
Mata Vivi terbelalak menatap pesan itu.
" Bukan gue yang kirim ini " Ucap Vivi.
Andra dan Tapki menatap tidak percaya.
" Waktu itu, hp gue hilang. Dan esoknya baru ketemu " Ucap Vivi.
" Dimana lo temuin? " Tanya Tapki.
" Bukan gue yang nemuin, tapi ada cowok yang ngasih kegue. Kalau gak salah namanya Skandy " Jawab Vivi.
" Skandy " Ucap Tipka terkejut. Ia keluar dari persembunyian diikuti Yasky.
" Aku gak salah dengarkan. Tadi kamu bilang Skandy? " Tanya Tipka tak percaya.
" Iya " Jawab Vivi.
" Kamu kenal Skandy? " Tanya Andra.
" Iya, aku kenal sama dia. Waktu SD dia seangkatan samaku. Tapi sebenarnya, umurnya beda 2 tahun samaku " Jawab Tipka.
" Aku rasa Skandy ada sangkut pautnya sama hal ini " Gumam Tipka.
" Hal apa? " Tanya Vivi yang tidak mengerti apa apa.
Mereka berempat terkejut mendengar pertanyaan Vivi. Tadinya mereka sempat melupakkannya.
" Maaf, kak Vivi. Tapi kami gak bisa memberitahukan apa apa. Hanya saja terima kasih karena sudah mau meluangkan waktu kesini. Dan sekarang kakak boleh pergi " Usir Tipka halus.
" Lo ngusir gue? " Tanya Vivi tak suka.
__ADS_1
" Bukan gitu kak. Hanya saja kami ada hal pribadi yang harus dibicarakan " Jawab Tipka lembut.
Tanpa menunggu lama, Vivi langsung pergi menggunakan mobil miliknya.
Tipka mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.
" Halo, Sion " Sapa Tipka. Ternyata ia menelpon Sion.
" Halo, Tipka " Balas Sion.
" Apa Mira udah mutusin sesuatu? " Tanya Tipka.
" Iya " Jawab Sion.
" Apa keputusannya? " Tanya Tipka lagi.
" Dia mutusin Skandy " Jawab Sion.
" Kamu tahu kenapa dia memilih hal itu? " Tanya Tipka.
" Aku juga gak tahu. Tapi seminggu yang lalu, Mira mengajakku menemaninya ketaman. Dan disitu ia memutuskan Skandy sesudah menamparnya " Jawab Sion.
" Aku yakin ada sesuatu dibalik keputusannya. Apa kau tahu dimana alamat rumahnya? " Tanya Tipka.
" Iya " Jawab Sion.
" Nanti kirim keaku ya. Kalau begitu bye " Ucap Tipka dan langsung mematikan sambungan telepon.
" Rumit " Gumam Tipka.
" Ada apa? " Tanya Andra.
__ADS_1
" Mira, dia sudah putus dengan Skandy " Jawab Tipka.
" Lupakan itu sebentar mari kita lihat, apa ada sesuatu disini atau tidak " Ucap Tipka.
" Em, Tipka. Maaf tidak memberitahukan ini sebelumnya. Tapi saat aku hampir diculik, dengan tidak sengaja aku mengambil ini dari orang yang membekapku " Ucap Tapki sambil menunjukkan dompet.
" Dompet " Gumam Tipka.
" Apa ini sudah kau periksa diluan? " Tanya Tipka.
" Aku tidak berani " Jawab Tapki.
" Ayo kemobil " Ajak Tipka.
Mereka berempat berjalan, masuk kedalam mobil Andra.
" Kita lihat ada apa disini " Gumam Tipka semangat.
Ada beberapa lembar uang, foto bayi, sebuah kartu ponsel, obat bius, dan ada secarik kertas yang berisi sebuah alamat.
" Foto ini, sepertinya aku pernah lihat " Gumam Tipka.
" Aku juga " Timpal Tapki.
Setelah agak lama diam dan berpikir, akhirnya Tapki mengingat sesuatu.
" Oh ya Tipka, ini foto Skandy. Kamu masih ingat saat kalian kerja kelompok dirumah. Disitu kalian membuat perkembangan diri dari mulai bayi sampai kalian sebesar sekarang " Ucap Tapki.
" Iya, aku ingat " Balas Tipka.
" Tapi apa ini benar foto Skandy? " Tanya Tipka kurang yakin.
__ADS_1
" Nanti kita pikirkan, sekarang kita lihat dulu, apa isi kartu itu " Ucap Tapki seraya menunjuk sesuatu yang ada didalam dompet.