Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Extra part


__ADS_3

Keesokan harinya


Semua keluarga Anjana, yaitu Ayah Hendra, Bunda Tasya, Skandy, Tapki dan Tipka sudah berada didepan sebuah rumah yang akan menjadi rumah Skandy.


Rumah itu adalah rumah yang menyimpan kenangan masa kecil Ayah Hendra dan Paman Henly. Rumah yang menjadi saksi bisu, suka dan duka mereka.


Selama 6 bulan, rumah itu direnovasi. Hanya dua kamar yang tidak tidak direnovasi. Jangankan direnovasi, dibuka saja tidak. Itu adalah kamar sikembar, Lala dan Lili.


Sekarang mereka sudah berada didalam rumah, sedang duduk disofa.


" Ayah, kenapa tidak semua ruangan direnovasi? " Tanya Tipka.


" Ruangan yang mana? " Tanya Ayah Hendra tidak mengerti.

__ADS_1


" Kamar Bibi Lala dan Bibi Lili " Jawab Tipka.


Mendengar jawaban Tipka, raut wajah Ayah Hendra berubah sedih.


" Ayah kenapa? Maaf jika pertanyaanku tadi menyinggung perasaan Ayah. Aku tidak akan bertanya apa apa lagi " Ucap Tipka yang menyadari perubahan raut wajah Ayah Hendra.


" Tidak apa apa nak " Ucap Ayah Hendra.


Setelah menarik nafas dalam dalam, dan menghembuskannya dengan perlahan lahan, Ayah Hendra kembali melanjutkan ucapannya.


Ayah Hendra berdiri dari tempat duduknya.


" Ikut Ayah " Titah Ayah Hendra seraya melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Tapki, Tipka, Skandy, maupun Bunda Tasya mengikuti langkah Ayah Hendra. Bunda Tasya juga belum tahu mengenai Lala dan Lili. Dia aja dengar nama Lala dan Lili baru tadi, dari mulut Tipka.


Mereka ada didepan kamar Lala. Ayah Hendra membuka pintu kamar Lala. Kamar yang sudah tidak ditempati selama puluhan tahun. Kamar yang didominasikan berwarna unggu tua.


" Lala, dia adalah kakaknya Lili, yang adalah adik Ayah dan Henly. Lala itu adalah anak yang pembangkang. Jika dinasehati, dia akan selalu membantah. Dia mempunyai banyak kesamaan dengan Henly. Mereka berdua dipengaruhi oleh pergaulan bebas. Hingga pada suatu hari, nenek kalian mengetahui bahwa Lala sedang hamil. Tapi Mama tidak memberitahu kepada Papa. Karena takut Papa akan syock. Mama hanya memberitahu kepadaku dan Henly. Sedangkan orang yang menghamili Lala tidak ingin bertanggung jawab. Henly yang sangat murka karena pria itu tidak bertanggung jawab, pergi dari rumah mencari pria itu. Sedangkan Lala ia mengikuti Henly. Ditengah jalan, saat Henly ada diseberang jalan. Lala tidak melihat kanan kiri saat menyebrang. Dan akibatnya, dia tertabrak oleh sebuah truk. Sayangnya, saat itu Ayah tidak berada dirumah. Ayah berada diluar negri untuk perjalanan bisnis. Jika saja hari itu Ayah tidak berada diluar negri, Ayah pasti bisa menyelamatkan Lala. Sialnya saat Ayah hendak pulang, cuacanya buruk. Dan semua penerbangan diberhentikan " Jelas Ayah Hendra.


" Sudahlah Yah, itu memang sudah takdir. Tidak ada yang bisa mengubah takdir " Ucap Bunda Tasya seraya mengusap usap punggung Ayah Hendra yang sedikit gemetar. Mungkin karena Ayah Hendra ingin menangis, tapi ia tahan.


" Jika Ayah ingin menangis, menangislah " Pinta Tipka.


" Tidak, Ayah hanya tidak menduga disaat Ayah akan pamit pergi, Lala malah memeluk Ayah. Tidak seperti biasanya Lala berinisiatif memeluk Ayah. Itu adalah yang terakhir kalinya Ayah mendengar suara. Dan pelukan itu adalah pelukan perpisahan " Ucap Ayah Hendra.


Ayah Hendra kembali mengenang semua kenangannya dengan Lala.

__ADS_1


Saat Lala selalu membantahnya, saat Lala memarahinya, saat Lala tertawa bersamanya. Semua kenangan itu tidak pernah hilang dalam memorinya.


__ADS_2