Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 48


__ADS_3

Tipka duduk diatas sofa diikuti Andra.


" Pertama kita buka kotak dari rumah Bibi " Ucap Tipka.


Tipka berjalan menuju meja yang ada diruangan itu. Diambilnya gunting dari laci.


Setelah itu, dia kembali duduk.


Sebelum membuka kotak, Tipka menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


Tipka membuka kotak dengan tangan gemetar.


Setelah kotak berhasil terbuka. Yang ada didalamnya hanya kumpulan kertas dan beberapa benda.


Tipka mengambil satu kertas dari kotak.


" Lisy, jika suatu saat kamu menemukan kotak ini, Bibi mohon jangan membenci kami. Kamu adalah Lisy putri kecil kamu. Sekarang ataupun nanti, kamu akan tetap menjadi putri kami " Tipka membacakan isi surat dengan bibir bergetar.


Tipka kembali melihat kertas lainnya. Itu adalah foto anak kembar. Kertas ketiga berisi tentang nama orang tua bayi. Ada juga gelang kecil yang bertuliskan nama Hendra dan Tasya.


Tipka menguatkan diri untuk melihat lebih lanjut.


Kertas keempat berisi tentang surat dari rumah sakit.


" Disurat ini diterakan tahun lahirku " Ucap Tipka.

__ADS_1


Mereka berdua membaca kertas demi kertas.


Ada kertas usg, foto seorang bayi, dan lain lain.


Ditumpukan kertas kertas itu, ada sebuah gantungan kunci bergambar princess.


Tipka menangis menatap gantungan kunci yang dulu sangat ia inginkan.


" Kamu harus kuat untuk melihat kotak satunya " Ucap Andra.


Tipka mengangguk, ia menghapus air matanya dan membuka kotak satunya lagi.


Dihirupnya udara dalam dalam dan dibuangnya perlahan lahan.


Tipka mengambil boneka itu dan menghujaninya dengan ciuman.


Setelah itu, Tipka melihat ada sebuah flasdick.


" Kak, ini ada flasdick " Ucap Tipka.


" Kamu ada laptop? " Tanya Andra.


" Ada, kebetulan tadi kami belajar pakai laptop " Jawab Tipka.


Tipka mengeluarkan laptopnya dari dalam tas dan meletakkannya diatas meja yang berada didepan mereka.

__ADS_1


Tipka memasukkan flasdick ketempat yang seharusnya. Setelah itu, dia mengotak atik isi laptopnya.


Bermenit menit berlalu, Tipka sudah menemukan ada yang ia cari. Kini ada sebuah video dilayar laptop.


'Kuat Tipka' Batin Tipka.


Tipka menekan tombol play dengan tangan gemetaran.


" Lisy, putri Mama sayang. Kamu adalah putri nomor satu didunia bagi Mama. Saat Mama sedang menangis, kamu selalu ada untuk menghapus air mata dan menenangkan Mama. Tanpa kamu, rasanya hidup Mama tidak ada gunanya. Kamu selalu ada untuk Mama. Tingkahmu yang lucu, membuat Mama dan yang lainnya sangat terhibur. Mama akan selalu menantikan hari dimana kamu akan datang kehadapan Mama. Kamu lari dan memeluk Mama. Setelah itu kamu memanggil Mama dengan sebutan Mama. Mama akan menganggap hari itu adalah hari paling istimewa dihidup Mama. Jika saja selama ini Mama punya salah, tolong maafkan Mama. Mama minta maaf atas semuanya. Mama rindu Lisy " Ucap Mama Viana divideo.


" Lisy juga rindu Mama " Ucap Tipka dengan deraian air mata.


Ia menekan tombol stop untuk menenangkan diri sebentar. Ia tidak sanggup jika langsung melihat siaran video dengan sekali play.


Tipka menangis sejadi jadinya.


Andra yang berada disamping Tipka, langsung memeluk Tipka mencoba menenangkannya.


" Kamu harus kuat Tipka. Masih ada tiga menit lagi yang harus kamu lihat. Kamu harus kuat " Ucap Andra menyemangati Tipka.


Tipka menghapus air matanya. Dan melepaskan pelukannya dari Andra.


" Kakak benar, aku masih harus kuat dan berjuang menuntaskan musteri ini " Ucap Tipka mencoba tersenyum.


Ia kembali menatap layar laptop dan menekan tombol play untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


__ADS_2