
Hari ini hari senin. Tapki dan Tipka akan masuk sekolah dengan menggunakan supir masing masing.
Setelah selesai sarapan dan berpamitan, Tapki dan Tipka masuk kedalam mobil masing masing.
Sepanjang perjalanan, Tapki hanya menatap wajahnya dari cermin yang selalu ia bawa. Sedangkan Tipka, dia hanya diam sambil memikirkan semua perkataan Bunda dan Ayahnya.
'Apa aku harus menerima Mira sebagai teman dan merubah penampilanku menjadi seperti dulu. Tidak, aku tidak mau. Itu hanya akan membuatku tersiksa. Apa yang harus aku lakukan. Aku tidak ingin mengecewakan Ayah dan Bunda. Aku akan menerima Mira sebagai temanku dan mau berdandan diacara ulang tahun perusahaan Ayah. Aku tidak ingin Ayah malu karenaku' Batin Tipka.
" Non, kita sudah sampai " Ucap supir Tipka yang bernama Pak Dirga.
" Iya, Pak " Balas Tipka.
Tipka segera mengikat rambutnya dan memakai kaca matanya seperti saat mos.
" Terima kasih ya, Pak " Ucap Tipka tulus.
" Sama sama, non. Ini sudah menjadi tugas saya " Ucap Pak Dirga.
" Kalau gitu saya turun ya, Pak " Pamit Tipka.
" Iya, non " Balas Pak Dirga.
Tipka keluar dari mobil, ia melihat Tapki sedang berdiri didepan pintu masuk.
Tipka berjalan ingin memasuki gedung sekolah. Baru beberapa langkah, ada seorang wanita yang ingin melempar kepala Tipka dengan batu. Wanita itu adalah Vivi yang waktu itu melempar Tipka dengan batu waktu mos.
Vivi melempar batu kearah Tipka. Tapki yang melihatnya merasa ketakutan. Sedangkan Tipka biasa biasa saja. Dengan cepat, Tipka segera menangkap batu itu lalu membuangnya kearah Vivi.
Tapki yang melihatnya merasa sangat sangat lega. Kalau batu itu sampai kena kekepala Tipka. Maka dia tidak akan bisa hidup tenang.
Tipka berjalan memasuki sekolah diikuti Tapki dibelakangnya, tapi dengan jarak jauh. Tapki dan Tipka masuk kedalam kelas 10-A. Tapki duduk disamping Tipka.
" Tapki, kenapa duduk sama sicupu? Mending duduk sama aku aja " Ucap salah satu laki laki yang bernama Yudi.
" Enak aja sama lo, sama gue la " Ucap temannya, yang bernama Marchel.
__ADS_1
" Bukan sama kalian, tapi sama gue. Gue yang lebih pantas dari kalian berdua " Ucap Edrick.
Sedangkan Tapki, dia hanya tersenyum menanggapi perkataan fans fansnya.
Tidak berapa lama, guru pun datang. Pelajaran segera dimulai.
Selesai belajar, semua murid segera berpergian kekantin. Karena sudah memasuki jam istirahat.
Tipka berjalan menuju kantin, setelah ia mendapatkan makanannya. Tipka segera mencari meja, tapi tidak ditemukan. Hanya ada tempat duduk disamping Andra. Sedangkan, Tapki dia sudah duduk dengan para laki laki.
Dengan sengaja, ada seorang wanita yang menyenggol Tipka. Sehingga, kuah bakso mengenai tangan dan kaki Tipka yang juga terdapat luka. Hal itu membuat mereka jadi pusat perhatian.
Tipka merasa perih dibagian tangannya, tetapi ia mencoba menahannya. Tapki, yang baru menyadari keadaan Tipka menjadi panik. Dengan segera Tapki menghampiri Tipka. Ia melihat luka Tipka yang masih basah agak membengkak karena terkena kuah panas. Tapki yang tidak bisa mengendalikan emosinya segera memaki maki Vivi.
" Lo punya mata gak sih. Gak liat apa didepan ada orang. Gue tau waktu hari pertama mos, lo yang udah lempar Tipka pakai batu. Dan hari ini lo mau lakuin itu lagi, tapi gagal. Sekarang lo sengaja nabrak Tipka kan. Iyakan " Bentak Tapki.
Seumur hidup, belum pernah Tipka melihat Tapki semarah ini. Kalaupun Tapki marah, tidak akan pernah sampai seperti hari ini. Memarahi seseorang didepan umum, Inilah yang pertama kali. Tapi jika menghina didepan umum, itu sudah biasa.
" Kalau sampai Tipka kenapa napa, lo bakalan dikeluarin dari sekolah ini " Ancam Tapki.
" Emang lo siapa berani ngusir gue dari sekolah ini. Anak yang punya sekolah aja gak pernah bilang gitu sama gue. Nih sekarang anak baru, sok soan " Ucap Vivi meremehkan ancaman Tapki.
Tapki mengambil ponselnya dari kantong kemeja. Ia menelpon nomor supirnya, Pak Kolin.
" Halo, non " Sapa Pak Kolin.
" Halo, Pak. Sekarang Bapak datang kesekolah. Tidak ada bantahan. Jangan sampai Ayah dan Bunda tahu kalau saya menyuruh Bapak kesekolah. kalau tidak Bapak akan dipecat " Ancam Tapki lalu mematikan sambungan telpon.
" Ayo Tipka, kita kerumah sakit " Ajak Tapki.
" Alah, gitu aja kerumah sakit. Lebay amat sih " Celetuk Vivi.
" Tutup mulut lo " Ucap Tapki.
" Tapki, kok perhatian banget sih sama sicupu? " Tanya salah satu teman cowok Tapki.
__ADS_1
Tapki tidak membalas ucapan cowok itu.
" Ayo, Tip " Ajak Tapki lagi.
Tipka berusaha untuk bangun. Tapi kakinya juga terkena kuah bakso. Jadi sangat perih.
Tipka berdiri dengan mata terpejam karena menahan sakit. Tipka berjalan sedikit pincang karena kakinya yang perih.
Merasa tidak tega, Andra segera mengendong Tipka. Tipka yang terkejut hanya diam tanpa bereaksi apapun. Ia masih menahan perih ditangan dan kakinya.
" Tipka, sabar ya. Mana sih Pak Kolin, lama amat nyampainya " Gerutu Tapki.
Tidak lama mobil mewah berwarna merah sudah berada dihadapan mereka. Andra memasukkan Tipka kekursi penumpang. Sedangkan Tapki memilih duduk disamping Pak Kolin.
" Terima kasih ya, kak " Ucap Tapki yang hanya dijawab anggukan oleh Andra.
Mobil mewah itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Karena jalanan yang sepi, membuat mereka dalam beberapa menit sampai kerumah sakit Mutiara.
Sesampainya dirumah sakit, Tipka segera diperiksa secara menyeluruh. Karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Tipka boleh langsung pulang. Dokter Sindy juga memberikan salap kepada Tipka agar diolesi kepada luka yang membengkak. Dokter juga menyuruh Tipka agar istirahat penuh sehari ini. Jadi dengan terpaksa ia harus pulang.
Mereka kembali kesekolah untuk mengambil tas Tipka sekaligus mengantar Tapki.
" Pak, Bapak disini aja gak usah antar Tipka pulang. Nanti Tipka pulang sama Pak Dirga aja. Kalau Bapak antar Tipka nanti Bapak capek lagi bolak balik " Ucap Tipka.
" Makasih, non udah perhatian sama Bapak " Ujar Pak Kolin.
Tapki dan Tipka turun dari mobil memasuki kelas. Sesampainya dikelas, pelajaran sudah dimulai. Tapki meminta izin kepada guru untuk Tipka pulang dan memberitahukan apa penyebab mereka datang terlambat. Guru mengerti keadaan mereka dan memberikan izin.
Setelah Tipka mendapat tasnya, ia segera menghubungi Pak Dirga.
" Halo, Pak. Bapak dimana sekarang? " Tanya Tipka setelah tersambung.
" Halo, non. Sekarang saya ada ditoko buku. Mau membeli buku yang nona pesan tadi . Ada perlu apa menghubungi saya, non? " Tanya Pak Dirga.
" Tidak apa apa, Pak. Saya cuman mau bilang, kalau Bapak tidak perlu menjemput saya nanti. Saya akan pulang dengan Tapki " Ucap Tipka.
__ADS_1
" Baiklah, kalau begitu non " Ucap Pak Dirga lalu mematikan sambungan telepon.
" Hufs... " Tipka mengeluarkan nafasnya kasar.