku." Ujar Gara justru semakin membuat Brinia bertanya-tanya.


"Sesuatu yang penting? apa ini ada hubungannya dengan Tante Nita?" Entah mengapa pikiran Brinia tiba-tiba tertuju pada ancaman Tante Nita. Dan Gara yang tidak ingin berbohong tentu tidak memiliki pilihan lain selain mengangguk.


"Apa Ga? ada apa?"


"Nanti, setelah kamu resmi jadi istri aku."


"Katakan sekarang Segara!"Pinta Brinia dengan penuh harap.


"Sabar dulu sayang.... tunggu sah!"


"Sekarang!"


"Setelah SAH.. gimana? kamu mau kan menikah dengan aku besok? semakin cepat pernikahan, semakin cepat pula kamu akan tahu sesuatu."


"Kamu gak asik!" Kesal Brinia.


Gara terus membujuk Brinia untuk menyetujui akad nikah yang dilaksanakan besok pagi. Setelah obrolan panjang, akhirnya Brinia menyetujui keinginan Gara.


Lagi pula, saat akad nikah nanti.. Brinia akan tahu nama siapa yang akan Gara sebutkan dibelakang namanya dengan menggunakan 'binti' atau siapa sebenarnya ayah-nya. Apakah ayah Henry atau nama orang lain?

__ADS_1


to be continued


__ADS_2