
" Dan aku dapat foto itu dari pengawalku " Lanjut Tipka.
" Bagaimana ceritanya? " Tanya Yasky bingung.
" Beberapa hari yang lalu, aku merasa sikap Tapki aneh. Dan itu membuatku sedikit khawatir. Jadi, aku menyuruh pak Dwi yang adalah pengawalku untuk mencari tahu alasan perubahan sikap Tapki. Pak Dwi menanyakan tentang perubahan sikap Tapki kepada pengawal Tapki. Dan pengawalnya menceritakan kejadian dimana saat orang yang dia cintai memeluk, mengobrol, dengan wanita lain bahkan wanita itu sampai mencium pipinya. Mulai dari saat itu, aku menyuruh pak Dwi untuk mengawasimu dan wanita itu " Jelas Tipka.
" Tapikan wanita i " Yasky tidak melanjutkan perkataannya karena sudah dipotong.
" Iya, aku tahu siapa wanita itu " Potong Tipka.
" Lalu kenapa kau tidak memberitahukan yang sebenarnya kepada Tapki? " Tanya Yasky.
" Karena dia gak mau dengar " Jawab Tipka santai.
" Aku harus gimana? " Tanya Yasky lesu.
" Harus berusaha " Jawab Tipka.
Yasky menatap Tipka menuntut penjelasan.
" Kak Yasky harus berusaha untuk meyakinkan Tapki. Jangan menyerah tetap semangat. Tapki itu cemburu karena cinta " Ucap Tipka.
" Maksudnya? " Tanya Yasky tak mengerti kalimat terakhir Tipka.
" Memang benar yang kubilang tadi ya. Kak Yasky gak peka " Gerutu Tipka.
" Tapki cemburu karena dia cinta sama Kak Yasky " Ucap Tipka keras.
" Kamu serius? " Tanya Yasky dengan mata yang berbinar binar.
Tipka mengangguk.
__ADS_1
" Kalau mau memperbaiki hubungan dengan Tapki. Aku ada saran " Ucap Tipka.
" Apa? " Tanya Yasky.
" Tiga hari lagi, kita akan libur. Aku, Kak Andra, dan Tapki berencana akan mencari paman Henly hari itu. Dan kalau kakak mau, kakak boleh ikut. Mana tahu nanti Tapki butuh kakak " Ucap Tipka.
" Tapki ikut? " Tanya Andra yang memang tidak tahu hal itu.
Tipka mengangguk.
" Bagaimana? " Tanya Tipka kepada Yasky.
" Aku akan ikut " Jawab Yasky.
***
Tiga hari kemudian
Tipka dan Andra berada dalam satu mobil. Sedangkan Tapki berada satu mobil dengan Yasky. Sebelumnya, Tapki sudah menolak. Tapi Tipka memaksa agar Tapki satu mobil dengan Yasky. Dan setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya Tapki setuju.
" Benar ini tempatnya? " Tanya Tipka memastikan.
Tapki mengangguk.
" Kak Andra telpon Vivi, suruh dia datang kesini " Titah Tipka.
" Untuk apa? " Tanya Andra bingung.
" Lakukan saja " Ucap Tipka.
Meskipun bingung, tapi Andra tetap melakukan perintah Tipka.
__ADS_1
Setelah Andra selesai menelpon, Tipka memberitahukan Andra apa yang harus dilakukannya dan memasangkan sesuatu dijam tangan Andra.
" Jangan sampai benda ini lepas " Ucap Tipka.
" Tapki, kak Yasky, ayo kita menjauh dari sini " Ajak Tipka.
Dengan memakai mobil, mereka bertiga bersembunyi ditampat yang masih bisa mendengar percakapan mereka nantinya.
Beberapa menit kemudian, sebuah mobil berhenti tepat dibelakang mobil Andra. Dan keluarlah sosok yang ditunggu tunggu.
" Hay Andra " Sapa Vivi dengan suara centil.
" Hmmm " Balas Andra.
" Tumben ajak ketemuan. Ditempat ini lagi " Ucap Vivi.
" Gue mau nanyak sesuatu sama lo " Ucap Andra.
" Apa? " Tanya Vivi.
" Lo pernah ajak ketemuan Tapki kesekitar sini? " Tanya Andra.
" Gak pernah " Jawab Vivi.
" Jangan bohong " Ucap Andra.
" Gue serius An, gue gak pernah ajak dia ketemuan disini " Ucap Vivi.
" Bohong " Teriak Tapki yang keluar dari persembunyiannya.
" Lo yang ajak gue ketemuan disekitar sini beberapa bulan yang lalu " Ucap Tapki.
__ADS_1
" Apa buktinya? " Tanya Vivi.
Tapki mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah pesan yang dikirim Vivi untuk mengajaknya ketemuan.