Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Memilih Undangan


__ADS_3

Sejak mengetahui fakta tentang Brinia dan beberapa ancaman yang datang untuk mengungkap semua itu, konsentrasi Gara jadi terpecah belah.


Nita, mantan selingkuhan om Henry menuntut pengakuan pada keluarga om Henry tentang keberadaan Mikha, jika tidak dia akan memberitahu Brinia tentang asal usul Brinia. Sedangkan Melly, justru ikut-ikutan mengancam Gara dengan menggunakan fakta tersebut dengan menyebarkan video itu ke sosial media.


Kemarin, saat Melly mengancam Gara tentang itu.. amarah Gara sudah tidak terbendung lagi. Gara bahkan hampir saja menampar wajah managernya itu jika tidak dicegah oleh Axel. Gara pun mengancam akan menghancurkan hidup Melly beserta keluarganya jika Melly berani macam-macam. Namun ternyata Melly adalah wanita bermental tidak tahu malu.


Sebab Melly tidak ada takut-takut nya dengan ancaman Gara. Melly justru berjanji tidak akan macam-macam selama Gara bisa bekerja dengan baik saat masih terikat kontrak dengan JH entertainment.


"Ga, elu kenapa dari tadi gak bisa fokus?" Tanya Axel. Saat ini Gara dan Axel sedang istirahat sedangkan Sabrina sedang mengerjakan scene berikutnya dengan pemain lainnya.


"Gue gak apa-apa."


"Elu masih kepikiran soal kemarin?" Tebak Axel. Dari ekspresi wajah Gara, lelaki yang berusia 20 tahun itu pun tahu apa yang ada dipikiran Gara beberapa hari ini.


"Sorry kalau gue lancang untuk ikut campur. Hanya saja, menurut gue... Brinia berhak tahu soal ini Ga, jangan sampai dia tahu dari orang lain dan justru membuatnya salah paham pada orang-orang sekelilingnya yang sudah mengetahui hal ini lebih dulu. Nanti Brinia menganggap elu menutupi hal ini dari dia terus dia marah sama elu." Kata Axel.


"Gak semudah itu Xel, situasinya gak semudah itu." Ucap Gara yang memikirkan kondisi psikis Brinia selama ini dan betapa rapuhnya gadis itu.


"Why?"


"Ada hal hal yang gak bisa gue ceritain ke elu. Ini masalah keluarga. Jadi sorry..."


"Gue yang sorry karena udah ikut campur urusan keluarga elu.. gue cuma mau elu fokus ke pekerjaan elu, kasian yang lainnya juga kalau harus mengulang scene karena elu gak fokus." Saran Axel.


"Thank sarannya ya Xel." Ucap Gara memupuk pundak teman kerjanya itu.


...*...


Pukul 5 sore,


Gara dan yang lainnya sudah menyelesaikan pekerjaannya untuk hari ini. Gara pun berkemas agar bisa segera pulang dan istirahat.


Semenjak mengetahui fakta itu, Gara belum berani menemui Brinia. Bukan karena Gara tidak merindukan Brinia, hanya saja Gara takut kecemasan dan kekhawatirannya dapat dirasakan oleh Brinia dan Brinia mendesaknya untuk bercerita.


"Guys.. gue pamit dulu ya.. thank buat hari ini." Ucap Gara dengan sopan pada teman-temannya di lokasi shooting.


"Oke sama-sama.."

__ADS_1


"Hati hati Ga."


"Jangan lupa besok libur shooting Ga! takutnya elu saking rajinnya datang ke lokasi lagi." Sahut yang lainnya secara bergantian.


Namun Melly tiba-tiba menghadang langkah Gara yang hendak menuju mobil.


"Ada apa?" Tanya Gara dengan nada dingin. Jika tidak ada hukum, mungkin Gara sudah mencekik rubah di depannya itu.


Sebenarnya, kemarin Gara sudah meminta tolong dengan Papa Andra untuk membantunya lepas dari kontrak kerja itu dan juga Melly, namun Papa Andra menolak untuk menolong Gara. Papa Andra ingin Gara menyelesaikan masalahnya sendiri, menyelesaikan pilihan dan keputusan yang sudah ia buat sendiri. Papa Andra ingin Gara belajar dari semua ini agar kedepannya Gara tidak asal mengambil keputusan.


Bahkan Gara berniat hutang pada sang papa untuk membayar pinalti, tapi Papa Andra tidak memberikannya. Karena, Papa Andra ingin melihat seberapa jauh perjuangan putranya apalagi ini sudah menyangkut Brinia. Papa Andra tidak ingin gegabah sebelum berhasil mendapatkan video yang ada di tangan Melly, wanita licik yang selalu bisa memanfaatkan kesempatan.


Toh, Gara selama ini tidak pernah mendengar nasehat sang papa. Gara selalu mengambil keputusan seenak jidatnya. Keputusan yang diambil dengan emosi dan nafsu belaka. Bukan menggunakan logika dan kesadaran sepenuhnya dengan berbagai pertimbangan. Gara adalah calon penerus bisnis keluarganya, jadi keputusan yang Gara ambil nantinya akan berpengaruh pada kehidupan ribuan karyawan.


"Besok malam elu harus dagang ke acara anniversary JH entertainment." Ucap Melly.


"Gue gak akan datang kalau gak sama Brinia." Jawab Gara ketus.


"Kenapa selalu Brinia.. Brinia dan Brinia? elu punya hubungan apa sama Brinia? Yakin cuma sepupu?" Pancing Melly dengan senyum liciknya.


"Elu gak perlu tahu apa-apa tentang Brinia." Gara berniat meninggalkan Melly.


"JAGA MULUT ELU MEL!" bentak Gara dengan wajah memerah karena amarah.


"Gue akan hancurkan keluarga elu Mel!" Ancam Gara dengan penuh penekanan.


"Keluarga gue hancur, hati Brinia juga akan lebih hancur Segara. ingat itu." Ucap Melly yang kemudian pergi meninggalkan Gara begitu saja. Melly paham, kelemahan Gara ada pada Brinia. Jadi dia akan mengontrol Gara dengan menggunakan Brinia.


...***...


Gara memasuki rumah dengan langkah gontai. Lelaki itu seperti lelaki yang belum makan seminggu, terlihat sangat lemas dan nampak sayu dari tatapan matanya.


"Segara-ku..." Pekik Brinia yang tiba-tiba datang kemudian memeluknya.


Gara mematung, dia belum siap bertemu Brinia. Tapi kenapa tiba-tiba Brinia ada di rumahnya dan langsung menyambutnya dengan pelukan.


"Ga.. kok diem aja sih? kamu gak kangen sama aku?" Tanya Brinia dengan bibir mengerucut karena tidak mendapat balasan pelukan dari Brinia.

__ADS_1


"Tenang Ga, tenang.. elu harus bisa mengontrol ekspresi elu supaya gak buat Brinia curiga tentang apa yang menjadi beban pikiran elu selama ini." Batin Gara.


"Aku? gak kangen kamu? mana mungkin Bee.. aku tuh kangen banget sama kamu!" Jawab Gara yang merengkuh tubuh Brinia sambil tersenyum. Gara menghirup aroma tubuh Brinia yang selalu membuatnya merasa lebih tenang.


"Terus kenapa kamu diem aja dari tadi?" Tanya Brinia yang menyandarkan kepalanya di dada bidang Gara.


"Aku hanya shock aja, pulang kerja.. capek banget eh tiba-tiba disambut dengan pelukan oleh wanita cantik. Aku merasa udah jadi suami yang kepulangannya di tunggu oleh sang istri tau." Ucap Gara mengusap lembut rambut Brinia.


"ini kita lagi training jadi pasangan suami istri Ga." Celetuk Brinia membuat Gara tertawa.


"Tumben kamu kesini?" Tanya Gara karena Brinia memang sangat jarang ke rumah Gara lebih dulu jika tidak diminta.


"Aku kangen sama kamu, kamu sibuk terus bahkan kamu gak pernah telfon aku dan datang ke rumah aku, padahal hanya melewati pagar doang, gimana kalau sampai melewati lautan coba?" Gerutu Brinia.


"Aku kan sibuk Brinia sayang.. maafkan aku ya...." Gara mengecup kening kekasihnya.


"Makasih ya udah datang kesini..." Ucap Gara lagi.


"Kak Bii... dipanggil Mama... jadi undangannya pilih yang mana?" Suara Selena terdengar begitu nyaring di telinga Gara dan Brinia membuat Gara mengernyit.


"Jadi kamu datang ke rumah aku, karena di suruh mama pilih undangan pernikahan kita... bukan karena kangen aku? Hem?" Tanya Gara yang memeluk Brinia dari belakang saat Brinia hendak kabur dari Gara menuju ruang keluarga dimana calon mertuanya berada dengan setumpuk contoh undangan.


"Hahahaha .. Aku kangen kamu Segara-ku...." Jawab Brinia merasakan geli dengan ciuman Gara di lehernya.


"Bohong!"


"Seriusan.. Gara. lepas ih.. geli tau Ga!" Ucap Brinia.


"Gak akan!"


"Gara, nanti Mama, atau Selena dan Selia melihat... lepas Segara!" Ucap Brinia sambil tertawa karena Gara menggelitik perutnya.


"Sumpah! pengen banget aku gendong kamu terus kunciin kamu di kamar!"


"Sabar dua Minggu lagi Ga." Jawab Brinia sambil tertawa.


to be continued

__ADS_1


Set dah... sepi amat yak ini platform 😅


yuk banyakin komentarnya biar aku majuin waktu updatenya 🤪


__ADS_2