
Sebenarnya...
*Flasback On
Tapki sedang pergi ingin bertemu dengan Vivi. Tapi ditengah jalan, taksi yang dikendarai Tapki mogok. Dengan terpaksa, Tapki harus berjalan kaki.
Ditengah jalan, ada yang membekap mulutnya. Tapki menahan nafas agar tidak menghirup aroma yang akan mengakibatkannya pingsan.
Tapki berpura pura pingsan untuk mengelabui siapa yang berani menculiknya.
Saat dirasa Tapki sudah tidak sadar, orang yang membiusnya memanggil bosnya.
" Bos, perempuannya sudah tidak sadar " Lapor orang yang membius Tapki.
" Yang satu tidak dapat, tapi yang satu lagi dapat. Hahaha " Orang yang dipanggil bos itu tertawa menakutkan.
" Hendra Hendra, kamu pikir aku akan membiarkanmu hidup tenang. Kamu sudah menghancurkanku. Aku pasti akan membalasmu. Dulu aku gagal menculik anakmu yang hilang itu. Tapi sekarang, aku akan menggunakan ankmu ini, untuk mendapatkan anakmu yang satunya lagi " Ucap orang itu.
" Kita apakan perempuan ini bos? " Tanya salah satu anak buah.
" Kalian boleh bersenang sengan dengannya " Jawab bos.
" Tapi jangan terlalu kasar " Lanjut bos.
" Siap bos " Ucap semua anak buah kompak.
Tapki yang merasa ketakutan, langsung membuka matanya. Ia menunjang tulang kering orang yang memegangnya. Dan Tapki langsung berlari sekuat tenaga.
__ADS_1
" Kejar dia " Ucap bos memerintahkan anak buahnya yang lainnya.
" Ah " Teriak Tapki yang ketakutan.
Tiba tiba, badan Tapki merasa lemas karena ada sebuah mobil yang berhenti didepannya. Ia mengira mobil itu adalah milik sang penculik.
" Cepat masuk " Titah orang yang mengendarai mobil.
Dengan secepat kilat, Tapki langsung masuk kedalam mobil. Dan pengemudi pun langsung menancap gas.
Nafasnya tersenggal senggal. Ini adalah pertama kalinya ia berlari sekencang itu.
" Ini minum " Ucap orang yang mengendarai mobil, yang tidak lain adalah Yasky seraya menyodorkan satu botol air mineral.
Yasky merasa cemas karena melihat bibir Tapki yang memucat. Tampak dari warna bibirnya.
Tapki menangis. Jantungnya berdegup sangat kencang. Ia sangat ketakutan.
Jika saja Yasky tidak ada. Entah apa yang akan terjadi dengan Tapki. Membayangkannya saja Tapki tidak sanggup.
Yasky menghentikan mobilnya setelah memastikan aman. Ia berbalik menatap Tapki yang masih menangis.
" Jangan menangis, kamu akan baik baik saja.Percaya padaku " Ucap Yasky.
Tapki yang masih dalam keadaan ketakutan, langsung memeluk Yasky.
" Hiks hiks, a-aku ta-kut " Ucap Tapki terbata bata dengan berderaian air mata didalam dekapan Yasky.
__ADS_1
" Kamu tenang dulu. Kamu akan baik baik saja " Ucap Yasky seraya mengusap punggung Tapki.
Tapki melepaskan pelukannya setelah merasa lebih tenang.
" Terima kasih " Ucap Tapki.
" Sama sama " Balas Yasky tersenyum.
Yasky kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Anjana. Ia menjalankan mobilnya mengikuti petunjuk dari Tapki.
Sesampainya dirumah, Tapki masuk kedalam rumah diikuti Yasky.
Tapki masuk dan melihat Bunda Tasya. Tanpa menunggu lama, Tapki langsung memeluk Bunda Tasya dan menangis.
" Ada apa? " Tanya Bunda Tasya panik.
Bukannya menjawab, tangis Tapki malah makin pecah.
Tiba tiba, Ayah Hendra datang dan melihat hal yang langka itu.
" Ada apa ini? " Tanya Ayah Hendra.
Yasky yang dari tadi diam. Langsung membuka suara. Ia menceritakan semua yang terjadi kepada Tapki.
Ayah Hendra yang mendengarnya sangat marah. Ayah Hendra mendekati Tapki dan langsung memeluk Tapki. Ia ingin membuat Tapki tenang.
" Jangan nangis nak, Ayah bersamamu " Ucap Ayah Hendra.
__ADS_1
Flasback off*