
'Masa iya, temanya putri dan pangeran. Apa gak terlalu kekanak kanakan' Batin Tipka.
'Temanya putri dan pangeran. Ayah memang aneh. Anak umur 16 tahun ulang tahun temanya putri pangeran. Tapi kalau pangerannya Kak Yasky sih, gak papa' Batin Tapki.
Yasky dan Andra tidak bisa mengenali antara Tapki dan Tipka. Karena, Ayah Hendra, Bunda, Tasya, tuan Binaldy, dokter Sindy, dan Ririn tidak memberitahukan bagaimana cara membedakannya.
" Dra, Tapkinya yang mana? ' Tanya Yasky berbisik.
" Mana gue tahu " Jawab Andra.
" Perhatian, perhatian. Permainan pertama akan kita mulai dengan sang pangeran menentukan yang mana diantara kedua putri yang merupakan belahan hatinya. Pangeran pertama akan disuruh menebak dan memilih salah satu. Tapi, pangeran kedua tidak boleh mengetahui pilihan pangeran pertama. Jadi pangeran kedua akan ditutup matanya dengan kain saat pangeran pertama masih memilih. Begitu sebaliknya, tapi perbedaannya. Di round kedua ini pangeran yang sudah selesai memilih, tidak akan ditutup matanya. Karena dia sudah memilih sebelumnya. Bagaimana? " Tanya Ririn selaku MC.
" Setuju " Teriak para orang tua.
" Gak setuju " Ucap Andra dan Yasky.
Semua orang menatap Andra dan Yasky meminta penjelasan atas ketidak setujuannya.
" Bagaimana kami bisa mengenali mereka, jika mereka berdua memakai semua hal yang sama? " Tanya Andra.
" Kamu akan memilihnya dengan mendengarkan kata hati. Ini juga akan mengetes seberapa besar ketulusan cintamu untuk sang pasangan " Jawab Ririn.
" Permainan yang aneh " Gumam Andra yang masih bisa didengar semua orang.
" Siapa diantara kalian berdua yang akan memilih terlebih dahulu? " Tanya Ririn.
__ADS_1
Andra dan Yasky saling menunjuk.
" Wah, wah. Ternyata para pangeran tidak tulus mencintai tuan putri " Goda Ririn geleng geleng kepala.
" Hey, jangan asal bicara " Ucap Andra tak terima.
" Kalau begitu, silahkan pilih tuan putrimu pangeran " Tantang Ririn.
" Baiklah, aku yang akan memilih pertama " Ucap Andra.
Ririn berjalan menghampiri Yasky. Dikeluarkannya kain merah, lalu ditutupnya mata Yasky menggunakan kain.
" Pangeran Yasky, mohon mundur beberapa langkah dan pangeran Andra silahkan maju " Ucap Ririn.
Andra maju dan memperhatikan setiap inci wajah kedua putri dengan teliti.
" Aku memilih tuan putri yang ini " Ucap Andra seraya menunjuk yang menurutnya adalah Tipka.
" Anda yakin pangeran? " Tanya Ririn.
" Yakin " Jawab Andra percaya diri.
" Baiklah, silahkan kembali ketempat semula. Dan bagi pangeran Yasky. Kini giliran anda " Ucap Ririn seraya membuka penutup mata Yasky.
Yasky maju kedepan, tepat dihadapan antara Tapki dan Tipka.
__ADS_1
Ia bingung harus memilih yang mana.
" Apa harus aku? " Tanya Yasky seraya menatap Ririn yang berada dibelakangnya.
" Kenapa pangeran. Apa kau sudah menyerah sebelum berjuang? " Tanya Ririn.
" Aku tidak menyerah, aku hanya bertanya " Jawab Yasky.
" Kalau begitu berjuanglah untuk mendapatkan tuan putrimu " Ucap Ririn.
Yasky kembali menatap Tapki dan Tipka.
" Aku merasa jika dia adalah Tapki " Ucap Yasky seraya menunjuk salah satu.
" Yakin? " Tanya Ririn dengan nada meremehkan.
" Tidak, tidak. aku memilih yang ini " Ucap Yasky seraya menunjuk yang lainnya.
" Astaga pangeran. Ternyata anda mudah goyah. Anda beda dengan pangeran Andra " yang percaya diri " Sindir Ririn.
" Baiklah, apa anda yakin? " Tanya Ririn lagi.
" Aku pilih yang ini aja " Jawab Yasky seraya menunjuk orang yang pertama kali dipilihnya,
" Yakin? " Tanya Ririn.
__ADS_1
Yasky mengangguk. Kali ini dengan percaya diri.
" Saya persilahkan, bagi tuan putri dan pangeran untuk maju kedepan " Ucap Ririn.