Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 24


__ADS_3

" Terserah " Balas Tipka acuh.


Tipka kembali memandangi langit malam. Bayangan bayangan masa lalu menari nari dipikirannya. Tanpa terasa, air matanya jatuh tanpa bisa dibendung.


" Hey, kenapa nangis? " Tanya Andra yang melihat wajah Tipka basah. Ia menangis dalam diam.


Andra menyeka air mata Tipka, tapi Tipka menepis tangan Andra.


" Gak usah sok peduli " Ucap Tipka.


Tipka berbalik ingin pergi, tapi tangannya ditahan Andra.


" Kamu kenapa? Kalau aku punya salah sama kamu, bilang sama aku. Aku akan coba memperbaiki kesalahanku " Ucap Andra.


" Telat " Ujar Tipka tanpa menatap Andra.


" Tipka, tolong katakan apa salahku " Ucap Andra sekali lagi.


" Kamu jahat. Kamu bilang, kamu sudah memaafkanku. Tapi kamu melaporkanku kepada tuan Anjana. Kamu munafik, hiks hiks " Ucap Tipka dengan menunduk.


'Tipka salah paham. Tapi, tadi dia bilang Om Hendra, TUAN ANJANA. Apa aku salah dengar ya' Batin Andra.


" Tipka, kamu salah paham. Bukan aku yang melaporkanmu. Aku tidak pernah memberitahu Om Hendra tentang kejadian disekolah " Ucap Andra.

__ADS_1


" Bohong, kamu bohong " Ucap Tipka tak percaya.


" Kalau memang aku yang melaporkanmu, pasti aku mengirim video ke Ayah kamu " Ucap Andra seraya menyerahkan ponselnya.


" Kalau kamu mau, kamu bisa cek sendiri " Lanjut Andra.


" Aku bukan putri dari keluarga Anjana " Ucap Tipka dengan tangannya yang mengambil ponsel Andra.


" Maksudnya? " Tanya Andra.


Tapi yang ditanya hanya fokus dengan ponsel ditangannya.


" Tipka, apa maksud perkataanmu? "Tanya Andra lagi.


" Ya, aku bukan putri keluarga Anjana yang kaya raya. Aku hanya putri seseorang yang hidup dalan kesederhanaan " Jawab Tipka ketika sudah selesai mengecek ponsel Andra.


" Ti-tidak, a-aku, ti-tidak " Tipka gugup. Ia tidak ingin memberi tahu siapa siapa.


" Kalau kamu belum mau cerita, aku gak akan maksa. Aku akan tunggu sampai kamu siap. Aku akan mendengarkan semua ceritamu " Ucap Andra.


" Terima kasih " Hanya itu yang bisa diucapkan Tipka sambil menatap Andra dan tersenyum.


" Maaf, jika aku bertanya soal ini " Ucap Andra yang takut Tipka tersinggung.

__ADS_1


" Tanya apa? " Tanya Tipka.


" Bagaimana dengan perjodohan kita? " Tanya Andra.


" Tentang perjodohan, aku masih butuh waktu. Aku masih harus meminta penjelasan dari seseorang. Maaf jika aku mengecewakanmu. Karena... " Ucap Tipka menggantung.


" Karena apa? " Tanya Andra, ia takut Tipka membatalkan perjodohan mereka.


" Karena aku gak bisa bebasin kamu dari perjodohan ini. Aku sudah berjanji, maka akan aku tepati. Aku adalah Tipka, aku tidak pernah mengingkari janjiku. Tapi, karena suatu kejadian aku mengingkari satu janjiku " Ucap Tipka seraya menatap langit.


" Janji apa? " Tanya Andra.


" Janji untuk menghormati, menyayangi, dan mencintai tuan dan nyonya Anjana " Jawab Tipka.


" Apa kau tidak menganggap keluarga Anjana sebagai keluargamu? " Tanya Andra hati hati.


" Aku akan menganggap mereka keluargaku, jika saja mereka tidak membawaku pergi meninggalkan keluarga asliku " Jawab Tipka masih dengan menatap langit malam.


" Maaf membuatmu sedih " Ucap Andra merasa bersalah.


" Tidak apa apa, ini adalah ujian bagiku. Aku mendapat ujian ini karena aku kuat " Ucap Tipka tersenyum.


" Kau memang kuat. Sekarang, kau harus istirahat. Tidak baik terkena angin malam bagi seorang pasien. Kalau tidak, sakitmu akan tambah parah " Ingat Andra.

__ADS_1


" Siap bos " Balas Tipka dengan tersenyum.


Mereka berdua berjalan dan menaiki lift bersama menuju ruang VVIP tempat Tipka dirawat.


__ADS_2