Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 21


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit Mutiara, Andra segera membawa Tipka keruang UGD.


Dokter Sindy langsung memeriksa Tipka. Karena, saat diperjalanan kerumah sakit tadi, Bunda Tasya sudah menghubungi dokter Sindy.


Bunda Tasya dan Andra menunggu didepan pintu UGD.


Setengah jam kemudian, dokter Sindy keluar dengan dua orang suster.


" Gimana keadaan Tipka? " Tanya Bunda Tasya.


" Mari ikut saya keruangan saya " Ajak dokter Sindy.


Bunda Tasya mengangguk.


Dokter Sindy berjalan dengan Bunda Tasya dan Andra dibelakangnya. Sesampainya di ruangan, dokter Sindy mempersilahkan Bunda Tasya untuk duduk.


" Begini nyonya, keadaan nona Tipka sekarang sangat memprihatinkan. Dan nona Tipka harus dirawat beberapa hari dirumah sakit, sampai kondisinya stabil. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Apa saya boleh tahu? " Tanya dokter Sindy.


" I-itu, karena kemarin Tipka bertengkar dengan Ayahnya " Jawab Bunda Tasya.

__ADS_1


" Bertengkar? Karena apa? " Tanya dokter Sindy lagi.


" Karena nak Andra " Jawab Bunda Tasya.


" Aku? " Tanya Andra memastikan sekaligus bingung.


" Iya, kemarin saat Tipka pulang dari sekolah. Ayahnya langsung memarahinya atas kejadian disekolah. Ia mengira Tipka datang dengan tersenyum karena telah memalukan nak Andra. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia malu memiliki putri seperti Tipka. Setelah itu, Tipka mengurung dirinya dikamar sampai saat nak Andra datang. Saya sudah berusaha mengetuk pintu, tapi Ayahnya selalu melarang. Saya hanya bisa mengetuk pintu kamarnya saat Ayahnya tidak ada didekat pintu kamar. Kebetulan tadi Ayahnya sedang pergi, sehingga saya bisa mengetuk pintu. Saya tidak bisa menyuruh orang untuk mendobrak pintu kamar Tipka, karena mereka sudah diancam akan dipecat oleh Ayahnya " Jelas Bunda Tasya dengan berlinang air mata.


" Om Hendra tahu tentang hal itu Dari mana? " Tanya Andra.


" I-itu dari Tapki. Tapki memberikan ponselnya yang berisikan video tentang pertandingan kalian " Jawab Bunda Tasya.


" Astaga, Om Hendra sudah salah paham. Sebenarnya, kami sudah baikan. Dan Tipka tidak bermaksud mempermalukanku. Dia hanya menolong temannya " Ucap Andra.


Karena, kemarin dia mendengar Tipka mengatakan dia menolong temannya.


" I-iya, kemarin aku menantang temannya bermain basket denganku " Jawab Andra.


" Lalu? " Tanya Bunda Tasya.

__ADS_1


" Aku menantang temannya, kalau temannya kalah maka akan dikeluarkan dari sekolah. Tapi, saat kami bertanding Tipka datang. Dan dia menggantikan posisi temannya. Ia menantangku. Katanya, kalau aku kalah, aku harus memberikan uang 10 juta kepada temannya. Dan jika dia yang kalah, maka temannya akan dikeluarkan dari sekolah " Jawab Andra.


" Jadi uang 10 juta itu untuk teman Tipka. Kenapa kamu sampai menantang temannya? " Tanya dokter Sindy marah.


" Entahlah Ma. Hanya saja, aku merasa kesal saat melihat mereka berpelukan, berpegangan tangan, bahkan berjalan bersama " Jawab Andra tanpa dosa.


Dokter Sindy yang tadinya marah, sekarang malah tersenyum.


" Mama kenapa jadi senyum? " Tanya Andra bingung.


" Cie, ada yang lagi jatuh cinta " Goda dokter Sindy.


" Jatuh cinta? " Tanya Andra memastikan.


" Iya, kamu kan lagi jatuh cinta sama Tipka " Jawab dokter Sindy.


" E-enggak, a-aku gak jatuh cinta sama siapa siapa " Ucap Andra menyangkal.


" Udah, sayang. Kamu jangan malu malu. Kalau cinta jangan disembunyikan. Toh, kalian juga akan segera bertunangan " Ucap dokter Sindy.

__ADS_1


Bunda Tasya hanya menyaksikan perdebatan antar ibu dan anak sambil tersenyum. Ia sedikit terhibur.


" Kenapa jadi bahas yang aneh. Mending kembali ketopik aja " Ucap Andra mengalihkan pembicaraan.


__ADS_2