
Yurdha masih saja terlihat dingin meskipun tawa dan canda memenuhi ruang apartemennya karena kekonyolan para sahabat laknatnya. Apalagi setelah kehadiran Gara di apartemen miliknya itu, Gara dan Brinia terus saja menjadi bulan bulanan Juna dan Denim. Beruntung diantara mereka tidak ada istilah baper-baperan.
Brinia akan tetap bersikap santai saja menanggapi ledekan dua makhluk mesum itu, asal tidak membahas tentang lawan main Gara dalam layar kaca saja.
Belakangan ini, Brinia merasakan hidupnya begitu tenang karena pemberitaan mengenai Gara dan Sabrina sudah tidak seperti kemarin-kemarin lagi setelah adegan intim yang di tampilkan di layar kaca. Netizen juga sudah tidak memburu berita tentang dirinya lagi setelah pemberitaan mengenai hubungannya dengan Yurdha. Semua terasa adem dan ayem sekarang.
Brinia dan Gara tidak tahu saja, kalau Yurdha sudah membungkam media tentang segala pemberitaan mengenai Gara dan Sabrina ataupun Brinia dan dirinya.
Begitulah Yurdha, lelaki muda itu hanya ingin Gara dan Brinia menjalani hubungan mereka dengan tentang tanpa adanya gosip satu sama lain yang bisa membuat Brinia pikiran. Apa yang sudah Yurdha lakukan, Yurdha tidak ingin diketahui oleh orang lain karena itulah ungkapan bentuk rasa cintanya ada Brinia.
"Jadi kapan rencana kalian menikah?" Tanya Nesya sambil memasukkan sushi ke dalam mulutnya.
Malam ini mereka makan malam bersama dengan memesan makanan dari restoran Jepang.
"Akhir bulan depan, tepatnya 3 hari setelah Brinia wisuda." Jawab Gara. Rencananya, Brinia dan Gara akan mengundang para sahabatnya pada H-3, saat Brinia wisuda biar menjadi kejutan. Namun sudah terlanjur terendus rencana pernikahan mereka, jadi ya sudahlah~
"Wiih.. demen gue yang begini.. kita bisa makan sepuasnya Nim." Ucap Juna dengan raut wajah bahagia.
"Yoi, Brin.. gue pesan menu makanan timur tengah ya." Kata Denim.
"Elu pikir acara nikahan gue itu restoran apa? Tinggal lihat dulu, elu mau kasih kado apa buat gue sama Gara."
"Tiket bulan madu ke Bali dan labuhan bajo gimana?" Tawar Denim.
"Oke, tapi tambahin ke Paris gimana? deal?" Brinia mengulurkan tangannya untuk mengajak Denim berjabat tangan.
"gila nih bocah, dikasih hati minta jantung .." Decak Denim dengan kesal yang dibuat-buat kemudian membalas uluran tangan Brinia.
"Deal!"
"Pinter banget sih kamu Be!" Kata Gara sambil tertawa dan mengusap rambut Brinia dengan lembut.
"Terus elu mau kasih kado gue apa Jun?" Brinia kini menatap Juna dengan senyum lebar.
"Apaan? belum kepikiran gue..."
"Ayolah Jun..." Bujuk Brinia.
"Mobil deh mobil." Jawab Juna, si pemilik showroom mobil mewah.
"BMW terbaru ya?" Tawar Brinia.
__ADS_1
"Njir, ini anak... entar aja, kalau keponakan gue lahir aja, gue kasih BMW."
"Yaelah Juna, satu doang pelit amat sih... kan mobil elu banyak banget .. BMW elu aja ada berapa coba."
"Banyak karena untuk di jual oncom." Kata Juna.
"Pelit ih." Brinia langsung memasang wajah ngambek.
"Iya.. iya...BMW satu buat elu sama Gara." Brinia pun langsung berteriak bahagia mendengar Juna menyetujui request hadiahnya.
"Keren kamu Bee... nikah sama kamu bukan cuma bikin bahagia, tapi bikin kita jadi kaya juga." Kata Gara.
"Gila.. dimana mana orang kasih kado mah seikhlasnya yakk.. lah dia, nawar yang bagus lagi..." Gumam Juna dan disambut tawa oleh yang lainnya.
"Gue akan kasih kalian apartemen di Grand Emerald City milik Bramantya Corp." Kata Yurdha tiba-tiba membuat tawa semuanya terhenti.
"Elu serius Yur?" Tanya Gara tidak percaya. Lelaki berwajah datar itu sedari tadi diam saja, sekalinya berbicara benar-benar mencengangkan.
"Serius lah!" Jawab Yurdha santai meskipun dengan wajah datar.
"Yurdha.. elu serius.. itu apartemen kan baru pembukaan kemarin, dan harga paling murah disana adalah 2 Milyar." Ucap Brinia dengan mengedipkan matanya karena masih tidak percaya.
"Elu seriusan?"
"Buat kedua sahabat gue, gue gak mungkin kasih yang biasa-biasa saja." Kata Yurdha yang kali ini dibarengi dengan senyuman tipis yang membuat hati Nesya semakin meleleh.
"Waowww... ini gila.. gila.. bener-bener gila!!" Brinia berteriak heboh. Rasa bahagia dalam persahabatan itu benar-benar menular satu dengan yang lainnya.
"Nes, elu kenapa dari tadi diem aja?" Tanya Brinia setelah kehebohan itu usai.
"Ha? a.. apa Brin?" Nesya yang sedari tadi melamun kini sudah nampak gugup.
"Elu kenapa dari tadi diem aja Nesya cantik? elu ada masalah?" Tanya Brinia lagi.
"Iya, elu kenapa Nes?" Gara pun menatap sahabatnya dengan penuh tanya.
"Nggak... gue gak kenapa-kenapa."
"Nes, muka elu gak bisa bohong, ada yang elu pikirkan kan dari tadi... elu itu gak bisa bohong sama kita-kita ya..." Sambung Juna.
"Cerita nes.. cerita." Ucap Denim.
__ADS_1
Nesya yang terus di desak para sahabatnya itupun akhirnya dengan ragu membuka suaranya.
"Brinia.. Gara...gue mau minta maaf." Kata Nesya sambil menunduk.
"Kenapa Nes? ada apa?"
"Iya, ada apa sih Nes?" Gara sampai merubah posisi duduknya menjadi tegap karena melihat wajah Nesya yang serius.
"Maaf, gue gak bisa kasih kado istimewa buat kalian berdua nanti. Gue gak punya uang sebanyak Denim buat beliin tiket bulan madu kalian, gue gak sekaya Juna buat kasih mobil ke kalian. Apalagi se sultan Yurdha yang kasih apartemen mewah buat kalian." Kata Nesya sendu.
"Astaga Nesya, dari tadi elu hanya memikirkan masalah sesepele itu?" Gara langsung mengusap wajahnya karena berpikir ada hal serius yang akan Nesya katakan.
"Nesya.. Nesya... hadiah itu hanya lucu-lucuan tau gak, elu emang gak kasih hadiah dengan nominal fantastis ke gue sama Gara, tapi hadiah elu adalah paling istimewa tau gak sih Nes, elu yang udah buat gue sama Gara bisa menyadari perasaan kita masing-masing dan akhirnya jadian. Itu lebih dari segalanya Nes..." Brinia pun langsung memeluk sahabatnya.
"Nesya Nesya... aneh aneh aja pikiran elu dah." Celetuk Juna.
"Tetep aja gue gak bisa kasih kado apa-apa buat kalian di hari spesial kalian nanti." Lirih Nesya. Nesya yang memang dulu berasal dari keluarga tidak mampu dan sekarang sudah berkecukupan karena bantuan para sahabatnya tentu berbeda dengan para sahabatnya itu secara materi.
"Siapa bilang elu gak kasih hadiah sama Brinia dan Gara Nes? hadiah elu buat pernikahan mereka adalah isi interior apartemen mereka. Karena gue belinya masih kosongan." Ujar Yurdha membuat mata Nesya hampir lepas.
Semuanya pun ikut menganga mendengar ucapan Yurdha.
"Elu gila ya Yur, gue gak punya duit sebanyak itu? elu mau gue jual ginjal gue? apa jantung gue buat bayar interior itu?" Pekik Nesya.
"Hadiah elu buat Brinia dan Gara gue yang tanggung Nes, tapi atas nama elu. Selesai kan?"
Deg!
Yudha senyum pada Nesya? sungguh hati Nesya rasanya berbunga-bunga~
"Yurdha adalah the real Sultan" Teriak Denim dan langsung disambut tepuk tangan meriah para manusia-manusia Absurd itu.
to be continued
please yuk.. kasih dukungannya...
Like, komentar, hadiah kopi bunga dll atau vote yang masih tersisa. Biar authornya semangat 🥰
Masih bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 buat novel ini juga ya kak...
thank you!
__ADS_1