
Dalam beberapa menit, mobil yang dikendarai Andra sudah tiba dihalaman rumah keluarga Anjana.
Tipka keluar dari mobil dan melihat kedalam garasi. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu kepada Pak Dirga.
Pak Dirga :
Pak, kunci mobil saya ada dimana?
Kunci mobil non ada ditempat gantungan kunci.
Ok, maaf menganggu waktunya Pak.
Tipka langsung mematikan layar ponselnya dan memasukkan ponselnya kembali kedalam tas.
" Chat sama siapa? " Tanya Andra.
" Pak Dirga " Jawab Tipka.
" Kak, Kakak masuk aja dulu " Tawar Tipka.
" Aku mau langsung pulang aja " Tolak Andra.
" Masuk " Paksa Tipka.
" Gak ah, nanti ngerepotin " Ucap Andra yang masih menolak.
" Ayah, Bunda " Panggil Tipka dengan berteriak.
" Kamu ngapain, sih? " Tanya Andra.
__ADS_1
" Manggil Ayah dan Bunda " Jawab Tipka.
" Apa nak? " Tanya Ayah Hendra yang sudah ada didepan pintu bersama Bunda Tasya dan Tipka.
" Eh, ada nak Andra. Silahkan masuk " Ucap Ayah Hendra.
" Tidak perlu repot Om, saya mau langsung pulang saja " Tolak Andra.
" Nak Andra baru sampai masak langsung pulang " Ucap Ayah Hendra.
" Gak baik nolak permintaan orang yang lebih tua " Nasehat Tipka sambil menahan senyum.
" I-iya Om, saya masuk " Ucap Andra.
" Ayah, Bunda, sama Tapki diluan saja " Ucap Tipka.
" Mana kunci mobil Kakak? " Tanya Tipka setelah Ayah Hendra, Bunda Tasya, dan Tapki tidak terlihat lagi.
" Nanti aku jelasin, Kakak masuk diluan ya. Nanti kalau Mereka tanya aku dimana. Bilang aja akau lagi ambil ponsel dimobil Kakak " Ucap Tipka seraya mengambil kunci mobil Andra.
" Terserah kamu " Ucap Andra yang berlalu masuk kedalam rumah.
Tipka melangkahkan kakinya masuk kedalam garasi dan mengambil kunci mobilnya yang terletak digantungan kunci.
Ia menekan satu tombol, lalu membuka pintu mobil. Tipka mengambil kotak yang sempat ia taruh dimobil itu.
" Untung masih ada " Gumam Tipka.
Tipka mengangkat kotak yang berukuran besar tapi tidak terlalu berat itu menuju mobil Andra. Setelah mengembalikan kuncinya ketempat semula.
__ADS_1
Ia menekan salah satu tombol dikunci mobil, lalu membuka pintu mobil. Tipka meletakkan kotak didalam mobil Andra. Lalu menekan tombol yang satunya lagi untuk mengunci.
Setelah itu, Tipka masuk kedalam rumah. Ia melihat Andra dan keluarganya sedang mengobrol dan Tapki yang sedang mencari perhatian Andra.
Tipka berniat ingin langsung kekamar untuk mengganti pakaian, tapi dicegah Ayah Hendra.
" Tipka " Panggil Ayah Hendra.
" Apa, Yah? " Tanya Tipka.
" Kamu duduk dulu disamping Andra dan Tapki kamu duduk disamping Ayah " Titah Ayah Hendra.
" Kenapa harus Tipka yang duduk disamping Kak Andra? " Tanya Tapki kesal.
" Karena Tipka calon tunangan Andra " Jawab Ayah Hendra santai.
" Tapki mau kok jadi tunangannya Kak Andra " Ucap Tapki.
" Tapki, Ayah pernah bilang kalau orang tua nak Andra memilih Tipka, bukan kamu " Ucap Ayah Hendra.
" Tapi apa kurangnya Tapki, Yah. Tapki lebih pantas dari Tipka. Kenapa Tipka selalu merebut apa yang Tapki inginkan? Kenapa Ayah dan Bunda lebih sayang kepada Tipka? Kenapa? " Tanya Tapki sambil berlinang air mata.
Tapki berlari kekamarnya.
" Tapki " Panggil Tipka yang ingin menyusul Tapki.
" Jangan ganggu dia, biarkan dia menenagkan dirinya sebentar " Ucap Ayah Hendra yang tidak bisa dibantah.
" Ayah, aku mau kekamar " Ucap Tipka seraya meletakkan kunci mobil Andra diatas meja.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Ayah Hendra, Tipka langsung pergi masuk kedalam kamar.