
" Aku terima " Jawab Tipka tersenyum.
Semua orang yang ada diruangan itu tersenyum bahagia mendengar jawaban Tipka.
" Serius? " Tanya Ayah Hendra memastikan.
" Bercanda " Jawab Tipka cemberut.
Semua orang yang ada diruangan itu berubah ekspresi. Dari bahagia menjadi sedih.
Tipka yang menyadari perubahan ekspresi Ayah Hendra, dokter Sindy, dan Andra merasa bersalah.
Dia hanya asal bicara saat mengatakan bercanda. Tetapi orang orang itu menganggapnya serius.
" Maksud aku, aku terima perjodohan ini. Dan jangan tanyakan lagi. Aku malas menjawab pertanyaan yang sama " Ucap Tipka.
" Iya, Ayah hanya memastikan saja tadi. Mana tahu tadi Ayah salah dengar " Ucap Ayah Hendra yang sudah kembali tersenyum.
" Terserah Ayah saja " Balas Tipka.
" Dokter, kapan saya bisa keluar dari sini? " Tanya Tipka kepada dokter Sindy.
" Kamu masih harus dirawat beberapa hari " Jawab dokter Sindy.
" Ayolah dok, saya sudah bosan disini. Kerjaannya hanya makan tidur. Aku mau kesekolah " Ucap Tipka.
__ADS_1
" Astaga Tipka, dari dulu gak berubah. Lebih mementingkan pelajaran daripada kesehatan. Kalau terjadi sesuatu sama kamu nanti gimana? " Tanya dokter Sindy.
" Kan ada dia " Jawab Tipka seraya menunjuk Andra.
" Aku? " Tanya Andra seraya menunjuk dirinya sendiri.
" Iya, kan kak Andra bisa jaga aku disekolah. Lagian disekolah juga ada Tapki " Jawab Tipka.
" Mana mau Tapki jagain kamu. Kemarin kemarin aja dia mempermalukan kamu " Ucap Andra.
" Itukan aku yang salah " Ucap Tipka tak terima kembarannya disalahkan.
Walaupun faktanya memang benar.
Andra adalah orang yang menyaksikan Tipka mencurahkan isi hatinya disaat Tipka menangis dimakam neneknya.
" Ka-kamu tahu darimana? " Tanya Tipka terkejut.
" Aku selalu mengawasimu " Jawab Andra.
" Apa itu benar Tipka? " Tanya Ayah Hendra menahan emosi.
" I-itu " Tipka tidak tahu harus mengatakan apa.
" Jawab Ayah Tipka " Bentak Ayah Hendra.
__ADS_1
" Be-benar " Jawab Tipka menunduk. Ia sudah dua kali melihat Ayahnya semarah ini.
" A-ayah, tolong jangan marahi Tapki. Di-dia gak salah sepenuhnya. Aku mohon jangan marahi dia " Mohon Tipka masih dengan menunduk.
" Maksudmu? " Tanya Ayah Hendra.
'Aku harus bilang apa? Masak iya aku harus jujur. Bukannya menyelesaikan masalah. Malah nanti tambah kacau' Batin Tipka.
" Waktu aku masuk sekolah, setelah keluar dari rumah sakit. Tapki menjaga kudengan sangat baik. Tapi saat istirahat, aku pergi kerumah sakit karena lukaku sakit. Aku pergi tanpa memberitahu siapa siapa. Jadi, saat Tipka pulang kerumah dan aku tidak ikut bersamanya. Bunda mengira Tapki tidak menjagaku dengan baik. Dan Bunda memarahi Tapki. Jadi, dalam hal ini Tapki tidak salah sepenuhnya " Jawab Tipka bohong.
Tipka mengedipkan sebelah matanya agar Andra tidak memberitahukan kejadian sebenarnya dikantin sekolah.
'Ya Tuhan, maafkan kebohonganku ini' Batin Tipka.
" Apa itu benar nak Andra? " Tanya Ayah Hendra kepada Andra.
" Iya itu benar Ayah " Jawab Tipka.
" Ayah bertanya kepada nak Andra " Ucap Ayah Hendra.
" Maaf Ayah " Ucap Tipka.
" Apa itu benar nak Andra? " Tanya Ayah Hendra sekali lagi.
Ayah Hendra ingin memastikan apa yang dikatakan Tipka.
__ADS_1