
" Kau memisahkanku dengan keluargaku. Kau jahat, kau jahat " Teriak Tipka.
" Apa yang kau katakan Tipka? " Tanya Bunda Tasya bingung.
" Jangan berpura pura bodoh. Dimana keluargaku yang sebenarnya? " Tanya Tipka dengan nada tinggi.
" Kami semua adalah keluargamu " Ucap Ayah Hendra yang sudah berada dipintu saat Tipka mulai menangis.
" Kau bukan keluargaku. Kalian bukan keluargaku. Kalian semua pembohong. Kalian semua jahat. Kalian menipuku, hiks hiks " Tipka kembali menangis.
" Apa maksudmu, nak? Kami tidak menipumu " Ucap Bunda Tasya seraya menyentuh lengan Tipka.
" Jangan menyentuhku, aku tidak mau disentuh oleh orang munafik seperti kalian " Ucap Tipka.
" Tipka, kamu sabar dulu. Jelaskan maksud ucapanmu tadi " Ucap dokter Sindy.
" Aku tidak mau menjelaskan apa apa " Ucap Tipka dingin tapi dengan nada rendah.
" Jika kamu masih belum ingin mengatakan sesuatu, kami tidak akan memaksamu. Kami akan menunggumu sampai siap " Ucap dokter Sindy.
" Kalau begitu, kamu istirahat sekarang " Lanjut dokter Sindy.
" Aku akan istirahat, setelah orang orang ini pergi dari sini " Ucap Tipka.
" Baiklah, kami akan keluar " Ucap dokter Sindy.
__ADS_1
Mereka berlima keluar dari ruang VVIP.
" Om, Tante, dan Tapki, sebaiknya kalian pulang. Biar aku yang menjaga Tipka disini " Ucap Andra.
" Tidak perlu, nak. Kami tidak ingin merepotkan nak Andra lagi " Ucap Bunda Tasya.
" Saya tidak merasa direpotkan kok, Tan. Sekalian nanti sama Mama " Ucap Andra meyakinkan.
" Baiklah, maaf sebelumnya merepotkan. Dan terima kasih " Ucap Bunda Tasya.
" Sama sama, Tante " Balas Andra.
" Nak Andra, Om minta maaf kepada nak Andra atas nama Tipka atas kejadian kemarin " Ucap Ayah Hendra.
" Om, tidak perlu meminta maaf. Ini bukan salah Tipka, sebenarnya... " Andra menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
" Om, tidah perlu merasa bersalah. Nanti saya akan meluruskan permasalahan ini. Dan sebaiknya, sekarang Om pulang dan istirahat " Ucap Andra.
" Terima kasih nak Andra, karena sudah mau membantu Om meluruskan masalah ini " Ucap Ayah Hendra.
" Kalau begitu, kami pamit " Pamit Ayah Hendra yang hanya dibalas senyum anggukan oleh Andra.
Setelah Ayah Hendra, Bunda Tasya, dan Tapki pergi. Andra juga pergi, tapi dia pergi kekantin rumah sakit untuk makan malam. Karena sudah pukul 19.45. Dia hanya makan dalam waktu 10 menit.
Disisi lain
__ADS_1
Tipka yang tidak bisa tidur, memilih untuk pergi ke rooftop untuk menenangkan hati dan pikirannya.
Setelah tiba dirooftop, Tipka memandangi bulan dan bintang dilangit malam.
" Ahhh " Teriak Tipka.
Ia berteriak untuk menghilangkan sedikit beban dihatinya.
" Kenapa hidupku menjadi rumit sekarang? Kenapa aku selalu mendapat hal buruk? Kenapa? Hiks hiks " Ucap Tipka dengan nada tinggi.
Tiba tiba, ada seseorang yang menyentuh pundaknya.
Dengan cepat, Tipka menghapus air matanya dan berbalik.
" Ngapian kamu kesini? " Tanya Tipka dingin kepada orang itu yang adalah Andra.
" Seharusnya, aku yang bertanya. Ngapain kamu kesini? " Tanya Andra balik.
" Bukan urusanmu " Jawab Tipka.
" Apa kau punya masalah denganku? " Tanya Andra.
" Tidak " Jawab Tipka bohong.
" Lalu kenapa kau marah kepadaku? Kemarin kita masih baik baik saja. Dan sekarang kamu malah marah marah sama aku " Omel Andra.
__ADS_1
" Kamu pikir sendiri apa salah kamu " Ucap Tipka.
" Aku rasa, aku gak punya salah " Ucap Andra yang tidak tahu dimana dia salah.