Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 39


__ADS_3

Sepulang sekolah, Tipka langsung pulang kerumah dengan diantar Pak Dirga.


Sesampainya dirumah, Tipka berjalan menaiki tangga dan berpapasan dengan Tapki yang ingin turun.


" Tapki " Panggil Tipka.


Tapki hanya diam sambil melanjutkan langkah kakinya.


" Sampai kapan harus begini terus " Gumam Tipka pelan.


Ia merasa bosan dengan sikap Tapki yang selalu mencuekinya.


Tipka melanjutkan langkahnya dan segera masuk kedalam kamar. Tiba dikamar, Tipka masuk kedalam kamar mandi.


Ia memilih dres berwarna cream untuk acara sore nanti. Tipka melirik kearah jam yang sudah menunjukkan pukul 16.10. Seketika, Tipka teringat sesuatu yang ia tinggalkan didalam mobil Andra.


" Pasti jam segini, Kak Andra sudah selesai rapatnya " Gumam Tipka.


Tipka mengambil ponselnya dan mengubungi nomor Andra.


" Halo, Kak " Sapa Tipka saat panggilan tersambung.


" Halo " Ucap Seseorang diseberang sana.


Tipka sangat yakin itu bukan suara Andra, karena suara itu mirip suara perempuan.


" Ini siapa? Dimana Kak Andra? " Tanya Tipka.

__ADS_1


" Oh, ini Vivi. Andranya lagi keluar mau ambil sesuatu diruang osis. Dan gue lagi dimobil Andra " Jawab Vivi.


Tipka langsung mematikan telepon dan mengambil sepatu serta tas selempangnya yang berwarna senada dengan gaunnya.


Tipka turun kebawah dan segera pergi kesekolah dengan diantar Pak Dirga.


" Nyebelin. Kalau Vivi ada dimobil Kak Andra. Gimana kotaknya? " Gumam Tipka kebingungan.


Dalam beberapa menit, Tipka sudah tiba diparkiran sekolah. Masih terlihat mobil Andra diparkiran.


" Mobilnya ada disini " Gumam Tipka.


Tipka berjalan menuju pintu mobil penumpang depan. Ia mengintip dari jendela, memastikan kotaknya masih aman atau tidak.


" Kotaknya masih ada disini " Gumam Tipka.


Tipka berjalan memasuki gedung sekolah. Ia pergi keruang osis. Sampainya didepan pintu, Tipka langsung masuk karena pintunya tidak tertutup rapat. Matanya terbelalak sempurna melihat pemandangan didepannya.


" Tipka " Gumam Andra terkejut.


" Maaf ya Kak, aku mau mengambil kotakku. Jadi, bisa Kakak bukain pintu mobilnya? " Tanya Tipka.


" Iya, sekalian aku juga mau pulang " Ucap Andra.


Andra dan Tipka pergi meninggalkan Vivi, menuju parkiran.


Tipka segera mengambil kotak miliknya setelah Andra membuka pintu mobilnya. Setelah itu, Tipka langsung berjalan kearah mobil miliknya.

__ADS_1


" Tipka " Panggil Andra.


Andra berpikir Tipka marah dan tidak ingin pulang dengannya.


" Ya Sahut " Tipka seraya membalikan badannya.


" Kamu marah? " Tanya Andra.


" Marah? Kenapa aku marah? " Tanya Tipka pura pura tidak tahu.


" Soal kejadian tadi, itu bukan seperti yang kamu lihat. Tadi, Vivi terpeleset dan aku hanya menolongnya " Ucap Andra jujur.


" Tidap papa, aku percaya sama Kakak " Ucap Tipka tersenyum.


" Kamu mau kemana? " Tanya Andra.


" Mau kesalon " Jawab Tipka.


" Kamu pergi sendiri? " Tanya Andra.


" Iya, aku mau pergi sekarang. Karena aku mau melihat salonnya terlebih dulu. Lagian nanti, aku sama Kak Ririn yang motong pitanya " Jawab Tipka.


" Kakak nyusul aja nanti " Lanjut Tipka.


" Ok " Balas Andra.


" Nanti alamatnya aku kirim " Ucap Tipka dan berlalu pergi masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Mobil putih milik Tipka keluar dari halaman sekolah menuju kearah salon baru yang dibangun atas kerja keras Ririn, Zily, Syiren, Jila (Perias Tipka dan Tapki).


Sedangkan mobil milik Andra keluar dari halaman sekolah menuju rumah keluarga Binaldy. Ia ingin segera bersiap dan pergi keacara pembukaan salon juga ingin segera bertemu Tipka.


__ADS_2