
'Ngapain mereka kesini. Aku harus bersikap seperti apa? Aku pernah berjanji untuk menghadapi masalahku. Aku akan bersikap seperti biasa. Aku kan belum tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Aku gak boleh menyimpulkan begitu saja' Batin Tipka.
" Ayah, Bunda kenapa berdiri disana. Ayo masuk " Ajak Tipka.
Bukan hanya Ayah Hendra dan Bunda Tasya saja yang bingung. Andra dan dokyer Sindy juga bingung dengan perubahan sikap Tipka.
" Kenapa diam? " Tanya Tipka.
Ayah Hendra dan Bunda Tasya masuk kedalam ruangan diikuti dokter Sindy.
" Tipka apa kepalamu sakit? " Tanya Bunda Tasya.
Ia mengira Tipka mendapatkan gangguan jiwa. Karena sikapnya yang berubah 180° dari kemarin.
" Sedikit " Jawab Tipka.
" Dok, tolong periksa putri saya! Sepertinya dia memiliki gangguan jiwa " Bisik Bunda Tasya kepada dokter Sindy.
" Nyonya ada ada saja " Bisik dokter Sindy.
" Nona Tipka, apa yang ingin Nona bicarakan kepada saya? " Tanya dokter Sindy.
" Saya ingin bicara dengan dokter, mengenai suatu hal. Tapi, Bunda dan Ayah gak boleh dengar " Ucap Tipka.
" Kenapa? " Tanya Ayah Hendra.
" Rahasia dong, Yah. Rahasia antara calon menantu dan ibu mertua " Ucap Tipka.
" Jadi, kamu terima perjodohan ini? " Tanya Ayah Hendra.
__ADS_1
" 15 menit lagi, Ayah akan tahu jawabanku " Jawab Tipka.
" Ayah menantikan jawabanmu " Ucap Ayah Hendra.
Ayah Hendra dan Bunda Tasya berjalan ingin keluar. Tapi saat masih dipintu, Ayah Hendra kembali bersuara.
" Nak Andra gak keluar juga? " Tanya Ayah Hendra.
" Ayah, Andra gak akan keluar. Dia kan calon suami aku " Jawab Tipka.
" Terserah kamu " Ucap Ayah Hendra lalu pergi keluar ruangan bersama Bunda Tasya.
" Langsung keintinya aja ya, dok " Ucap Tipka.
" Baiklah " Balas dokter Sindy.
" Karena kamu baik hati, lemah lembut, rendah hati " Jawab dokter Sindy.
" Itu hanya sebagai alasan pendukung. Aku ingin alasan utama " Ucap Tipka.
" Itu alasannya Tipka " Ujar dokter Sindy.
" Aku tidak suka pembohongan, dok. Aku lebih suka menerima kenyataan pahit daripada kebohongan manis " Ucap Tipka.
" Dokter gak bohong, hanya itu alasannya " Ucap dokter Sindy masih dengan pendiriannya.
" Lagi dan lagi. Baiklah, aku akan beritahu alasan utamanya " Tipka menarik nafas sebentar.
" Alasannya adalah untuk membalas hutang nyawa " Lanjut Tipka.
__ADS_1
Dokter Sindy terkejut dengan yang dikatakan Tipka.
" Ka-kamu? " Tanya dokter Sindy.
" Iya dok, aku udah ingat semuanya " Jawab Tipka, yang seperti bisa membaca pikiran dokter Sindy.
" Ka-kamu sudah ingat? " Tanya dokter Sindy memastikan.
" Iya, Tante cantik " Jawab Tipka.
" Tante cantik " guman dokter Sindy dengan mata berbinar.
Tanpa aba aba, dokter Sindy langsung memeluk Tipka erat.
" Kamu masih ingat sama panggilan itu, Lisy? " Tanya dokter Sindy bahagia.
" Masih Tante cantik. Walaupun dulu aku pernah lupa ingatan dan melupakan semua orang. Tapi, sekarang aku sudah ingat semuanya. Aku ingat Tante cantik yang selalu bermain denganku dan dia " Jawab Tipka seraya menunjuk Andra.
" Apa? " Tanya Andra yang tidak mengerti apa apa
" Kakak tampan " Ucap Tipka sambil tersenyum manis seperti anak kecil yang merayu seseorang untuk dibelikan permen.
" Masih ingat gak sama aku? " Tanya Tipka masih dengan tersenyum.
" Ingatlah " Jawab Andra dengan tampang sesikit kesal.
" Siapa? " Tanya Tipka masih dengan senyum manisnya.
Tipka menatap Andra dalam dalam. Ia menunggu jawaban Andra.
__ADS_1