Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 70


__ADS_3

" Iya, aku ngerti kok situasi kamu. Memang susah untuk menerima kenyataan. Tapi lebih baik mendengar kenyataan pahit, daripada mendengar kebohongan manis. Yang ujung ujungnya hanya akan mempersulit masalah " Ucap Tipka.


" Kamu benar " Ucap Mira yang mulai tenang.


" Coba kamu cerita sama kita, bagaimana kejadiannya " Pinta Tipka.


*Flasback on


Sehari sebelum Mira mutusin Skandy.


Saat itu, Mira sedang berjalan jalan ditaman bersama dengan pacarnya, Skandy.


Tapi ditengah jalan, Skandy pamit ketoilet setelah mendapat sebuah pesan.


" Yang, aku ketoilet bentar ya " Pamit Skandy.


Tanpa menunggu jawaban Mira, Skandy langsung pergi begitu saja.


Mira hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah pacarnya. Setelah itu, Mira memutuskan untuk duduk disalah satu bangku yang ada disekitar nya.


1 menit


2 menit


3 menit


4 menit


5 menit sudah Mira menunggu. Tapi tidak ada tanda tanda Skandy akan muncul.


'Apa butuh waktu selama itu untuk ketoilet?' Batin Mira bingung.


Merasa ada hal yang aneh, Mira memutuskan untuk menghampiri Skandy.

__ADS_1


Sudah lima menit ia menunggu Skandy, tapi Skandy masih belum muncul juga.


Mira mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi nomor Skandy.


Hanya ada suara operator yang menjawab panggilannya.


Setelah lima kali mencoba, dan hasilnya masih sama. Mira memilih untuk mengirimkan pesan.


Skandy, kamu dimana??? Isi pesannya.


Terkirim. Tapi tidak dibaca.


" Kemana sih dia. Telpon gak diangkat, pesanku pun gak dibalas " Gumam Mira sedikit kesal.


Mira melihat ada seorang pria paruh baya yang keluar dari dalam toilet.


" Em, permisi pak " Ucap Mira.


" Apa didalam toilet ada pria ini? " Tanya Mira sambil menunjukkan layar ponselnya yang tertera foto Skandy.


" Didalam gak ada siapa siapa, dek " Jawab pria itu.


" Oh, gitu ya pak " Balas Mira lesu.


" Terima kasih infonya ya, pak. Saya pergi dulu " Pamit Mira yang dijawab anggukan oleh pria tadi.


Mira berjalan ingin kembali ketempat duduknya tadi. Tapi langkahnya terhenti ketika dia mendengar suara Skandy.


" Kenapa kamu ada disini? " Suara Skandy yang didengar Mira.


Mira berjalan mencari asal suara. Ia mendapati Skandy sedang berbicara dengan seorang wanita. Karena merasa penasaran, Mira bersembunyi dibalik pohon.


" Ayolah sayang. Aku kangen sama kamu. Kamu selalu ngabiskan waktu sama pacar kamu yang jelek itu " Ucap wanita itu dengan bergelayut manja dilengan Skandy.

__ADS_1


" Tapi aku gak bisa ninggalin dia saat ini. Aku masih butuh dia untuk mencari informasi yang mendalam tentang Tapki " Ucap Skandy memberi pengertian.


" Tapi aku gak suka kamu selalu sama dia. Apa apa sama dia. Sama aku kamu kapan? " Tanya wanita itu dengan nada manja.


" Bagaimana kalau besok kita shoping? " Tanya Skandy memberikan ide.


" Kamu serius? " Tanya wanita tadi dengan mata berbinar binar.


" Iya, aku akan belanjakan kamu apapun yang kamu mau " Jawab Skandy.


" Makasih sayang " Ucap wanita itu, lalu mencium bibir Skandy cukup lama.


Mira yang merasa tidak sanggup melihat itu langsung pulang begitu saja.


***


Keesokan harinya, Mira mengajak Sion untuk menemaninya ketaman. Sebelumnya, ia sudah menyuruh Skandy untuk pergi ketaman. Ketempat saat dimana ia mengetahui Skandy menghianatinya.


" Hay, sayang " Sapa Skandy tersenyum ceria.


Plak


" Kita putus " Ucap Mira.


" Kenapa? " Tanya Skandy tak terima.


" Apa karna pria ini? " Tanya Skandy.


" Jangan salahkan siapa siapa. Punya kacakan. Maka bercerminlah " Jawab Mira ketus.


Setelah mengatakan itu, Mira langsung pergi bersama Sion. Mira berhenti sesaat, lalu menangis dipelukan Sion.


Flasback off*

__ADS_1


__ADS_2