
" Aku kenal Skandy saat dibangku SMP. Dulu aku sangat mengejar ngejar Skandy, hingga akhirnya aku bisa jadian sama dia " Ucap Mira.
" Kamu tahu masa lalu Skandy? " Tanya Tipka.
Mira menggeleng.
" Kamu percaya kalau aku bilang Skandy hanya manfaatin kamu? " Tanya Tipka.
Mira diam. Ia bingung harus jawab apa.
" Mira, aku gak bermaksud mau buat hubungan kamu sama Skandy hancur. Hanya saja aku merasa Skandy hanya manfaatin kamu. Coba kamu pikir, kenapa Skandy masih nyuruh kamu memberi informasi tentang aku kepadanya? Padahal tujuan awal adalah penasaran dengan kepribadian aku. Dan sekarang itu sudah terbongkar " Ucap Tipka.
Mira masih diam. Ia memikirkan setiap kata kata yang keluar dari mulut Tipka.
" Kamu boleh berpikir tentang hal ini. Jangan ambil keputusan yang salah " Ucap Tipka.
" Aku kekelas " Lanjut Tipka yang berlalu pergi dari taman.
Tipka meninggalkan Mira karena ia ingin memberikan Mira waktu untuk berpikir.
Tipke pergi masuk kedalam kelas. Ia langsung membaca buku setelah duduk dikursinya.
Ditengah tengah membacanya, meja Tipka dipukul dengan sangat keras. Dan itu membuat Tipka terkejut, tapi dia mengendalikan ekspresinya. Tipka mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa yang berani memukul meja. Betapa terkejutnya ia melihat Vivi dan Tapki.
__ADS_1
" Gue peringatin lo, jauhin Andra " Peringat Vivi.
" Kenapa aku harus jauhin Kak Andra? " Tanya Tipka tenang.
" Karena, Kak Andra gak cocok sama cewek kampungan kayak lo " Jawab Tapki.
Kelemahan terbesar Tipka ada pada keluarganya. Jika keluarga mengatakan sesuatu yang berupa perintah dia akan selalu menurut. Dan jika menghina, itu akan lebih parah dari pisau yang menusuk langsung kehatinya.
Tipka berpikir sejenak. Jika dia menghindari Andra, dan Andra menyadari hal itu. Pastinya Andra akan bertanya ada apa dengannya? Jika Tipka berbohong, dan Andra mengetahui kebohongannya. Pastinya Andra akan menyelidiki hal itu. Dan jika Tipka berkata jujur, Tapki akan dimarahi oleh Ayah dan Bunda.
Setelah berpikir panjang, Tipka memutuskan untuk tidak menghindari Andra. Lagian, dia juga harus memecahkan misteri orang tua kandungnya.
Daripada harus meladeni Vivi dan Tapki, Tipka memilih untuk kembali fokus membaca.
" Dengar baik baik ya, jauhin Andra. Ini peringatan terakhir buat lo " Ucap Vivi ketus.
Setelah mengatakan peringatannya, Vivi keluar bersama dengan Tapki.
" Merepotkan aja " Gumam Tipka.
Saat ditengah tengah Tipka membaca, ada seseorang yang menarik bukunya.
Tipka yang dengan posisi menunduk, menghirup udara banyak banyak, menyiapkan mental.
__ADS_1
" Mau apa la... " Bentakan Tipka terhenti ketika melihat siapa yang menarik bukunya.
" Maaf " Ucap Tipka.
" Kamu kenapa? " Tanya orang yang menarik buku Tipka yang tidak lain adalah Sion.
" Tidak, aku kira kamu orang lain " Jawab Tipka kembali duduk.
"Kamu kira aku siapa, sampai sampai kamu bentak gitu? " Tanya Sion.
" Tidak ada " Jawab Tipka.
" Ya udah, kalau kamu gak mau cerita. Bagaimana dengan Mira? " Tanya Sion mengalihkan pembicaraan.
" Aku sedang memberinya waktu untuk berpikir " Jawab Tipka.
" Sebenarnya, kemarin itu Mira udah jelasin semuanya keaku " Ucap Sion.
" Aku sudah tahu semuanya. Dan menurut aku, Mira gak salah. Dia hanya dimanfaatkan oleh Skandy. Malah, aku seperti merasakan apa yang Mira rasakan. Seperti itu semua terjadinya keaku " Ucap Tipka.
" Kamu kenal pacarnya? " Tanya Sion.
Sion melihat kebencian dimata Tipka saat ia mengatakan nama Skandy.
__ADS_1