
Tipka mengerjapkan matanya berkali kali. Berusaha menyesuaikan dengan cahaya yang ada ditempat Tipka berada.
" Kamu sudah sadar? " Tanya seseorang kepada Tipka.
" Hmmm " Jawab Tipka seraya memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
Tipka mengamati setiap sudut ruangan itu, itu adalah ruangan UKS.
Tipka mencoba mengingat kenapa dia bisa berada disini. Setelah dia ingat, dia kembali menatap orang orang yang berada disampingnya. Disana ada Andra, Mira, dan Sion.
" Pergi kamu dari sini " Usir Tipka kepada Mira.
" Ti-tipka kamu kenapa? " Tanya Mira seraya menyentuh lengan Tipka.
" Jangan sentuh aku, pergi kamu " Usir Tipka dengan berderaian air mata.
Mira mematung ditempatnya.
" Mira, ayo kita keluar " Ajak Sion.
Sion menarik tangan Mira keluar dari ruangan UKS.
" Tipka, apa yang terjadi? " Tanya Andra.
Bukannya menjawab, Tipka langsung memeluk Andra. Tipka menangis dipelukan Andra.
" Kamu kenapa " Tanya Andra lagi.
__ADS_1
" Kak, aku mau pergi dari sini, hiks hiks " Ucap Tipka.
" Tapi ini masih jam pelajaran " Ucap Andra.
" Aku mau pergi dari sini " Ucap Tipka.
Andra menghela nafas panjang.
" Tapi, kamu tenang dulu. Emang kamu mau pergi kemana? " Tanya Andra.
" Pantai " Jawab Tipka singkat.
" Ya udah, kamu tunggu disini sebentar. Aku minta izin dulu keguru piket " Ucap Andra yang mendapat anggukan oleh Tipka.
Setelah Andra pergi, Tipka duduk sambil melamun.
'Apa aku memang tidak pernah ditakdirkan memiliki teman yang setia? Aku tidak pernah berbuat jahat kepada siapapun. Kenapa? Kenapa masalahku tidak pernah berhenti? Aku belum menyelesaikan satu masalah. Mengapa masalah lain harus muncul?' Batin Tipka.
" Tipka " Panggil Andra yang berhasil membuyarkan lamunan Tipka.
" Kita pergi sekarang? " Tanya Andra.
Tipka hanya mengangguk.
Andra dan Tipka berjalan menuju parkiran. Tiba diparkiran, mereka langsung masuk kedalam mobil Andra.
Sepanjang perjalanan, Tipka hanya melamun. Andra sudah berusaha mengajak Tipka mengobrol, tapi Tipka menyaut sama sekali. Bagaimana ingin menyaut jika dia tidak mendengarkan.
__ADS_1
Sesampainya dipantai, Tipka masih tetap melamun.
" Tipka " Panggil Andra.
Tipka masih diam.
" Tipka " Panggil Andra sekali lagi seraya menyentuh bahunya.
" I-iya " Jawab Tipka yang tersadar dari lamunannya.
" Kita sudah sampai " Ucap Andra.
Tipka memperhatikan sekitar. Setelah itu, dia langsung turun tanpa mengatkan apapun.
Tipka berlari kearah bibir pantai.
Suasana, keindahan, kebersihan masih tetap sama seperti terakhir kali ia datang.
" Aku kalah, sekali lagi aku kalah. Kepercayaanku dirusak. Pertemananku gagal. Hatiku hancur, hancur berkeping keping. Lukaku kembali terbuka. Luka lama yang hampir sembuh, kini sudah terbuka lagi. Aku hancur " Tipka berkata kata dengan deraian air mata dan suara yang tinggi.
Sedari tadi, Andra berada dibelakang Tipka. Hatinya sakit melihat Tipka yang menyedihkan seperti ini.
" Kenapa aku selalu bernasib buruk? Pertama,aku melupakan semua ingatanku. Kedua, aku kehilangan seseorang yang paling menyanyangi dan mengeri diriku. Ketiga, Aku dihianati, dibohongi, dimanfaatkan, bahkan hampir dibunuh oleh orang yang sangat kupercaya. Dan sekarang, aku kembali dibohongi, dihianti, dan dimanfaatkan. Hiks hiks " Tangis Tipka semakin menjadi jadi.
Andra yang sudah tidak tahan melihat Tipka hancur, segera berlari dan memeluk Tipka.
" Aku kalah, kak. Aku kalah. Sekali lagi aku kalah dengan hubungan pertemanan. Aku harus apa?" Tanya Tipka.
__ADS_1
" Kamu harus kuat Tipka " Jawab Andra.
" Kamu harus kuat demi semua orang yang kamu sayang. Jangan hancur karena satu orang yang memanfaatkanmu. Kamu harus bisa melawan mereka, Tipka " Nasehat Andra.