Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 28


__ADS_3

" Tipka " Jawab Andra.


" Ya, kakak tampan gak ingat aku. Hu, menyebalkan " Ucap Tipka.


" Lah, kan memang benar. Kamu kan Tipka. Emang aku salah? " Tanya Andra.


" Tante cantik, kakak tampan gak ingat sama dedek baik " Ucap Tipka seperti anak kecil.


" Tunggu tunggu. Tante cantik (Menunjuk dokter Sindy), kakak tampan (Menunjuk diri sendiri), dedek baik (Menunjuk Tipka). Kayaknya pernah dengar " Ucap Andra.


" Apa jangan jangan " Ucap Andra menggantung.


" Jangan jangan apa? " Tanya Tipka.


" Kamu Lisy? " Tanya Andra balik.


" Kalau iya kenapa? " Tanya Tipka.


" Lisy " Andra langsung memeluk Tipka.


" Dedek baik aku, kamu kemana aja? " Tanya Andra.


" Aku selama ini ada dibumi " Jawab Tipka yang sudah tidak antusias lagi dengan topik pembicaraan.


" Serius " Ucap Andra yang sudah melepaskan pelukannya.


" Tadi gak ingat, sekarang baru ingat. Pas dibilang kakak tampan gak ingat. Pas dengar dedek baik langsung ingat " Gerutu Tipka.


" Ya maaf " Ucap Andra.

__ADS_1


" Tipka " Panggil dokter Sindy.


" Iya, Taca (Tante cantik) " Sahut Tipka.


" Kamu harus bilang kalau ingatanmu udah kembali kepada orang tuamu " Titah dokter Sindy.


" Untuk saat ini, aku belum mau mengatakannya kepada Ayah dan Bunda. Aku mau menyelidiki siapa sebenarnya orang tuaku. Aku gak mau ambil keputusan yang salah. Sehingga membuat aku menyesal dimasa depan " Ucap Tipka.


" Aku minta tolong, supaya Tante dan kakak merahasiakan ini " Lanjut Tipka.


" Kami akan merahasiakannya " Ucap Andra.


" Kalau kamu mau, Tante bisa bantu kamu. Tante punya teman, dan dia adalah punya saudari seorang dokter kandungan. Saudarinya itu adalah orang yang membantu proses persalinan Bunda kamu " Ucap dokter Sindy.


" Taca serius? " Tanya Tipka dengan mata berbinar.


" Serius " Jawab dokter Sindy.


" Ini nama, nomor telepon, dan alamat rumahnya " Ucap dokter Sindy seraya menyodorkan kertas tadi.


Tipka menerima kertas tersebut. Ia membaca kertas itu.


" Bibi " Gumam Tipka.


" Taca berteman dengan Mama aku? " Tanya Tipka.


" Mama kamu? " Tanya dokter Sindy bingung.


" Nama Mama aku Viana, dan bibi aku bernama Riana " Jawab Tipka.

__ADS_1


" Tante dan Mama kamu dulu berteman baik. Kami kenal saat dikampus. Kebetulan Tante dan Mama kamu mengambil jurusan kedokteran. Tapi saat ditugaskan magang, Mama kamu gak datang. Itu sebabnya dia gak ikut saat acara kelulusan " Jelas dokter Sindy.


" Gitu ya Tan, Terima kasih infonya " Ucap Tipka.


" Sama sama " Balas dokter Sindy.


Percakapan mereka terhenti karena pintu yang terbuka.


" Ayah " Ucap Tipka saat tahu yang membuka pintu adalah Ayahnya.


" Maaf menganggu tuan dan nyonya nyonya, saya membawa makanan untuk nyonya " Ucap Ayah Hendra seraya mendorong troli yang berisi makanan untuk Tipka.


Tipka hanya tersenyum melihat tingkah Ayahnya.


" Ayah ngapain dorong trolinya, kan ada suster? " Tanya Tipka setelah Ayah Hendra berada disampingnya.


" Susternya, Ayah suruh pergi " Jawab Ayah Hendra.


" Bunda mana? " Tanya Tipka saat menyadari Ayahnya masuk sendirian.


" Bunda kamu tadi sudah pergi, ada masalah dibutiknya " Jawab Ayah Hendra.


" Oh " Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Tipka.


" Ini kamu makan " Ucap Ayah Hendra.


Ayah suapin Lanjut Ayah Hendra yang sudah mengambil alih piring.


Tipka makan dengan disuap Ayah Hendra. Andra dan dokter Sindy hanya bisa menjadi penonton, kasih sayang seorang Ayah.

__ADS_1


" Apa keputusanmu? " Tanya Ayah Hendra yang sudah selesai menyuapi Tipka.


__ADS_2