Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 83


__ADS_3

Sampainya diruangan tempat acara berlangsung. Langkah Tipka terhenti, saat melihat siapa yang ada diatas panggung.


" Kenapa berhenti? " Tanya Tapki.


" I-ini, apa ini mimpi? Tanya Tipka gugup.


" I-itu, Mama dan Papa ada diatas panggung " Ucap Tipka.


" Kamu gak mimpi Tipka. Itu memang Mama Viana dan Papa Gioley. Dan disamping mereka Bibi Riana dan Paman Helan " Jawab Andra.


Mereka melanjutkan langkah menuju keatas panggung.


" Mama " Ucap Tipka.


" Lisy " Balas Mama Viana.


Anak dan Mama itu berpelukan. Melepas kerinduan, tidak bertemu selama bertahun tahun.


" Lisy kangen Mama " Ucap Tipka disela pelukan mereka.


" Mama juga kangen " Balas Mama Viana.


" Apa kau tidak merindukan Papamu? " Tanya Papa Gioley.


Tipka beralih memeluk Papa Gioley, lalu Bibi Riana, dan Paman Helan.


" Oh ya Bi, dimana Kakakku? " Tanya Tipka.

__ADS_1


" Dia lagi bekerja " Jawab Bibi Riana.


" Sayang sekali, aku gak bisa ketemu dia " Ucap Tipka sedih.


" Katanya dia akan kemari setelah selesai dengan pekerjaannya itu " Ucap Bibi Riana.


" Tapi, kenapa Bibi bisa kesini? " Tanya Tipka penasaran.


*Flashback on


Tok tok tok


Seorang wanita membuka pintu. Dan yang menjadi tamunya adalah 3 pemuda tampan. Yaitu, Andra, Yasky, dan Skandy.


" Kalian ini siapa ya? " Tanya wanita itu yang adalah Bibi Riana.


" Maaf, tapi saya tidak mengenal kalian " Ucap Bibi Riana.


" Tante mungkin tidak mengenal mereka. Tapi seharusnya tante mengenal saya " Ucap Andra.


" Maksudnya? " Tanya Bibi Riana tidak mengerti.


" Saya adalah Andra teman kecil putri kalian, Lisy " Jawab Andra.


" Teman Lisy? Yang memberikannya kalung love itu? " Tanya Bibi Riana.


" Iya tante " Jawab Andra.

__ADS_1


" Tapi Lisynya gak ada " Ucap Bibi Riana dengan raut wajah sedih.


" Apakah tante sangat merindukan Lisy? " Tanya Andra.


" Tante sangat merindukannya " Jawab Bibi Riana.


" Apa kita bisa masuk? " Tanya Andra.


" Oh silahkan. Maaf karena tante tadi sempat terbawa suasana, jadi tante lupa mengajak kalian masuk " Ucap Bibi Riana.


" Tidak apa apa tante " Ucap mereka bertiga.


Mereka bertiga masuk kedalam rumah yang sederhana itu. Didinding rumah terdapat foto keluarga yang menampakkan Tipka saat kecil dulu.


" Maaf ya kalau rumahnya jelek " Ucap Bibi Riana.


" Tidak apa apa tante. Oh ya, kenapa tante tidak tinggal dirumah sendiri? Kenapa malah tinggal dirumah neneknya Lisy? : Tanya Andra.


" Tidak ada alasan khusus. Hanya ingin tinggal bersama saja. Setelah Lisy pergi, kami hanya memiliki satu anak " Ucap Bibi Riana.


" Apa tante mau bertemu dengan Lisy? " Tanya Andra.


" Sebenarnya tante sangat mau. Tapi tante tidak punya banyak keberanian. Tante juga gak mau menyusahkan Lisy. Sekarang dia pasti hidup lebih layak. Apa yang dia inginkan akan ada dalam hitungan menit.Tante juga gak mau buat dia tambah sakit. Karena melihat kami akan membuat kepalanya sakit " Ucap Bibi Riana dengan tertunduk sedih. Yang ia tahu Tipka lupa ingatan.


" Kami sadar diri kok. Kami hanya orang yang mengasuhnya, bukan melahirkannya " Lanjut Bibi Riana.


" Tante salah. Lisy sudah mengingat semuanya dan tidak semua yang Lisy inginkan terkabul. Contohnya, dia ingin bertemu dengan tante. Tapi sudah setahun keinginannya itu tidak terkabul " Ucap Andra.

__ADS_1


" Li-Lisy ingin bertemu kami? Tapi darimana kamu tahu hal itu? " Tanya Bibi Riana kurang percaya.


__ADS_2