
" Tapki, Tipka " Panggil seseorang dari meja makan.
" Iya, Bun " Jawab Tipka
" Sayang ayo makan, nanti kalian telat kesekolah " Ucap seorang wanita yang dipanggil Bunda oleh Tipka
Tanpa berkata lagi, Tipka segera berjalan menuruni anak tangga menuju kearah meja makan.
" Dimana kembaranmu? " Tanya Bunda yang bernama Tasya.
" Biasalah Bun. Bunda kayak gak tau Tapki aja " Jawab Tipka.
" Anak itu memang " Gumam Bunda Tasya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Tak lama Tapki pun turun dengan gayanya. Dia memakai rok yang berada diatas lutut, kemeja yang ketat, dan make up diwajahnya.
" Kamu ya Tap, kalau dandan lama banget.Kalau nanti kalian telat gimana? " Tanya Bunda Tasya.
" Hari ini kan masih masa mos, Bun. Jadi biar aja kalau telat " Ucap Tapki lalu duduk dikursi dan segera menyantap makanannya diikuti dengan Bunda Tasya dan Tipka.
Selesai selesai makan, Tapki dan Tipka berpamitan kepada Bunda Tasya. Selesai berpamitan, Tapki dan Tipka berjalan memasuki mobil masing masing dan segera melajukan mobil mereka meninggalkan rumah besar keluarga Anjana.
***
2 buah mobil mewah memasuki area parkiran sekolah. Semua mata tertuju kepada 2 mobil mewah tersebut.
Saat seseorang keluar dari dalam mobil yang berwarna merah. Semua mata yang melihatnya sangat kagum dengan kecantikannya. Tapi ada juga beberapa orang yang menatapnya dengan tatapan tidak suka, karena merasa tersaingi.
" Wah... cantik banget tuh cewek " Kata salah satu pria yang bernama Rudy yang merupakan teman dari ketua osis sekaligus anggota osis.
" Iya, tuh cewek bahkan lebih cantik dari si Vivi " Ucap temannya yang satu lagi bernama Danu.
" Kalian kalau ngomong soal cewek jangan lama lama. Nanti kalau si Andra dengar bisa dimarahi tahu gak " Ucap yang satu lagi bernama Yasky.
" Iya, ya. Untung aja si Andra lagi ada didalam. Kalau gak, dia bakalan ngomel ngomel " Ucap Rudy.
Saat mereka sedang berbincang bincang, pintu mobil berwarna putih terbuka. Dan muncullah seorang gadis dengan kaca mata bulat dan rambut yang diikat menjadi 2. Gadis itu adalah Tipka.
Setiap Tipka akan pergi sekolah, dia akan selalu berpenampilan seperti itu. Karena dia ingin melihat siapa saja yang tulus berteman dengannya. Sebab waktu dibangku SD dulu, ada sahabatnya yang tidak tulus berteman dengannya. Dan hal itu membuat Tipka merubah penampilannya juga sikapnya terhadap orang orang yang bersekolah sama dengannya. Tipka sudah banyak mendengar hinaan dan dia hanya diam tanpa membalas. Orang tua Tipka pun sudah tau mengenahi hal itu. Dan hal itu membuat orang tua Tipka, memasukkannya kedalam les ilmu bela diri.
__ADS_1
Sedangkan Tapki, dia selalu memperhatikan penampilannya, dia adalah orang yang mudah bergaul dan bisa dikatakan suka tebar pesona. Tapki selalu dipuji oleh orang orang disekitarnya dan itu membuatnya menjadi sombong. Tapki tidak ingin pergi dan pulang sekolah bersama Tipka karena penampilan Tipka. Dia juga gak mau mengakui Tipka sebagai saudaranya karena menurutnya itu hanya akan memalu malukan dirinya saja.
" Eeh, lihat tuh cewek " Ucap Rudy.
" Yang mana? " Tanya Danu sambil melihat kanan kiri.
" Itu " Ucap Rudy seraya menunjuk kearah Tipka.
" Tuh cewek, kayak mirip sama yang cantik tadi deh " Ucap Danu.
" Gila lo, kayak gitu dibilangin mirip. Buka mata lo, yang tadi cantik. Yang sekarang cupu. Mana mirip lah " Ucap Rudy tak terima.
" Udah jangan bicarain cewek. Sekarang kita masuk aja sebentar lagi acara dimulai " Ucap Yasky.
Mereka bertiga berjalan memasuki gedung sekolah.
Saat Tipka berjalan ingin memasuki gedung sekolah, tiba tiba ada beberapa orang yang menghina hinanya.
" Eh, lo cewek cupu. Orang cupu gak pantas sekolah disini "
" Iya, benar tuh. Sok soan lagi pakai mobil mewah. Pasti itu mobil, mobil pinjaman "
Berbagai hinaan didengar oleh Tipka, dan ada juga yang melempar Tipka dengan botol kosong. Tapi Tipka hanya diam menerima semua hinaan dan perilaku kasar dari mereka.
Tiba tiba ada seorang wanita yang melempar Tipka dengan sebuah batu yang berukuran lumayan besar.
Tipka masih tetap diam sambil memegang keningnya sebelah kanan yang tadi terkena batu. Tipka berjalan memasuki gedung sekolah. Dia pergi ke toilet dan membasuh lukanya dengan air. Tipka hanya membasuh tanpa ada niat untuk mengobati. Setelah itu dia keluar menuju lapangan.
Setibanya Tipka dilapangan, nampak seorang laki laki yang sedang memberikan pidato. Tipka ikut berbaris, dia berbaris dibarisan paling belakang, karena dia terlambat. Tidak lupa dengan tangan kanannya yang memang tisu untuk menutupi lukanya.
Laki laki itu melihat Tipka yang datang terlambat. Dan dia tidak membiarkan begitu saja.
" Hey, kamu maju kedepan " Pinta laki laki itu.
Tipka menunjuk dirinya menggunakan tangan kirinya.
" Iya, kamu maju kedepan " Pintanya lagi.
Tipka maju kedepan.
__ADS_1
" Kenapa kamu terlambat? " Tanya laki laki itu yang adalah ketua osis.
Tipka hanya diam sambil melihat kesembarang arah.
" Hey, apa kah kamu mendengar apa yang kukatakan? Tanya ketua osis itu yang bernama Andra.
Lagi lagi Tipka hanya diam.
" Kamu bisa bicara atau tidak " Bentak Andra yang sudah kesal kepada Tipka dan segera menarik tangan kanan Tipka dengan paksa, tapi Tipka tetap melawan. Sampai akhirnya dia kalah dan tangan kanannya sudah lepas dari lukanya.
Andra yang melihat luka Tipka yang masih mengeluarkan darah hanya diam dengan wajah yang datar.
" Obati lukamu " Ucap Andra tanpa melihat Tipka.
Tipka hanya diam tanpa suara.
" Obati lukamu " Ucap Andra dengan suara yang mulai meninggi.
Lagi lagi Tipka hanya diam.
" Aku bilang obati lukamu " Bentak Andra.
" Udah An, biarin aja kalau dia gak mau ngobati lukanya. Lagian kamu peduli amat sama dia " Ucap seorang wanita yang tadi melempar batu kepada Tipka, yang bernama Vivi wakil ketua osis sekaligus cewekvyang paling cantik disekolah sebelum kedatangan Tapki.
Tipka menatap Vivi dengan tatapan yang mematikan. Orang yang sudah melukainya dengan beraninya mengatakan seperti itu didepannya. Tapi bukan Tipka namanya kalau tidak bisa mengontrol emosi. Tipka akan tetap diam kepada orang yang menghinanya, asalkan orang itu tidak melibatkan keluarganya.
" Turunin mata lo " Ucap Vivi.
Tipka tidak mendengarkan ucapan Vivi.
" Gue bilang turunin mata lo cupu " Ucap Vivi sekali lagi.
Tipka masih diam.
Vivi yang sudah kesal hendak menampar Tipka, tapi dengan cepat Tipka menahan tangan Vivi lalu mengibaskannya dengan kasar.
Tipka berbalik, lalu melangkahkan kakinya menuju kebarisan paling belakang.
Andra menatap Tipka dengan tatapan yang tidak suka. Karena Andra adalah ketua osis sekaligus ketua basket. Ia juga adalah anak dari pemilik sekolah. Dan selama dia bersekolah, tidak pernah ada yang berani membantah ucapannya. Dan Tipka adalah orang pertama yang membantah ucapannya disekolah.
__ADS_1