
2 hari kemudian
Hari ini hari senin. Semua orang kembali keaktivitas masing masing. Seorang pelajar kembali kesekolah dan yang bekerja kembali ketempat kerjanya.
Tipka sudah berada didalam mobil. Ia bingung harus memakai kacamata dan mengikat rambutnya atau tidak.
Ia sangat yakin kalau penyamarannya pasti sudah terbongkar. Dan wajah aslinya sudah diketahui oleh satu sekolah.
Akhirnya, Tipka memutuskan untuk berpenampilan seperti biasa. Memakai kacamata dan mengikat rambutnya.
'Semoga saat disekolah, aku tidak menjadi bahan pembicaraan mereka' Batin Tipka.
Sesampainya disekolah, Tipka melihat lihat sekitar. Ia tidak mau turun jika ada hal yang mencurigakan. Seperti orang orang yang sedang berkumpul, contohnya.
Setelah merasa semua aman, Tipka segera keluar dari dalam mobil. Ia masuk kedalam gedung sekolah.
Saat dia masuk, semua orang langsung menatap kearahnya. Dan orang orang itu langsung mengerumuni Tipka.
" Hay, Tipka "
" Maaf ya, selama ini kami udah jahat sama kamu "
" Kamu mau gak jadi temanku "
" Kamu kenapa menyamar? "
" Kenapa sembunyiin wajah cantik kamu? "
Semua orang bertanya kepada Tipka.
Sumpah, demi apapun. Sekarang Tipka seperti seorang artis yang sedang diwawancarai.
" Maaf, aku mau lewat " Ucap Tipka tanpa menjawab pertanyaan mereka.
" Tipka, kami mohon maafkan kami "
" Iya, aku sudah memaafkan kalian " Ucap Tipka.
" Sekarang kita bisa jadi teman? "
" Maaf, aku harus pergi. Aku harus menemui seseorang " Ucap Tipka tanpa menjawab pertanyaan orang itu.
Ia tidak ingin berteman dengan mereka dan tidak ingin lagi bermusuhan. Jadi dia memilih tidak menjawab.
Tipka menerobos kerumunan itu untuk masuk. Ia ingin menemui Mira dan Sion. Ia pergi menuju kelas.
Sesampainya dikelas, ia melihat Mira dan Sion sedang duduk berdua, sepertinya mereka sudah menunggu kedatangan Tipka.
__ADS_1
Tipka berjalan kearah Sion dan Mira. Tipka langsung duduk dihadapan Sion dan Mira.
" Jelasin " Ucap Mira yang tidak ingin basa basi.
" Baru juga sampai, udah langsung disuruh jelasin " Balas Tipka.
" Jelasin " Ucap Mira lagi.
" Iya " Tipka menarik nafas dalam dalam sebelum menjelaskan semuanya.
" Dulu, aku punya seorang sahabat yang aku kira orang polos. Dia sangat baik, perhatian, dan selalu memuji kecantikanku. Tapi aku tidak tahu, dibalik wajahnya yang polos. Tersembunyi wajah yang sangat jahat. Dia berusaha mencelakaiku saat dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia berusaha melenyapkanku dengan dibantu oleh seseoranh yang merupakan orang yang membenciku. Tapi saat dia ingin melenyapkanku. Ada seseorang yang menolongku. Dan aku tidak tahu siapa. Aku hanya memiliki liontin ini " Ucap Tipka sambil menunjuk liontin yang selalu dia pakai tapi disembunyikan dibalik bajunya.
*Flasback on
4 tahun yang lalu
Sekarang Tipka menduduki bangku kelas 6 SD. Dia memiliki seorang sahabat bernama Asyal. Dan dia juga memiliki seorang yang sangat membencinya bernama Kanti.
Pada suatu hari, Asyal mengajak Tipka untuk berbelanja kemall. Tipka yang tidak curiga hanya ikut saja.
Sesampainya dimall, Asyal membeli banyak barang barang mahal. Mulai dari tas, sepatu, baju, perhiasan, dll. Dan semua yang membayarnya adalah Tipka.
Tipka tetap tidak curiga. Walaupun hanya Asyal yang berbelanja dan dia hanya membayar saja.
Sampai akhirnya, mereka pulang bersama menggunakan taksi. Tipka merasa heran, karena ini bukan jalan menuju rumahnya tapi pergi kehutan.
" Aku mau latihan bertarung sebentar " Jawab Asyal dengan tersenyum aneh.
" Latihan ditengah hutan? Itu aneh " Ucap Tipka.
Asyal diam tidak membalas ucapan Tipka.
Tibalah mereka ditengah hutan. Asyal langsung menyuruh supir taksi untuk kembali kekota dan tidak mengatakan hal apapun tentang mereka kepada siapapun.
" Asyal, kamu mau latihan bertarung disini, bagaimana caranya? " Tanya Tipka bingung.
" Mudah. Kanti " Panggil Asyal kepada Kanti orang yang membenci Tipka.
Kanti muncul dari pepohonan.
" Hay, Tipka. Apa kabar? " Ucap Kanti yang entah sejak kapan ada disitu.
" Kanti, kamu kok ada disini? " Tanya Tipka balik.
" Oh iya, gue lupa memperkenalkan dia " Ucap Asyal menggantung.
" Perkenalkan dia Kanti, sepupu gue " Ucap Asyal.
__ADS_1
" Se-sepupu? " Tanya Tipka memastikan.
" Iya, dia adalah sepupu gue. Gue berteman dengan lo hanya untuk membalaskan dendam sepupu gue " Jawab Asyal.
" Dendam? Aku rasa, aku tidak pernah berbuat salah kepada siapapun " Ucap Tipka.
" Lo punya salah sama gue " Ucap Kanti.
" Apa? " Tanya Tipka.
" Lo udah mencuri semua yang harusnya milik gue " Jawab Kanti.
" Mencuri? Maksudnya apa? " Tanya Tipka yang sangat bingung.
" Iya, lo udah mencuri semua hak gue. Lo mencuri pujian dari guru. Lo mencuri semua orang yang memuji gue. Dan lo juga membuat orang yang gue suka, menjadi suka sama lo. Itu semua karena wajah lo. Karena kecantikan lo yang sialan itu " Jawab Kanti.
" Aku gak ada maksud untuk berbuat seperti itu. Dan aku juga gak tau kalau Skandy itu adalah orang yang kamu suka. Kalaupun kamu sekarang suka sama Skandy, belum tentu kamu akan cinta sama dia. Itu hanya cinta monyet " Ucap Tipka.
" Aku jujur satu hal ya sama kamu Tipka. Aku berteman denganmu itu karena. Satu, ingin membalas dendam sepupuku. Dua, ingin jadi orang populer disekolah. Dan yang ketiga, ingin memanfaatkan kamu. Dan ya, terima kasih atas semua barang barang indah ini " Ucap Asyal seraya mengangkat tangannya yang berisi banyak paperbag.
" Kenapa kalian bawa aku kesini? " Tanya Tipka.
" Untuk membantumu bertemu dengan ajalmu " Jawab Kanti.
" Maksudnya? " Tanya Tipka bingung sekaligus takut.
" Ayo Asyal " Ajak Kanti.
Asyal dan Kanti mulai memukuli Tipka. Tipka hanya bisa berteriak minta tolong karena dia tidak bisa bela diri.
" Gak ada gunanya lo, minta tolong. Itu akan sia sia, karena disini adalah hutan " Ucap Kanti tersenyum aneh.
Saat Kanti ingin memukul Tipka lagi, tangannya sudah ditahan oleh seseorang.
" Hey, lepasin tangan sepupu gue " Ucap Asyal.
Bukannya melepaskan, orang itu malah memelintir tangan Kanti lalu menendang kaki Kanti hingga Kanti terjatuh. Ia juga melakukan hal itu kepada Asyal.
Orang itu yang merupakan seorang pemuda, menelpon seseorang.
Tidak berapa lama sebuah mobil sudah ada dihadapan mereka. Pemuda itu langsung pergi tanpa berkata apa apa. Ada beberapa orang yang membawa Kanti dan Asyal seperti tahanan. Tipka ingin masuk kemobil, tapi ia melihat ada sebuah liontin. Liontin berbentuk love, yang bisa dibuka dengan kunci kecil.
'Kayaknya ini milik pemuda itu. Aku akan mencarinya dan berterima kasih' Batin Tipka.
Walaupun Tipka masih sangat takut, ia tidak boleh lupa dengan orang yang menolongnya, bukan.
Tipka masuk kedalam mobi itu. Ia mengatakan untuk mengantarnya kerumah dan memberikan alamatnya. Karena supir itu ingin mengantarkannya kerumah sakit. Sekarang Tipka butuh waktu untuk menenangkan diri.
__ADS_1