Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Tidak Membiarkan


__ADS_3

Shooting yang harusnya sudah di mulai dari 30 menit yang lalu harus tertunda karena sang pemeran utama sinteron kejar tayang itu belum juga menampakkan batang hidungnya.


Sutradara sudah marah-marah sejak tadi, suara ngedumel para kru yang berjumlah puluhan orang pun terdengar begitu sumbang di telinga Melly. Belum lagi protes dan umpatan artis lainnya yang harus ikut menunggu lama.


Dan Melly lah yang terus disalahkan oleh semua rekan kerjanya karena Gara tidak datang tanpa kabar. Sebagai manager tentu Melly harus bertanggung jawab atas kekacauan yang sudah Gara lakukan hingga membuat semua berantakan.


Kejadian pagi ini benar-benar membuat citra Gara sebagai artis pendatang baru semakin buruk di depan kru dan artis lainnya.


Namun para kru dan yang lainnya sepakat untuk menjaga semuanya ini supaya tidak bocor keluar. Bagaimana pun mereka harus menjaga nama Gara demi kesuksesan sinetron yang sudah tayang 30 episode itu.


"Mel, elu ke rumah Gara dan cari tahu apa yang terjadi sama dia." Perintah sutrada.


"Ba.. baik pak." Ucap Melly yang langsung patuh demi keberlangsungan kariernya.


"Setelah elu mendapatkan kabar, maka segera kabari gue. Biar anak-anak yang udah disini take adegan lainnya yang tanpa Gara." Jelas sang Sutradara.


Dan Melly pun bergegas menuju kediaman Gara menggunakan ojek online. Menurut Melly, di jam jam segini, ojek online lebih efisien untuk mengejar waktu karena padatnya jalanan ibu kota. Melly harus segera mendapatkan jawaban pada sutradara dan mencari tahu apa penyebab Gara sampai detik ini tidak hadir ke lokasi shooting.


Dan tidak membutuhkan waktu lama, Melly pun sampai di depan kediaman mewah orang tua Segara Byantara. Melly pun berjalan menuju gerbang yang menjulang tinggi tersebut.


Namun seketika langkah Melly terhenti kala telinganya mendengar orang yang membicarakan tentang Gara. Melly menatap dua wanita yang berpenampilan berbeda itu dengan tatapan penuh selidik dan penasaran. Melly tahu, wanita muda yang disana adalah salah satu sahabat Gara karena beberapa kali Melly melihat wanita itu berfoto dalam circle persahabatan Gara.


Melly sedikit menjauhi gerbang rumah Gara untuk mendekat ke arah dua orang yang tengah asik berbincang itu. Melly memilih berdiri dibelakang pohon mahoni cukup besar yang ada luar pagar rumah.


"APA? Gara dan Brinia tidur berdua?" Pekik wanita muda itu dengan ekspresi terkejut membuat Melly juga ikutan terkejut. Rasa penasaran Melly pun kian menjadi-jadi.


"Jangan kencang-kencang non Nesya..." Pinta bik Sumi.


"Kenapa bisa bik?"


"Bibik gak tau non, tadi heboh banget sampai nyonya Sekar menampar non Brinia karena non Brinia habis gituan sama mas Gara."


Mendengar ucapan wanita paruh baya yang Melly yakini asisten rumah tangga itu pun membuat Melly semakin melebarkan matanya karena tidak percaya.


"Nggak mungkin bik. Meksipun Gara sama Brinia pacaran udah lama dan orang tua mereka juga udah Setuju tapi Gara gak pernah macem-macem sama Brinia. Gara benar benar jaga Brinia karena Gara sangat mencintai Brinia Bik."


"Iya non, beneran... ini aja mereka lagi bahas pernikahan mas Gara dan non Brinia. Kata mas Gara kalau lama-lama takut perut non Brinia membesar, terus mas Gara di pukul sama papanya."

__ADS_1


"Gara berpacaran sama Brinia? orang tua mereka sudah merestui? Gara mencintai Brinia? Mereka akan menikah? Jadi..."


Mendengar semua itu, Melly pun mengepalkan tangannya. Selama ini dia merasa di tipu oleh Segara.


Bagaimana jika sampai JH entertainment tahu tentang ini, maka bukan hanya karier Gara yang hancur, kariernya sebagai manager artis pun juga akan hancur.


Oke, Gara bisa dengan mudah membayar pinalti 18 Milyar dengan kekayaan kedua orang tuanya. Lalu bagaimana dengan dirinya? dirinya terikat kontrak dengan JH entertainment dengan denda yang tidak sedikit jika dirinya gagal.


"Nggak. Gue gak bisa tinggal diam.. gue harus bertindak." Gumam Melly kemudian memilih pergi dari rumah Gara. Karena percuma juga Melly datang memencet bel, pasti orang tua Gara tidak mengizinkan Gara pergi setelah Gara kepergok tidur dengan Brinia.


"Sepupu? cih! Ternyata semua itu hanya pembohong publik, Segara... Segara..." Melly pun menggelengkan kepalanya kemudian meraih ponselnya untuk memesan ojek online.


Melly berencana akan bilang para sutradara dan kru film bahwa Gara sedang sakit. Hanya itulah alasan yang paling aman tanpa beresiko.


...***...


Setelah melewati banyak sekali perdebatan, Gara dan Brinia akhirnya mendapatkan restu untuk menikah akhir bulan depan. Dengan catatan, Gara dan Brinia tidak boleh berduaan di ruang tertutup. Dan apabila mereka kepergok melakukan hal hal diluar batas lagi, maka Ayah Henry akan mengirim Brinia keluar negeri dan pernikahan mereka dibatalkan.


Ancaman yang cukup mengerikan di telinga Gara.


Dan di taman belakang, Brinia mengobati luka Gara yang habis terkena bogem dari sang Papa. Jemari lembut Brinia sesekali mengusap luka lebam itu, namun wajah Brinia masih saja jutek.


"Be.. kenapa sih cemberut terus?" tanya Gara sambil menoel dagu Brinia.


"Apaan sih!" Ketus Brinia.


"Bee.. maaf... aku tuh tadi kelepasan, habisnya sih kamu gak pake bra, kan aku jadi penasaran." Kata Gara dengan lirih seperti tidak ada dosa.


"Gara!" Brinia pun memukul lengan Gara dengan wajah memerah. Brinia semakin terlihat cantik jika sedang malu dan salting seperti ini.


"Aku kan gak tahu kalau kamu tiba-tiba datang ke kamar aku." Gerutu Brinia.


"Maaf sayang.. maaf.. tapi kalau boleh jujur, aku sama sekali gak menyesal loh meskipun dapat tonjokan dari papa. Karena akhirnya aku bisa merasakan bagaimana memegang punya kamu meskipun dari luar dan terhalang kaos."


"Gara ih, kamu mesum banget sih! Ngomong mesum terus aku siram pake air es ini nih." Ancam Brinia dengan wajah garangnya. Gara pun tertawa bahagia.


"Kamu juga tadi ngapain bilang perut aku lama-lama membesar, aku gak hamil ya.. lagian gimana mau hamil melakukan itu juga belum." Protes Brinia.

__ADS_1


"Habisnya sih aku bingung, Ayah kamu seolah ragu sama aku, Mama dan Bunda kamu pengen memundurkan nikahan kita. Papa juga nanti banyak syarat dan ketentuan yang berlakunya."


"Tapi mereka pasti akan berpikir macam-macam Segara sayang... "


"Mereka itu gak akan mikir macam-macam, mereka hanya akan mikir satu macam, yaitu kamu dan aku sudah making love."


"astaga Gara! ngeselin ih!" Brinia memukul Gara dengan kencang. Gara semakin tertawa dan kemudian memeluk Brinia.


"Bee aku cinta kamu dan aku gak sabar buat jadikan kamu istri aku." Bisik Gara dengan lembut kemudian mengurai pelukannya menatap wajah cantik Brinia.


"Kenapa sih kamu pengen banget buru-buru? pengen olahraga ranjang?" Tanya Brinia sambil menaik turunkan alisnya.


Gara melihat Brinia tengah menggodanya pun hanya bisa menganga tidak percaya. Benarkan ini Brinia?


"Be.. kamu menggoda aku?"


"Nggak, aku kan cuma nanya.. kamu kenapa buru-buru mau nikahin aku? Aku tuh bawel dan posesif, aku tukang cemburu, aku tuh suka overthinking dan insecure. Dan aku gak lebih cantik dari lawan main kamu loh Ga."


"Brinia sayang... dengerin aku." Gara menggenggam tangan Brinia.


"Aku mau nikahin kamu cepet supaya kita bisa berduaan terus. Aku cinta sama kamu, aku gak tahan lama-lama jauh dari kamu. Aku ingin kamu selalu ada buat aku dan aku selalu ada buat kamu. Meskipun banyak yang lebih cantik, kalau hati aku maunya kamu gimana? kalau diri aku pengennya kamu gimana?" Brinia terdiam.


"Bee.. emang kamu bisa mengatur hati kamu nyaman, cocok, sayang dan cinta sama siapa?" Brinia menggeleng.


"Nah aku juga sama. Dan aku bersyukurnya.. hati aku berlabuh sama kamu. Aku sayang dan cinta sama kamu Bee."


"Aku juga cinta banget sama kamu Ga!" Brinia pun berhambur ke perlukan Gara membuat hati Gara menghangat seketika.


"Akhirnya tinggal selangkah lagi kita bisa menikahkan mereka ya." Gumam Mama Amelia melihat kemesraan Gara dan Brinia dari dalam rumah.


"Iya Mel, aku menyesal tadi sudah berkata kasar dan menampar Brinia."


"Gak apa-apa Kar, yang penting lain kali, tahan emosi kamu. ingat anak kamu tinggal Brinia karena Brian sudah tenang disana."


"Iya kamu benar Mel, Brinia adalah adik kesayangan Brian, Brinia adalah segalanya untuk Brian. Aku akan menyayangi Brinia seperti yang Brian harapkan." Mama Amelia itupun mengusap lembut lengan tentangnya. Biarlah masa lalu terkubur dengan baik, demi kebaikan Brinia.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2