Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 34


__ADS_3

Walaupun Andra tidak tahu masalah Tipka, tapi dia seperti merasakan apa yang dirasakan Tipka.


" Kamu jangan menangis terus. Kami harus kuat untuk membongkar rahasia besar " Ucap Andra.


" Kakak benar, aku gak boleh lemah. Aku akan kuat " Ucap Tipka seraya menghapus sisa air matanya.


" Sekarang, kita langsung kerumah Bibi, ya kak " Ucap Tipka.


" Jika itu bisa membuatmu sedikit melupakan kesedihanmu, kita akan langsung kerumah Bibimu " Ucap Andra.


Mereka berdua masuk kedalam mobil. Dan mobil langsung melaju menuju alamat yang tertera dikertas yang diberikan dokter Sindy.


Sesampainya mereka dialamat tersebut, mereka langsung mencari rumah Bibi Riana.


" Kak, sepertinya rumah ini tidak ada orang " Ucap Tipka.


" Tunggu sebentar ya " Ucap Andra.


Andra bertanya kepada salah satu orang yang lewat didepan rumah Bibi Riana.


" Permisi bu, saya ingin bertanya. Orang yang tinggal dirumah ini kemana ya, bu? " Tanya Andra kepada salah satu ibu ibu yang lewat.


" Orang yang tinggal disitu sudah lama pindah, dek. Sudah bertahun tahun yang lalu " Jawab ibu itu.


" Apa ibu tahu mereka pindah kemana? " Tanya Andra.

__ADS_1


" Saya tidak tahu, dek " Jawab ibu itu.


" Gitu ya bu, terima kasih infonya " Ucap Andra yang diangguki oleh ibu itu dan langsung pergi.


Andra menghampiri Tipka yang masih menunggu didepan pintu rumah.


" Kata ibu tadi, rumah ini udah kosong. Bibi kamu udah pindah bertahun tahun yang lalu " Ucap Tipka.


" Bibi udah pindah? " Tanya Tipka memastikan.


" Iya " Jawab Andra.


" Bibi pindah sudah bertahun tahun. Saat aku masih kecil " Ucapan Tipka berhenti sejenak.


" Kak, aku punya cara supaya kita bisa masuk kedalam " Lanjut Tipka.


Bukannya menjawab, Tipka malah mengkorek tanah disamping rumah dengan sebuah batu.


" Kamu mau ngapain? " Tanya Andra bingung.


" Tunggu sebentar " Ucap Tipka.


Tipka mengkorek tanah sampai ia merasa ada benda keras. Tipka kembali mengkorek tanah dengan tangannya dan mengambil benda yang keras tadi.


" Kunci? " Tanya Andra bingung.

__ADS_1


" Iya, ini kunci rumah Bibi Riana. Saat aku kecil dulu, aku pernah mengubur kunci ini. Sampai sampai Bibi harus membuat kunci duplikatnya " Jawab Tipka tersenyum geli, mengingat dirinya yang suka menjahili Bibinya.


Tipka berdiri dan kembali kedepan pintu. Ia memasukkan kunci, lalu memutarnya. Pintu terbuka.


Matanya terbelalak ketika melihat, ruangan didepannya. Semua yang dia pikirkan tentang kondisi rumah Bibinya ternyata salah.


Dia berpikir, rumah Bibinya akan sangat kotor dan berabu. Tapi yang didepannya, ruangan yang rapi, tidak terlalu berabu. Seperti baru ditinggal satu minggu.


" Kak, Kakak gak salahkan. Kakak bilang Bibi udah pindah bertahun tahun yang lalu. Kok ini malah " Tipka tidak melanjutkan kata katanya. Karena dia berpikir Andra pasti tahu maksudnya.


" Aku juga gak tahu " Balas Andra.


" Aneh " Gumam Tipka.


Tipka berjalan menuju kamar Bibi Riana. Kamarnya juga sama dengan ruangan tamu.


Tipka berjalan kearah lemari, dia mencari apa ada sesuatu yang berhubungan dengan orang tuanya sebenarnya.


" Disini gak ada apa apa " Ucap Tipka setelah selesai mengecek semua kamar Bibi Riana.


" Jadi gimana? " Tanya Andra.


" Aku juga nggak tahu " Jawab Tipka.


" Sebelum kita pulang, aku mau kekamar aku dulu " Ucap Tipka lalu berlalu pergi menuju kamarnya diikuti Andra dari belakangnya.

__ADS_1


Tipka memiliki kamar sendiri dirumah Bibi Riana, karena dulu dia sering menginap dirumah Bibinya itu.


__ADS_2