
" Maksud aku, aku menyukai Sion sebagai teman dan gak lebih " Jawab Tipka.
Andra tersenyum mendengar jawaban Tipka.
" Ya udah, aku minta maaf. Dan sampai jumpa besok " Ucap Tipka yang beranjak dari tempat duduknya.
" Kamu mau kemana? " Tanya Andra seraya menahan tangan Tipka.
" Mau pulang " Jawab Tipka.
" Aku antar " Tawar Andra.
" Gak usah. Aku udah dijemput diluar " Ucap Tipka.
" Ya, udah. Besok aku antar kamu pulang " Ucap Andra.
" Terserah " Balas Tipka.
Tipka pergi menuju parkiran.
Sesampainya diparkiran, Tipka langsung masuk kedalam mobil.
Mobil yang dikendarai Pak Dirga melaju kerumah keluarga Anjana dengan kecepatan sedang.
Sepanjang perjalanan Tipka habiskan dengan tersenyum. Entah kenapa, sekarang dia sangat bahagia.
Mobil sudah sampai didepan rumah keluarga Anjana. Tipka segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah sambil tersenyum.
" Ngapain kamu senyum senyum kayak gitu? " Tanya Ayah Hendra yang sudah menunggu kedatangan Tipka.
" Eh Ayah, Ayah kapan pulang? " Tanya Tipka balik.
" Kamu jangan ngalihkan pembicaraan. Kamu senyum senyum, gara gara sudah berhasil mempermalukan nak Andrakan? Tuduh Ayah Hendra.
" Maksud Ayah? " Tanya Tipka.
Bukannya menjawab, Ayah Hendra malah memberikan ponsel kepada Tipka.
Tipka menerima ponsel itu dan melihat video pertandingan basketnya dengan Andra.
" Ayah, aku gak bermaksud membuat Kak Andra malu. Aku hanya ingin membantu temanku saja " Ucap Tipka.
" Ayah malu punya anak kayak kamu. Ayah malu " Ucap Ayah Hendra lalu pergi meninggalkan Tipka sendirian.
Tipka yang mendengar ucapan Ayahnya merasa sangat sedih. Dia berlari dengan berlinang air mata kekamarnya.
Sesampainya dikamar, ia langsung mengunci pintu. Aku malu memiliki anak sepertimu, aku malu kata kata itu selalu bergema ditelinga Tipka.
" Tidak " Teriak Tipka sambil geleng geleng kepala.
" Aku tidak membuat Ayah malu. Tidak, aku tidak anak durhaka. Tidak, hiks hiks " Ucap Tipka dengan berlinang air mata.
Tipka berjalan menuju kamar mandi. Ia mengguyur tubuhnya dibawah shower. Tipka terduduk dilantai dengan berlinang air mata.
" A-aku, ti-tidak salah. A-aku hanya me-membantu. A-aku ti-tidak salah " Tipka berkata terbata bata, karena menggigil.
Setelah itu, Tipka langsung naik keatas tempat tidur untuk tidur, tanpa mengganti bajunya dan makan malam.
***
Keesokan harinya
Tipka masih berada didalam kamar. Ia masih tertidur, walau sudah pukul 10.00.
Sedari tadi Bunda Tasya sudah mengetuk pintu kamar Tipka, tapi Tipka tidak mendengarnya sama sekali.
__ADS_1
Tok tok tok
" Tipka, tolong buka pintunya. Dari kemarin malam kamu belum makan. Ayo nak, buka pintunya " Ucap Bunda Tasya seraya mengetuk pintu kamar Tipka.
Bunda Tasya semakin khawatir karena Tipka tidak membuka pintu. Ia sudah mengetuk pintu kamar Tipka dari setengah jam yang lalu.
***
Disekolah
Sedari tadi Andra mencari Tipka kemana mana, tapi dia tidak menemukan Tipka.
Andra memilih untuk menanyakan keberadaan Tipka kepada teman Tipka.
" Apa kau melihat Tipka? " Tanya Andra kepada Mira.
" Hari ini, Tipka tidak masuk kak " Jawab Mira.
" Kenapa dia tidak masuk? " Tanya Andra lagi.
" Aku tidak tahu, kak " Jawab Mira jujur.
" Baiklah " Ucap Andra lalu pergi meninggalkan Mira dan Sion.
'Kenapa Tipka tidak masuk? Aku akan kerumahnya setelah pulang sekolah' Batin Andra.
***
Pulang sekolah
Andra melajukan mobilnya menuju rumah keluarga Anjana.
Sesampainya didepan rumah, seorang satpam mendekatinya.
" Saya Andra, dan saya ingin bertemu dengan Tipka " Jawab Andra.
" Ada perlu apa, tuan Andra dengan nona Tipka? " Tanya satpam.
" Saya temannya dan saya ingin bertemu dengannya, karena hari ini Tipka tidak masuk sekolah " Jawab Andra.
" Silahkan, tuan " Ucap satpam.
" Terima kasih, Pak " Balas Andra.
Setelah memarkirkan mobilnya, Andra keluar dari mobil dan menekan bel.
Pintu dibuka oleh seorang pelayan yang bernama Bi Suni.
" Ada yang bisa saya bantu? " Tanya Bi Suni.
" Apa saya bisa bertemu dengan Tipka " Tanya Andra balik.
" Tentu, silahkan masuk " Ucap Bi Suni.
" Silahkan duduk, tuan " Lanjut Bi Suni.
Setelah Andra duduk, Bi Suni langsung pergi menemui nyonya besarnya.
Bi Suni menemui Bunda Tasya yang masih berada didepan pintu kamar Tipka.
" Permisi nyonya, didepan ada tamu " Lapor Bi Suni.
" Siapa, Bi? " Tanya Bunda Tasya seraya menghapus air matanya yang keluar saat dia mengetuk pintu kamar Tipka.
" Saya lupa menanyakan namanya nyonya. Hanya saja dia ingin bertemu dengan nona Tipka " Jawab Bi Suni jujur.
__ADS_1
" Baiklah, saya akan menemui tamu itu sebentar. Dan Bibi tolong ketuk terus pintu kamar Tipka " Pinta Bunda Tasya
" Baik nyonya " Ucap Bi Suni.
Bunda Tasya menuruni tangga menuju ruang tamu.
Sesampainya diruang tamu, Bunda Tasya langsung melihat Andra yang sedang menikmati tehnya.
" Nak Andra " Ucap Bunda Tasya terkejut.
" Selamat siang, Tan " Ucap Andra seraya mencium tangan Bunda Tasya.
" Ada perlu apa nak Andra menemui Tipka? " Tanya Bunda Tasya.
" Saya hanya ingin menemui Tipka saja. Karena hari ini dia tidak masuk sekolah " Jawab Andra.
" Oh iya, Tan. Tipka ada dimana? " Tanya Andra.
" Ti-tipka " Ucap Bunda Tasya dengan bibir bergetar dan air bening yang lolos dari pelupuk matanya yang sudah ia tahan dari tadi.
" Ada apa, Tan? " Tanya Andra.
" Da-dari kemarin malam, Ti-tipka berada dikamar. Di-dia tidak mau membuka pintu kamarnya " Jawab Bunda Tasya.
" Apa? Kenapa Tipka bisa melakukan hal seperti ini? " Tanya Andra.
" Kemarin Tipka dan Ayahnya bertengkar " Jawab Bunda Tasya.
" Dimana kamar Tipka, Tan? " Tanya Andra.
" Ada dilantai dua, disebelah kiri tangga. Pintu berwarna putih " Jawab Bunda Tasya.
Andra berlari kekamar Tipka dengan mendengar arahan yang diberikan Bunda Tasya.
Andra melihat Bi Suni yang masih mengetuk pintu kamar Tipka.
" Permisi Bi, apa saya boleh mengetuk pintu kamar Tipka? " Tanya Andra.
" Silahkan Tuan " Jawab Bi Suni.
Tok tok tok
" Tipka, ini aku Andra. Tolong bukakan pintunya. Aku ingin bicara denganmu. Tolong bukakan pintunya " Ucap Andra.
Andra mengedor ngedor pintu kamar Tipka.
" Tipka buka pintunya atau aku akan mendobrak pintunya " Ancam Andra.
Tidak ada sautan dari dalam.
Andra mendobrak pintu kamar Tipka dengan kuat. Dalam beberapa kali dobrakan, pintu terbuka.
Tampaklah Tipka yang sedang menggigil dengan mata tertutup berada diatas kasur.
Andra berlari mendekati Tipka.
" Tipka, Tipka " Panggil Andra seraya menepuk pelan pipi Tipka.
" A-ku ti-dak sa-lah, A-yah. A-ku ha-nya mem-ban-tu. A-ku ti-dak sa-lah " Tipka berbicara dengan mata yang masih terpejam.
Andra meletakkan punggung tanggannya dikening Tipka.
" Ya ampun, Badannya panas sekali " Guman Andra.
Dengan sigap, Andra menggendong tubuh Tipka dan meletakkannya kedalam mobil. Lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit Mutiara.
__ADS_1