
" Tidak " Teriak Tapki.
Keringat dingin bercucuran diwajah cantiknya. Nafasnya memburu.
" Mimpi ini lagi Gumam Tapki seraya menghapus keringat yang ada diwajahnya.
" Sampai kapan aku harus mimpi seperti ini? Apa ini sebuah pertanda? " Tanya Tapki pada dirinya sendiri seraya menatap bayangannya kecermin yang ada dikamarnya.
Tiba tiba, Tapki teringat akan kejadian saat dikamar Henly tadi.
'Kak Andra bilang kopernya bau minuman keras. Mimpiku tetang narkoba. Minuman keraskan sama dengan narkoba. Apa mimpi ini memberikan peringatan?' Batin Tapki.
" Disetiap mimpiku, tempatnya selalu sama. Banyak pohon yang tinggi, sebuah gubuk kecil yang kotor, dan rumput yang panjang menghiasi jalannya " Gumam Tapki.
" Apa aku harus memberitahukan mereka? Bisa saja ini adalah petunjukkkan. Ya, aku harus memberitahu mereka " Tekad Tapki.
Setelah itu, Tapki melanjutkan tidurnya.
***
Disebuah tempat terpencil, didalam sebuah gubuk.
" Kau harus mendapatkannya " Ucap seorang pria kepada anaknya.
" Tapi Pa, dia sudah memiliki tunangan " Ucap sang anak.
" Kau harus membalaskan kematian ibumu. Kau tidak ingat apa yang dituliskan ibumu disurat itu? " Tanya sang Papa.
" Aku ingat, Pa. Mama menyuruhku untuk membalaskan dendam kematiannya " Jawab sang anak.
" Jadi lakukanlah, dapatkan hatinya " Ucap sang Papa.
__ADS_1
" Tapi kenapa harus dia Masih ada saudarinya kan. Mereka sama sama anak orang itu? " Tanya sang anak.
" Ada bedanya. Kau tak akan mengerti hal itu " Jawab sang Papa.
***
Keesokan harinya
Disebuah taman, yang terletak dibelakang sekokah. Terdapat Tapki, Tipka, Yasky, dan Andra didalamnya.
Tapki mulai menceritakan mimpinya. Tidak lupa dengan tempat yang ada dimimpinya.
" Kamu yakin mimpi itu selalu datang? " Tanya Tipka.
" Apakah tidak dilebih lebihkan? " Timpal Yasky.
" Apa apaan sih. Aku gak akan melebih lebihkan. Kalau gak ada mimpi itu, gak mungkin aku akan maksa untuk ikut " Jawab Tapki kesal.
" Kalau kalian gak percaya, gak usah percaya. Aku gak maksa " Ucap Tapki.
" Aku mau pergi, bye " Ucap Tapki dengan nada kesal.
" Eh jangan pergi dulu " Tahan Tipka.
" Kenapa? Aku kan gak dibutuhin lagi " Tanya Tapki kesal.
Tipka memberikan isyarat melalui matanya kepada Yasky untuk minta maaf.
" Tapki, maaf, aku gak maksud nyinggung perasaan kamu. Aku hanya bertanya saja tadi " Ucap Yasky.
" Pertanyaanmu itu sudah keterlaluan. Tanpa sengaja atau tidak. Kau menuduhku yang enggak enggak. Emang kau pikir aku ini apa? " Tanya Tapki kesal.
__ADS_1
" Hey, jangan berantam. Fokus ketujuan. Kalau kalian berantam terus, bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah? " Tanya Tipka bijak.
" Maaf, aku terpancing emosi tadi " Ucap Tapki.
" Udah, kita diskusikan ini nanti " Ucap Tipka.
" Kenapa harus nanti Tanya Tapki.
" Ini diruangan terbuka Tapki. Jika ada yang mendengar bagaimana? " Tanya Tipka balik.
" Oh, ya udah deh " Balas Tipka.
Mereka pun pergi dari taman, masuk kekelas masing masing.
***
" Sampai kapan akan begini? " Tanya Andra setiba dikelas.
" Aku berencana akan menjelaskan yang sebenarnya sekalian menyatakan perasaanku " Jawab Yasky.
" Kapan? " Tanya Andra lagi.
" Aku sudah bosan melihat kalian selalu bertengkar " Ucap Andra
" Aku juga gak tahu " Jawab Yasky.
" Bagaimana kalau aku dan Tipka yang menyusunnya? Dan kau, hanya perlu mengatakan apa yang harus dikatakan " Tawar Andra.
" Baiklah, aku setuju. Tapi semuanya harus sempurna. Jangan ada kesalahan " Ucap Yasky.
" Serahkan saja kepada kami. Kami akan membuat semuanya sempurna " Ucap Andra dengan yakin.
__ADS_1