Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 68


__ADS_3

Mata Vivi terbelalak menatap pesan itu.


" Bukan gue yang kirim ini " Ucap Vivi.


Andra dan Tapki menatap tidak percaya.


" Waktu itu, hp gue hilang. Dan esoknya baru ketemu " Ucap Vivi.


" Dimana lo temuin? " Tanya Tapki.


" Bukan gue yang nemuin, tapi ada cowok yang ngasih kegue. Kalau gak salah namanya Skandy " Jawab Vivi.


" Skandy " Ucap Tipka terkejut. Ia keluar dari persembunyian diikuti Yasky.


" Aku gak salah dengarkan. Tadi kamu bilang Skandy? " Tanya Tipka tak percaya.


" Iya " Jawab Vivi.


" Kamu kenal Skandy? " Tanya Andra.


" Iya, aku kenal sama dia. Waktu SD dia seangkatan samaku. Tapi sebenarnya, umurnya beda 2 tahun samaku " Jawab Tipka.


" Aku rasa Skandy ada sangkut pautnya sama hal ini " Gumam Tipka.


" Hal apa? " Tanya Vivi yang tidak mengerti apa apa.


Mereka berempat terkejut mendengar pertanyaan Vivi. Tadinya mereka sempat melupakkannya.


" Maaf, kak Vivi. Tapi kami gak bisa memberitahukan apa apa. Hanya saja terima kasih karena sudah mau meluangkan waktu kesini. Dan sekarang kakak boleh pergi " Usir Tipka halus.


" Lo ngusir gue? " Tanya Vivi tak suka.

__ADS_1


" Bukan gitu kak. Hanya saja kami ada hal pribadi yang harus dibicarakan " Jawab Tipka lembut.


Tanpa menunggu lama, Vivi langsung pergi menggunakan mobil miliknya.


Tipka mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


" Halo, Sion " Sapa Tipka. Ternyata ia menelpon Sion.


" Halo, Tipka " Balas Sion.


" Apa Mira udah mutusin sesuatu? " Tanya Tipka.


" Iya " Jawab Sion.


" Apa keputusannya? " Tanya Tipka lagi.


" Dia mutusin Skandy " Jawab Sion.


" Kamu tahu kenapa dia memilih hal itu? " Tanya Tipka.


" Aku juga gak tahu. Tapi seminggu yang lalu, Mira mengajakku menemaninya ketaman. Dan disitu ia memutuskan Skandy sesudah menamparnya " Jawab Sion.


" Aku yakin ada sesuatu dibalik keputusannya. Apa kau tahu dimana alamat rumahnya? " Tanya Tipka.


" Iya " Jawab Sion.


" Nanti kirim keaku ya. Kalau begitu bye " Ucap Tipka dan langsung mematikan sambungan telepon.


" Rumit " Gumam Tipka.


" Ada apa? " Tanya Andra.

__ADS_1


" Mira, dia sudah putus dengan Skandy " Jawab Tipka.


" Lupakan itu sebentar mari kita lihat, apa ada sesuatu disini atau tidak " Ucap Tipka.


" Em, Tipka. Maaf tidak memberitahukan ini sebelumnya. Tapi saat aku hampir diculik, dengan tidak sengaja aku mengambil ini dari orang yang membekapku " Ucap Tapki sambil menunjukkan dompet.


" Dompet " Gumam Tipka.


" Apa ini sudah kau periksa diluan? " Tanya Tipka.


" Aku tidak berani " Jawab Tapki.


" Ayo kemobil " Ajak Tipka.


Mereka berempat berjalan, masuk kedalam mobil Andra.


" Kita lihat ada apa disini " Gumam Tipka semangat.


Ada beberapa lembar uang, foto bayi, sebuah kartu ponsel, obat bius, dan ada secarik kertas yang berisi sebuah alamat.


" Foto ini, sepertinya aku pernah lihat " Gumam Tipka.


" Aku juga " Timpal Tapki.


Setelah agak lama diam dan berpikir, akhirnya Tapki mengingat sesuatu.


" Oh ya Tipka, ini foto Skandy. Kamu masih ingat saat kalian kerja kelompok dirumah. Disitu kalian membuat perkembangan diri dari mulai bayi sampai kalian sebesar sekarang " Ucap Tapki.


" Iya, aku ingat " Balas Tipka.


" Tapi apa ini benar foto Skandy? " Tanya Tipka kurang yakin.

__ADS_1


" Nanti kita pikirkan, sekarang kita lihat dulu, apa isi kartu itu " Ucap Tapki seraya menunjuk sesuatu yang ada didalam dompet.


__ADS_2