
Sesampainya dirumah, Tipka langsung berlari memeluk Bundanya.
" Bunda, hiks hiks " Tipka menangis dipelukan Bunda Tasya.
" Kamu kenapa, sayang? Kenapa wajah kamu babak belur begini? " Tanya Bunda Tasya.
" Asyal Bunda. Asyal hika hiks " Tipka kembali menangis.
" Asyal kenapa sayang? " Tanya Bunda Tasya yang sudah mengenal Asyal.
" Asyal jahat, Bunda. Asyal jahat sama Tipka. Dia jahat. Jahat " Ucap Tipka.
" Kamu tarik nafas dalam dalam lalu buang perlahan lahan " Pinta Bunda Tasya.
Tipka melakukan perintah Bunda Tasya. Setelah merasa tenang, Tipka kembali melanjutkan ceeitanya.
" Ta-tadi Asyal bawa Tipka kemall. Asyal beli banyak barang dan Tipka yang bayarin. Te-terus Asyal bawa Tipka kehutan. Di-dihutan Asyal mukul Tipka bersama Kanti. Dan te-ternyata Asyal dan Kanti adalah sepupu. Hiks hiks. Asyal bilang dia berteman dengan Tipka hanya untuk membalas dendam Kanti dan memanfaatkanku. Tipka hancur Bun. Tipka bodoh, Tipka benci Bun. Benci sama Asyal. Kanti juga, Tipka benci sama Kanti. Hiks hiks. Kata Kanti dia benci dengan Tipka karena wajah Tipka. Karena kecantikan Tipka. Apa Tipka salah, Bun? Apa Tipka jahat? " Tanya Tipka mengeluarkan semua beban pikirannya.
" Tipka nggak salah, Tipka juga gak jahat. Mereka berdua itu gak pantas buat jadi teman kamu. Mereka berdua hanya iri degan apa yang kamu miliki. Kamu gak salah kok sayang. Kamu jangan salahkan dirimu, ok " Ucap Bunda Tasya.
" Sekarang, kamu mandi " Pinta Bunda Tasya.
Tipka pergi menuju kamar. Setelah selesai mandi. Dia tetap dikamar.
Sejak saat itu, Tipka selalu mengurung diri dikamar. Ia tidak mau melihat dunia luar. Apalagi keluar untuk sekolah. Jangankan keluar dari gerbang rumah. Keluar dari pintu saja tidak. Sampai sampai Tipka harus hoomscholing. Dan itu dilakukan dikamar Tipka.
Itu terjadi selama 6 bulan penuh. Setelah itu dia mulai bangkit dan kembali kesekolah.
Tapi saat dia mulai menginjak bangku sekolah menengah pertama dan ada yang ingin berteman. Maka dia akan selalu memikirkannya. Dan itu akan menyebabkan kecelakaan. Karena Tipka sudah bisa mengendarai motor. Dan dia lebih suka berpergian sendiri, terkecuali jika kesekolah. Ia akan menggunakan supir.
Flasback off*
Tipka menangis setelah mengatakan hal itu kepada Mira dan Sion. Bayang bayang masa lalu yang mengerikan kembali menghiasi pikirannya.
" Ti-tipka, maaf. Kami gak bermaksud buat kamu sedih. Kami hanya gak terima dibohongin. Kami gak tahu kalau kamu punya masa lalu yang menyedihkan seperti ini " Ucap Mira merasa bersalah.
" Kamu gak salah kok " Ucap Tipka seraya menghapus air matanya.
" Harusnya aku yang minta maaf. Aku tahu aku salah karena menyembunyikan hal ini. Tapi aku hanya tidak ingin mengingat hal itu lagi. Aku ingin terbebas dari bayang bayang masa lalu. Aku minta maaf " Ucap Tipka.
" Kenapa minta maaf? " Tanya Sion.
" Kamu gak perlu minta maaf. Karena kamu juga gak salah. Jangan lihat kebelakang lagi. Tapi berjalanlah lurus kedepan " Ucap Sion.
" Terima kasih karena kalian sudah mau mengerti aku " Ucap Tipka.
__ADS_1
Mereka bertiga berpelukan sebagai sahabat. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang melihat mereka berpelukan. Entah kenapa dia merasa kesal melihat pemandangan itu. Orang itu adalah Andra, anak pemilik sekolah.
***
Keesokan harinya
Tipka sudah berada disekolah. Sekarang ia ingin kekantin bersama dua sahabatnya.
Mereka bertiga berjalan dengan berpegangan tangan. Dan Sion yang berada ditengah tengah.
Lagi dan lagi, ada yang memperhatikan mereka. Dan semua pasti tahu, kalau itu adalah Andra.
***
Keesokan harinya
Hari ini kelas Tipka ada pelajaran olahraga. Dan semua murid diperintahkan untuk mengganti baju.
Tipka berjalan bersama dengan Sion dan Mira menuju ruang ganti. Lalu mereka berpisah dengan Sion didepan pintu ruang ganti. Kebetulan ruang ganti pria dan wanita terletak bersebelahan.
Sekarang, Tipka melepas kacamatanya dan mengikat rambutnya menjadi satu.
Setelah selesai, mereka bertiga berjalan bersama sama menuju lapangan. Ternyata, dilapangan ada pemain tim basket termasuk Andra.
Andra, sang ketua tim basket. Memberikan sedikit pengertian tentang basket.
Tipka hanya menatap kesembarang arah. Dia sudah pernah mempelajari ini sebelumnya. Dan dia juga mahir dalam bermain basket.
Setelah memberikan pengertian, Andra memberikan mereka kedalam beberapa kelompok. Dia membuat kelompok agar dia bisa melihat kemampuan anak kelas 10-A Satu kelompok terdiri dari dua orang. Jadi akan ada 11 kelompok.
Semua orang sudah mendapat kelompok masing masing. Hanya Tipka yang tidak mendapat kelompok. Karena murid dikelas mereka berjumlah 23 orang.
" Yang tidak disebutkan namanya, akan berkelompok denganku " Ucap Andra.
" Apa apaan sih, ni orang " Gumam Tipka.
" Cie, Tipka satu kelompok dengan kak Andra. Mau dong " Goda Mira.
" Kalau mau, ayo. Kamu sama kak Andra aku sama Sion. Gimana? " Tanya Tipka.
" Gimana ya. Kalau boleh sih. Ok " Jawab Mira.
" Tanya aja sama kaka Andra " Ucap Tipka.
" Kak, kalau tukar kelompok boleh? " Tanya Mira.
__ADS_1
" Kenapa tukar kelompok? " Tanya Andra.
" Jawab aja dulu " Ucap Tipka.
" Gak boleh " Jawab Andra.
" Kenapa? " Tanya Tipka yang mulai sewot.
" Karena kelompoknya sudah dibagi oleh Pak Dito " Jawab Andra.
" Ya, udah. Aku satu kelompok aja sama Sion dan Mira " Ucap Tipka.
" Satu kelompok terdiri dari 2 orang bukan tiga " Ucap Andra.
" Apa bedanya? " Tanya Tipka.
" Bedanya, kalau dua orang bisa saling lawan dan jika tiga orang, orang ketiga jadi apa? " Tanya Andra balik.
" Jadi pengawas " Jawab Tipka.
" Tidak ada yang membantah lagi " Ucap Andra yang sudah kehabisan kata kata.
" Nyebelin " Gumam Tipka kesal.
" Sabar, Tipka. Terima aja " Ucap Mira memberi semangat.
" Ok " Balas Tipka.
Semua orang sudah berkumpul bersama kelompoknya. Disetiap kelompok ada pengawas yang merupakan anggota tim basket.
Semua kelompok sedang berlatih bermain bola basket. Tapi tidak dengan Tipka. Dia hanya duduk sambil melihat Sion dan Mira yang sedang berlatih. Ia tersenyum saat melihat Sion atau Mira yang dimarahi karena salah.
Andra yang melihat Tipka tersenyum sambil melihat sahabatnya. Ada rasa kesal dihatinya. Tipka selalu memperhatikan sahabatnya. Tapi Tipka tidak pernah memperhatikannya. Jangankan memperhatikan menoleh saja tidak.
" Ehem ehem " Andra pura pura batuk untuk mengalihkan perhatian Tipka.
Tipka tidak mengalihkan pandangannya.
" Tipka " Panggil Andra.
" Hmmm " Balas Tipka masih tidak mengalihkan pandangannya.
" Kamu mau belajar atau hanya melihat temanmu belajar sambil tersenyum? " Tanya Andra.
" Melihat temanku belajar sambil tersenyum " Jawab Tipka yang membuat Andra makin kesal apalagi Tipka berbicara tidak mamandangnya.
__ADS_1