Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 62


__ADS_3

Prok prok prok


Semuanya bertepuk tangan.


Tipka berjalan dari duduknya dan berbisik kepada Ririn.


" Kak, acaranya langsung kepuncak aja ya. Aku udah capek " Ucap Tipka.


" Kamu serius mau langsung kepuncak? " Tanya Ririn.


Tipka mengangguk.


" Apa Saudari dan orang tuamu tidak marah? " Tanya Ririn lagi.


" Nanti aku bilang sama mereka " Jawab Tipka yang kembali duduk.


" Baiklah, tidak usah mengulur waktu lagi. Kita akan langsung keacara puncaknya saja " Ucap Ririn.


Ayah Hendra, Bunda Tasya, dan Tapki menatap Ririn ingin protes. Tapi Tipka langsung menunjukkan isyarat untuk diam melalui matanya.


Ayah Hendra, Bunda Tasya, dan Tapki pun diam.


Tiba tiba datanglah seorang pelayan sambil mendorong troli yang diatasnya terdapat sebuah kue beserta pisaunya yang terdapat ikatan pita.


Diatas kue tersebut terdapat tulisan yang bertuliskan Happy birthday Tapki and Tipka. Juga terdapat lilin yang membentuk angka 16.


Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you.


Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga. Sekarang juga, sekarang juga.


" Hufs " Tapki dan Tipka meniup lilin bersama sama.


Prok prok prok.

__ADS_1


Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga. Sekarang juga, sekarang juga.


Tapki dan Tipka memotong kue dengan pisau yang sudah disediakan.


" Baiklah, sekarang kita masuk kedalam inti acara. Yaitu, potongan pertama. Untuk siapakah potongan pertamanya? " Tanya Ririn.


Tapki dan Tipka mengambil potongan kue yang ada di piring kecil dengan sendok yang berukuran kecil juga yang memang sudah disediakan, lalu mulai berjalan mendekati pangeran masing masing.


Prok prok prok.


Lagi lagi, terdengar suara tepukan tangan yang meriah.


" Maaf Ayah dan Bunda. Kali ini Ayah dan Bunda harus mengalah " Ucap Tapki.


" Yang penting kalian bahagia, Ayah juga turut bahagia " Balas Ayah Hendra yang hanya dibalas senyuman oleh kedua putrinya.


" Sepertinya saja tidak perlu mengumumkan yang mana putri Tapki dan yang mana putri Tipka " Ucap Ririn.


" Kalau begitu berarti para pangeran pasti sudah bisa mengoreksi mana yang menang dan mana yang kalahkan? " Tanya Ririn.


" Iya " Jawab Yasky.


" Siapa yang menang? " Tanya Ririn lagi.


Andra dan Yasky mengangkat tangan seraya berkata " aku "


" Pintar, pangeran kita sangat pintar " Puji Ririn dengan nada bangga.


" Apa hadiah atas kemenangan kami? " Tanya Andra.


" Hadiah untuk anda kan sudah double pangeran " Ucap Ririn.


" Double? Emang apa? " Tanya Andra bingung sekaligus penasaran.

__ADS_1


" Pertama, Andra sudah mendapat pelukan dan bisa mencium putri anda. Kedua, anda sudah mendapatkan suapan pertama " Jawab Ririn.


" Tapi bukan aku yang mendapat pelukan. Tipka yang mendapat dan aku yang memberikan " Ucap Andra memperbaiki perkataan Ririn.


" Sama saja pangeran, yang penting sama sama berpelukan " Ucap Ririn.


" Beda " Ucap Andra tak terima.


" Sama " Ucap Ririn.


" Beda "


" Sama "


" Beda "


" Sama "


" Stop " Ucap Tipka menengahi.


" Apa apaan sih, kayak anak kecil aja berantam " Ucap Tipka.


Tipka berjalan mendekati Andra.


" Ini untuk pelukannya " Ucap Tipka seraya memeluk Andra yang juga dibalas Andra.


" Dan yang ini untuk ciumannya " Lanjut Tipka langsung mencium pipi Andra sekilas.


" Kalau aku? " Tanya Yasky.


Tapki mendekat kearah Yasky melakukan seperti yang dilakukan Tipka.


Pertama tama, Andra dan Yasky menjadi salah tingkah. Tapi dalam sekejap mereka bisa mengontrol diri mereka sendiri.

__ADS_1


__ADS_2